Hi Urbie’s! Di balik deretan lagu patah hati yang sukses membuat jutaan penggemarnya ikut bernyanyi, ternyata Olivia Rodrigo memiliki sumber inspirasi yang datang dari salah satu band rock alternatif paling berpengaruh di era 90-an. Penyanyi sekaligus penulis lagu yang dikenal lewat album SOUR dan GUTS ini baru-baru ini membagikan cerita menarik tentang kecintaannya terhadap Weezer, khususnya album legendaris mereka, Pinkerton.
Dalam sesi wawancara bersama kanal musik The Needle Drop, Olivia mengungkapkan bahwa album rilisan tahun 1996 tersebut bukan sekadar koleksi musik favorit di playlist-nya. Baginya, Pinkerton adalah sebuah karya yang berhasil mengubah cara pandangnya terhadap musik dan proses berkarya.
Pengakuan ini langsung menarik perhatian para penggemar, terutama karena selama ini Olivia dikenal sebagai musisi generasi baru yang mampu memadukan pop modern dengan sentuhan rock alternatif yang emosional.
Dari Konser Masa Kecil hingga Menjadi Album Favorit Sepanjang Masa
Olivia Rodrigo mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Weezer ternyata sudah dimulai sejak ia masih kecil. Berkat pengaruh kedua orang tuanya yang gemar mendengarkan musik rock alternatif, ia pernah diajak menyaksikan penampilan langsung band tersebut.
Meski saat itu usianya masih sangat muda, pengalaman tersebut ternyata meninggalkan kesan yang cukup mendalam.
Namun, perjalanan musiknya bersama Weezer tidak berhenti di sana. Saat memasuki usia 20-an, Olivia kembali menemukan karya-karya band tersebut dan mulai mengeksplorasi lebih dalam katalog musik mereka. Di antara semua album yang ia dengarkan, Pinkerton menjadi karya yang paling membekas.
Menurutnya, album tersebut menghadirkan sesuatu yang terasa begitu jujur, emosional, dan autentik, kualitas yang juga menjadi ciri khas dalam lagu-lagu ciptaannya sendiri.
Pinkerton, Album yang Terlalu Maju pada Zamannya
Dirilis pada tahun 1996, Pinkerton awalnya mendapat respons yang beragam dari kritikus maupun pendengar. Banyak yang menganggap album ini terlalu mentah dan berbeda dibandingkan kesuksesan album debut Weezer yang penuh lagu-lagu radio-friendly.
Namun seiring berjalannya waktu, Pinkerton justru mengalami kebangkitan popularitas dan kini dianggap sebagai salah satu album rock alternatif terbaik sepanjang masa.
Baca Juga:
- Pokémon Champions Resmi Rilis di Mobile, Gratis Download di Android dan iPhone
- 3 Tempat Kuliner Gading Serpong Terbaru yang Unik & Wajib Dicoba
- BTS Rilis Video Musik “Merry Go Round”, Suguhkan Dunia Fantasi yang Sarat Makna
Lirik yang personal, aransemen yang penuh distorsi gitar, serta eksplorasi emosi yang tanpa filter membuat album ini menjadi referensi penting bagi banyak musisi lintas generasi.
Tak heran jika Olivia Rodrigo menyebutnya sebagai salah satu album favoritnya sepanjang masa.
Musik yang Mengubah Dunia Kreatif Olivia Rodrigo
Dalam wawancara tersebut, Olivia tidak ragu mengatakan bahwa Pinkerton telah “mengubah dunia musiknya selamanya.”
Pernyataan itu menggambarkan betapa besar pengaruh album tersebut terhadap cara ia menikmati musik sekaligus menciptakan karya sendiri.
Jika diperhatikan lebih jauh, pengaruh rock alternatif memang cukup terasa dalam berbagai lagu Olivia. Di balik melodi pop yang mudah diingat, terdapat ledakan emosi, permainan gitar yang kuat, hingga lirik yang terasa sangat personal dan apa adanya.
Pendekatan tersebut memiliki benang merah dengan semangat yang ditawarkan Weezer lewat Pinkerton, yaitu keberanian untuk menampilkan sisi rapuh tanpa perlu dibuat sempurna.
Bukti bahwa Musik Tak Mengenal Generasi
Cerita Olivia Rodrigo juga menjadi bukti bahwa musik yang hebat mampu melampaui batas waktu dan generasi. Album yang dirilis hampir tiga dekade lalu masih mampu memberikan inspirasi bagi salah satu bintang pop terbesar saat ini.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana karya-karya klasik terus menemukan pendengar baru melalui rekomendasi keluarga, media sosial, hingga platform streaming digital.
Bagi para penggemar Olivia yang belum pernah mendengarkan Weezer, pengakuan sang penyanyi bisa menjadi alasan untuk mulai mengeksplorasi album Pinkerton dan memahami salah satu referensi musik yang membentuk karakter artistiknya.
Warisan Musik yang Terus Hidup
Di era ketika tren musik berubah begitu cepat, kisah Olivia Rodrigo dan Pinkerton menunjukkan bahwa sebuah album yang dibuat dengan kejujuran dan emosi mampu bertahan melintasi waktu.
Bagi Urbie’s, cerita ini juga menjadi pengingat bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari album yang lahir puluhan tahun sebelum kita mengenalnya. Dan mungkin itulah kekuatan terbesar musik: selalu menemukan cara untuk terhubung dengan pendengar baru, menciptakan kenangan baru, dan mengubah cara seseorang memandang dunia.
Tidak mengherankan jika Olivia Rodrigo kini menempatkan Pinkerton di jajaran album favoritnya sepanjang masa, sebuah karya yang menurutnya telah mengubah dunia musiknya selamanya.


















































