
Hi Urbie’s! Pernahkah membayangkan seorang Joe Taslim—aktor laga kebanggaan Indonesia yang biasanya membantai ratusan musuh sendirian—bisa babak belur, berdarah-darah, dan nyaris kalah dalam sebuah pertarungan?
Selama ini, kita terbiasa melihat Joe Taslim sebagai sosok badass yang tak terkalahkan. Mulai dari aksi brutalnya di The Night Comes for Us hingga jurus Ninjutsu mematikan di Mortal Kombat. Kita selalu tahu, di akhir cerita, karakter yang dimainkan Joe pasti menang. Namun, dalam film thriller aksi bela diri Hong Kong terbaru bertajuk The Furious, Anda akan melihat sisi lain dari seorang Joe Taslim yang jauh lebih rapuh, manusiawi, dan emosional.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Juni 2026 ini mempertemukan Joe Taslim dengan aktor laga legendaris lainnya, Yayan Ruhian. Menariknya, kali ini Joe tidak berperan sebagai mantan pasukan khusus atau pembunuh bayaran, melainkan seorang jurnalis bernama Navin.
Keluar dari Zona Nyaman Karakter Over The Top
Saat ditemui dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (5/6/2026), Joe Taslim menceritakan dengan antusias mengapa ia langsung terpikat saat pertama kali membaca naskah The Furious. Karakter Navin menawarkan sesuatu yang selama ini ia cari: ruang untuk berakting dengan hati, bukan cuma mengandalkan otot.
“Selama ini aku main film karakternya cukup over the top ya. Di film The Night Comes for Us aku jago banget mau 100 orang pun dibantai sama dia, Ninjutsu di Mortal Kombat pun dia sangat, sangat jago. Jadi karakter yang over the top yang cukup bisa diprediksi dia bisa menang,” kenang Joe tersenyum.
Di film ini, penonton tidak akan melihat Navin sebagai petarung yang kebal peluru. Navin memang memiliki dasar bela diri judo di masa mudanya, tetapi ia tetaplah manusia biasa yang bisa merasakan sakit.
“Aku merasa ini sesuatu yang baru saat memerankan karakter dia. Seorang suami mencari istrinya yang hilang, dia bisa membela diri, tapi kita lihat dalam pertempuran dia adalah seorang survivor,” lanjutnya.
Dalam setiap adegan laga, Navin harus melalui proses jatuh bangun. Ia terluka, kelelahan, dan terus berjuang dengan sisa-sisa tenaga yang ada hingga akhir cerita.

Demi Istri dan Anak-Anak: Sisi Humanis yang Bikin Jatuh Cinta
Plot The Furious sendiri berpusat pada kisah pilu Wang Wei (diperankan oleh Xie Miao), seorang pedagang sederhana yang dunianya runtuh setelah putrinya diculik oleh sindikat perdagangan manusia (human trafficking). Di tengah keputusasaannya, ia bertemu dengan Navin (Joe Taslim), seorang jurnalis investigasi yang juga punya misi personal yang amat personal.
Baca Juga:
- Peabo Bryson Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun, Suara Emas di Balik A Whole New World Berpulang
- Sherina Munaf Perankan Karakter Utama di Film Filosofi Teras, Teaser Perdana Curi Perhatian
- Kabar Duka dari Hollywood, Aktor Top Gun: Maverick James Handy Meninggal Usai ditikam Putra Pacarnya
Istri Navin, yang juga seorang jurnalis investigasi, hilang bak ditelan bumi saat sedang meliput sindikat tersebut. Sepanjang film, Navin dihantui oleh pertanyaan besar yang menyiksa batinnya: apakah belahan jiwanya itu masih hidup atau sudah mati?
Perpaduan antara aksi laga brutal dan konflik batin yang mendalam inilah yang membuat Joe mengaku benar-benar jatuh cinta pada perannya kali ini.
“Daripada mencoba menjadi badass, dia lebih emosional, lebih empati. Dari cara dia bertarung, secara manusia juga dia sangat-sangat noble (mulia). Orang yang mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan anak-anak itu adalah sesuatu tujuan hidup yang luar biasa, dan itu mengapa aku jatuh cinta sama karakter ini,” ungkap Joe.
Berubah Jadi ‘Detektif’ Lewat Dokumenter YouTube
Memerankan seorang jurnalis investigasi ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi aktor kelahiran Palembang ini. Sebelum bertolak ke Bangkok, Thailand untuk memulai proses syuting, Joe meluangkan banyak waktu untuk melakukan riset mendalam.
Alih-alih hanya berlatih fisik di sasana, Joe justru menghabiskan energinya di depan layar untuk memahami psikologi dan cara kerja jurnalis investigasi di dunia nyata.
“Saya banyak menonton dokumenter sih, di YouTube banyak banget. Ada ABC, In Depth, yang mayoritas mengupas apa yang terjadi oleh jurnalis investigasi, kebanyakan dari Australia, tentang social trafficking di negara Asia Tenggara,” jelas Joe.
Bagi Joe, jurnalis investigasi bukanlah profesi sembarangan. Risiko yang mereka hadapi di lapangan jauh lebih besar daripada jurnalis pada umumnya. Mereka bergerak dalam bayang-bayang, menyamar, dan mempertaruhkan nyawa demi sebuah kebenaran.
“Jadi untuk tahu karakter ini ya harus mengikuti perjalanan dokumenter, merasakan bagaimana perjalanan mereka. Sudah bukan jurnalis biasa, namun benar-benar seperti detektif, dia mencari bukti masuk under cover (menyamar). Dia bisa saja mati melakukan itu, karena risikonya terlalu tinggi,” tutup Joe.
Penasaran melihat bagaimana perjuangan penuh darah dan air mata Joe Taslim demi membongkar sindikat perdagangan manusia? Pastikan Anda tidak melewatkan aksi emosionalnya dalam The Furious, segera di bioskop terdekat Urbie’s!
















































