Hi Urbie’s! Jakarta kembali menjadi ruang pertemuan seni kontemporer dunia. Kali ini, giliran seniman asal Jepang, NEUNOA, yang membawa eksplorasi artistiknya ke ibu kota lewat pameran tunggal bertajuk INSIDE & OUTSIDE. Pameran ini resmi digelar mulai 5 Juni hingga 5 Juli 2026 di Vice & Virtue Gallery dan Rika Contemporary yang berlokasi di Jakarta Art Hub, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
Pameran ini bukan sekadar menghadirkan karya seni visual biasa. INSIDE & OUTSIDE menjadi ruang refleksi tentang identitas manusia, persepsi sosial, hingga hubungan antara sesuatu yang terlihat dan tersembunyi di balik permukaan.
Media preview dibuka pada pukul 15.00 WIB sebelum akhirnya resmi dibuka untuk publik pukul 17.00 WIB. Sejak memasuki area galeri, pengunjung langsung diajak masuk ke dunia visual NEUNOA yang penuh lapisan emosi, tekstur, dan pertanyaan filosofis tentang manusia modern.
Sosok Misterius di Balik Nama NEUNOA
Buat Urbie’s yang belum familiar, NEUNOA merupakan seniman kontemporer berbasis di Tokyo yang dikenal lewat pendekatan artistiknya yang unik dan misterius. Berbeda dari banyak seniman lain, NEUNOA memilih untuk tidak mengungkap identitas personal seperti usia, gender, kewarganegaraan, hingga penampilan fisik.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Bagi NEUNOA, fokus utama harus tetap tertuju pada karya dan pesan yang ingin disampaikan, bukan pada label identitas sang seniman.
Melalui karya-karyanya, NEUNOA mengeksplorasi bagaimana identitas, otoritas, nilai sosial, dan persepsi manusia dibentuk di tengah derasnya arus visual dan informasi modern.
Ia menggunakan figur publik dari dunia musik, film, politik, hingga budaya populer sebagai dasar visual, lalu mentransformasikannya lewat lapisan cat tebal, abstraksi kuat, dan gestur ekspresif yang nyaris menghapus identitas asli subjeknya.
Hasil akhirnya membuat publik tidak lagi fokus pada siapa sosok yang dilihat, melainkan pada emosi dan sisi manusiawi yang muncul di balik citra visual tersebut.
Menghapus Label dan Mencari Sisi Manusiawi
Salah satu kekuatan utama karya NEUNOA terletak pada caranya “menyamarkan” identitas visual. Latar belakang sosial, ras, gender, hingga usia dibuat samar melalui teknik lukisan berlapis yang intens.
Lewat pendekatan itu, pengunjung diajak mempertanyakan bagaimana masyarakat modern terlalu cepat memberi label terhadap seseorang hanya berdasarkan tampilan luar.
Urbie’s!, di era media sosial saat identitas visual menjadi segalanya, karya-karya NEUNOA terasa sangat relevan. Pameran ini seakan menjadi pengingat bahwa manusia jauh lebih kompleks dibanding sekadar apa yang terlihat di layar atau permukaan.
Sejak memulai perjalanan artistiknya pada 2021, nama NEUNOA sendiri terus menarik perhatian dunia seni internasional. Karyanya telah tampil di berbagai art fair bergengsi seperti Art Jakarta, ART021 Shanghai, ART TAIPEI, World Art Dubai, hingga Art Fair Philippines.
Tak hanya itu, NEUNOA juga pernah berkolaborasi dengan berbagai brand internasional seperti HARE dari Jepang, LIQUITEX dari Amerika Serikat, dan STAEDTLER dari Jerman.
Baca Juga:
- Peabo Bryson Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun, Suara Emas di Balik A Whole New World Berpulang
- Sherina Munaf Perankan Karakter Utama di Film Filosofi Teras, Teaser Perdana Curi Perhatian
- Kabar Duka dari Hollywood, Aktor Top Gun: Maverick James Handy Meninggal Usai ditikam Putra Pacarnya
Kolaborasi Bordir Futuristik Bersama “&T”
Yang membuat pameran INSIDE & OUTSIDE semakin menarik adalah hadirnya karya bordir hasil kolaborasi NEUNOA dengan “&T”, sebuah brand seni bordir yang dikembangkan oleh TAJIMA Group dari Jepang.
TAJIMA sendiri merupakan perusahaan mesin bordir industri yang berdiri sejak 1944 dan dikenal secara global lewat inovasi teknologi bordirnya.
Melalui brand “&T” yang membawa pesan “People and Thread”, TAJIMA mencoba menghadirkan pendekatan baru dalam dunia bordir dengan menggabungkan seni kontemporer dan teknologi presisi tinggi.
Dalam karya kolaborasi ini, benang bergerak bolak-balik antara sisi depan dan belakang kain untuk membentuk visual sekaligus memperlihatkan struktur tersembunyi di balik permukaan.
Konsep tersebut menjadi refleksi sempurna dari eksplorasi artistik NEUNOA tentang hubungan antara sesuatu yang terlihat dan tidak terlihat.
Menariknya lagi, TAJIMA juga mengembangkan teknologi berbasis AI untuk mereproduksi keterampilan pengrajin bordir tradisional. Perpaduan antara teknologi, seni, dan kerajinan tangan ini membuat karya yang ditampilkan terasa futuristik sekaligus emosional.
Jakarta Jadi Ruang Dialog Budaya Indonesia dan Jepang
Pemilihan Jakarta sebagai lokasi pameran juga bukan keputusan sembarangan. Kota metropolitan ini dianggap merepresentasikan pertemuan berbagai budaya, identitas, bahasa, dan nilai yang terus berkembang.
Urbie’s!, Jakarta menjadi simbol hubungan antara lokal dan global, tradisi dan modernitas, sesuatu yang sangat sejalan dengan tema INSIDE & OUTSIDE.
Hubungan panjang Indonesia dan Jepang juga menjadi latar penting dalam pameran ini. Lewat lukisan dan bordir, NEUNOA menghadirkan dialog antara teknologi dan tradisi, antara budaya Jepang dan Indonesia, serta antara identitas personal dan sosial.
Dalam pameran ini, benang tidak sekadar hadir sebagai material seni. Gerakan benang dari depan ke belakang kain menjadi simbol hubungan antara sisi luar dan sisi dalam manusia.
Simbol “&” dalam judul pameran pun tidak dimaknai sebagai pemisah antara “inside” dan “outside”, melainkan sebagai penghubung yang menyatukan keduanya.
Seni Sebagai Pengingat di Tengah Dunia yang Terpecah
Di tengah dunia modern yang masih dipenuhi konflik, polarisasi, dan perpecahan sosial, INSIDE & OUTSIDE hadir membawa sudut pandang berbeda.
Pameran ini mengajak publik melihat bahwa perbedaan bukanlah batas, melainkan ruang untuk saling memahami dan terkoneksi.
Melalui perpaduan lukisan ekspresif dan bordir futuristik, NEUNOA mengajak pengunjung untuk kembali melihat nilai esensial manusia di balik label, identitas visual, dan stereotip yang mendominasi kehidupan saat ini.
Bagi Urbie’s pecinta seni kontemporer, pameran ini bukan hanya visual experience, tetapi juga perjalanan emosional dan reflektif yang membuat kita mempertanyakan kembali siapa diri kita sebenarnya di tengah dunia yang terus berubah.












































