Kabar duka datang dari dunia musik internasional. Penyanyi legendaris R&B, Peabo Bryson, dikabarkan meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat stroke. Sosok yang dikenal luas berkat lagu-lagu tema film Disney ini mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang setelah mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh pihak agennya, Peabo Bryson sempat menjalani perawatan intensif setelah mengalami stroke pada 31 Mei. Namun, pada 2 Juni, sang agen mengonfirmasi bahwa penyanyi tersebut telah meninggal dunia dengan damai. Kepergian Bryson menjadi kehilangan besar bagi industri musik, khususnya bagi para penggemar musik R&B dan soundtrack film animasi yang tumbuh bersama karya-karyanya.
Peabo Bryson merupakan salah satu penyanyi dengan suara khas yang telah menghiasi industri musik selama beberapa dekade. Lahir dan besar di Amerika Serikat, ia memulai perjalanan karier musiknya setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas. Dedikasi dan bakatnya dalam bernyanyi membuat namanya perlahan dikenal luas di kalangan pecinta musik soul dan R&B.
Karier profesional Bryson dimulai ketika ia merilis album debut bertajuk Peabo pada tahun 1976. Sejak saat itu, ia terus menghasilkan berbagai karya yang mendapat apresiasi dari publik maupun kritikus musik. Sepanjang kariernya, ia berhasil merilis lebih dari 20 album studio yang memperlihatkan konsistensinya sebagai musisi berbakat.
Beberapa album yang turut memperkuat reputasinya di industri musik antara lain Can You Stop the Rain, Feel the Fire, dan Tonight, I Celebrate My Love. Lagu terakhir tersebut menjadi salah satu duet romantis paling populer yang ia bawakan bersama Roberta Flack. Kolaborasi keduanya hingga kini masih dikenang sebagai salah satu karya terbaik dalam genre R&B.
Namun, nama Peabo Bryson semakin mendunia berkat keterlibatannya dalam soundtrack film-film Disney yang ikonik. Pada tahun 1993, ia berhasil meraih penghargaan Grammy Award melalui duet bersama Celine Dion dalam lagu Beauty and the Beast. Lagu tersebut menjadi soundtrack utama film Disney berjudul sama dan berhasil mencuri perhatian jutaan pendengar di seluruh dunia.
Baca Juga:
- Rahasia Awet Muda Ringo Starr di Usia 85 Tahun? Ternyata Brokoli Jadi Kunci Utamanya!
- Ternyata Ini Pentingnya Susu untuk Semua Usia yang Sering Terlewatkan!
- Kenali Bahaya Obesitas dan Solusi Operasi Bariatrik untuk Hidup Lebih Sehat
Kesuksesan itu berlanjut pada tahun berikutnya ketika Bryson kembali memenangkan Grammy Award. Kali ini, ia berduet dengan Regina Belle membawakan lagu A Whole New World, soundtrack dari film animasi Disney Aladdin. Lagu tersebut tidak hanya menjadi salah satu soundtrack Disney paling populer sepanjang masa, tetapi juga mengukuhkan posisi Peabo Bryson sebagai penyanyi yang mampu menghadirkan emosi mendalam melalui setiap penampilannya.
Bagi banyak penggemar, suara Peabo Bryson menjadi bagian dari masa kecil yang penuh kenangan. Lagu-lagu yang ia bawakan berhasil melampaui batas generasi dan terus dinikmati hingga saat ini. Kemampuannya dalam menyampaikan lirik dengan penuh perasaan menjadikannya salah satu vokalis terbaik dalam sejarah musik R&B modern.
Meski usia terus bertambah, Bryson tetap aktif berkarya. Album terakhirnya, Stand for Love, dirilis pada tahun 2018 dan menjadi bukti bahwa semangat bermusiknya tidak pernah pudar. Hingga akhir hayatnya, ia dikenang sebagai musisi yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan musik dunia.
Urbie’s, kepergian Peabo Bryson memang meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan global. Namun, warisan musik yang telah ia tinggalkan akan terus hidup dan dikenang oleh jutaan penggemar di seluruh dunia. Suara emasnya dalam Beauty and the Beast maupun A Whole New World akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah musik dan perfilman internasional.












































