Home News 700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok, AYIMUN 21st Jadi Wadah...

700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok, AYIMUN 21st Jadi Wadah Anak Muda Bahas Krisis Global

32
0
700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok, AYIMUN 21st - sumber foto istimewa
700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok, AYIMUN 21st - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Di tengah dunia yang semakin dipenuhi tantangan, mulai dari perubahan iklim, konflik geopolitik, krisis kesehatan, hingga perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat, generasi muda dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton. Mereka juga harus mampu menjadi bagian dari solusi. Semangat itulah yang kembali dihadirkan dalam gelaran Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 21st yang berlangsung pada 26–29 Juni 2026 di Bangkok, Thailand.

Konferensi internasional ini sukses mempertemukan sekitar 700 delegasi dari 19 negara, termasuk 486 delegasi asal Indonesia, untuk mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selama empat hari, para peserta tidak hanya berdebat mengenai isu-isu internasional, tetapi juga belajar bagaimana menjadi diplomat muda yang mampu berpikir kritis, bernegosiasi, membangun komunikasi lintas budaya, serta mencari solusi atas berbagai persoalan dunia.

Mengusung tema “The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis”, AYIMUN 21st mengajak para peserta memahami bahwa diplomasi modern tidak lagi hanya menjadi urusan para pejabat negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.

Simulasi Sidang PBB dengan Isu Dunia yang Relevan

Dalam penyelenggaraan tahun ini, peserta dibagi ke dalam sembilan dewan (council) yang masing-masing membahas isu global berbeda sesuai mandat badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Council tersebut meliputi United Nations Environment Programme (UNEP) Chamber 1 & 2, World Health Organization (WHO) Chamber 1 & 2, United Nations Development Programme (UNDP), United Nations Trade and Development (UNCTAD), United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS), Disarmament and International Security Committee (DISEC), serta United Nations Human Rights Council (UNHRC).

Melalui simulasi tersebut, setiap delegasi mewakili negara tertentu dan dituntut memahami posisi diplomatik negara yang mereka wakili sebelum menyampaikan argumentasi maupun menyusun resolusi bersama.

Konsep inilah yang membuat Model United Nations (MUN) menjadi salah satu program pengembangan kepemudaan paling diminati di dunia.

700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok, AYIMUN 21st - sumber foto istimewa
700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok, AYIMUN 21st – sumber foto istimewa

Lebih dari Sekadar Kompetisi Debat

Di balik penyelenggaraan AYIMUN berdiri International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang telah berdiri sejak 2016 dan fokus mengembangkan potensi generasi muda berusia 11 hingga 25 tahun.

Selama hampir satu dekade, IGN telah menyelenggarakan berbagai forum internasional, termasuk AYIMUN dan Asia World Model United Nations (AWMUN), yang telah diikuti lebih dari 30.000 peserta dari lebih 160 negara.

Dalam sambutannya saat Opening Ceremony, Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal, menegaskan bahwa AYIMUN bukan sekadar ajang beradu argumentasi.

Menurutnya, nilai terbesar dari konferensi ini justru terletak pada kesempatan bertemu dan bekerja sama dengan peserta dari berbagai budaya.

“Semua peserta yang hadir di ruangan ini berasal dari negara, sekolah, bahasa, dan latar belakang yang berbeda, dengan cara pandang yang beragam terhadap berbagai isu dunia. Namun hari ini, tujuh ratus orang berada di ruangan yang sama, siap berbicara atas nama negara yang mereka wakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Muhammad Fahrizal.

Ia juga menyampaikan bahwa keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi internasional di masa depan.

Baca Juga:

Dihadiri Para Diplomat dan Perwakilan PBB

Opening Ceremony AYIMUN 21st turut dihadiri sejumlah tokoh internasional yang memberikan perspektif langsung mengenai pentingnya diplomasi global.

Mereka di antaranya H.E. Datuk Wan Zaidi Wan Abdullah, Duta Besar Malaysia untuk Thailand; H.E. Francisco Tilman Cepeda, Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand; serta Jack Crawford, Associate Economic Affairs Officer di United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP).

Dalam pidatonya, Datuk Wan Zaidi mengajak seluruh delegasi memanfaatkan konferensi ini sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun persahabatan lintas negara.

Menurutnya, AYIMUN telah berkembang menjadi platform penting yang mampu mempertemukan generasi muda dari berbagai belahan dunia untuk memahami isu global sekaligus memperkuat toleransi budaya.

Sementara itu, Francisco Tilman Cepeda menekankan bahwa tantangan dunia saat ini semakin kompleks dan saling berkaitan.

Ia percaya generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan ide-ide segar yang mampu menjawab berbagai persoalan global melalui dialog dan kerja sama.

Diplomasi Menjadi Bekal Masa Depan

Jack Crawford dari UNESCAP juga menyoroti relevansi tema AYIMUN tahun ini yang membahas ketidakpastian dunia.

Menurutnya, setiap negara memang menghadapi tantangan yang berbeda, tetapi seluruh masyarakat dunia sama-sama merasakan dampak perubahan global.

Ia mengapresiasi para peserta yang memilih mempelajari diplomasi sejak usia muda karena hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun solusi jangka panjang.

Jack bahkan menyebut bahwa melalui forum seperti AYIMUN, para peserta dapat menemukan isu yang benar-benar ingin mereka perjuangkan hingga menjadi tujuan hidup di masa depan.

Empat Alumni Raih Beasiswa Penuh

Selain menjadi ruang belajar, AYIMUN 21st juga menjadi ajang apresiasi bagi para alumni yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama mengikuti berbagai program IGN.

Pada kesempatan tersebut, International Global Network memberikan penghargaan kepada empat alumni yang telah mengikuti AYIMUN maupun AWMUN lebih dari empat kali.

Keempat penerima penghargaan tersebut adalah Lleyton Schuts dari Australia, Mailika P. Boransing dari Filipina, Bratasena Ratmowardojo dari Indonesia, serta Mirabelle Woo dari Malaysia.

Sebagai bentuk apresiasi, mereka menerima beasiswa penuh untuk mengikuti AYIMUN 22nd yang akan digelar pada 21–24 Agustus 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dalam mengembangkan diri melalui forum internasional mendapat perhatian serius dari penyelenggara.

Bagi Urbie’s yang bercita-cita menjadi diplomat, pemimpin organisasi internasional, atau ingin memiliki jejaring global sejak usia muda, AYIMUN menjadi salah satu wadah yang tidak hanya mengasah kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga membangun kepemimpinan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap berbagai isu dunia yang akan menentukan masa depan bersama.