Home Highlight Vela Aero Pamerkan Alpha, Prototipe Taksi Terbang yang Disiapkan untuk Mobilitas Indonesia

Vela Aero Pamerkan Alpha, Prototipe Taksi Terbang yang Disiapkan untuk Mobilitas Indonesia

12
0
rototipe Taksi Terbang Alpha dari Vela Aero - sumber foto VelaAero
rototipe Taksi Terbang Alpha dari Vela Aero - sumber foto VelaAero
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Bayangkan kalau perjalanan dari satu kota ke kota lain yang biasanya harus melewati macet berjam-jam, suatu hari bisa dilakukan dengan naik kendaraan yang justru terbang di atas kepala kita. Gambaran itu mulai terasa lebih dekat setelah PT Vela Prima Nusantara atau Vela Aero memamerkan prototipe taksi terbang bernama Alpha dalam gelaran Heli Expo Asia 2026 di Cengkareng Heliport, Jakarta.

Kemunculan Alpha bukan sekadar soal memperlihatkan sebuah kendaraan futuristik di tengah pameran aviasi. Vela Aero membawa konsep tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan Advanced Air Mobility (AAM) di Indonesia, terutama untuk menjawab kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau.

Alpha dan Mimpi Mobilitas Tanpa Terjebak Kemacetan

Selama ini, solusi transportasi di Indonesia kerap terbentur dua persoalan besar: jarak dan akses. Di wilayah perkotaan, masyarakat harus berhadapan dengan kepadatan lalu lintas, sementara di daerah kepulauan, perjalanan antardaerah bisa membutuhkan waktu jauh lebih lama karena keterbatasan konektivitas transportasi.

Alpha hadir dengan konsep yang mencoba melihat persoalan tersebut dari sudut berbeda: bagaimana jika sebagian perjalanan dilakukan melalui udara? Dengan teknologi lepas landas dan mendarat secara vertikal, pesawat ini tidak membutuhkan landasan pacu panjang seperti pesawat konvensional.

Teknologi tersebut membuat Alpha memiliki potensi untuk digunakan di area yang memiliki keterbatasan infrastruktur transportasi. Secara konsep, kendaraan seperti ini bisa membuka kemungkinan konektivitas baru antara kawasan perkotaan, wilayah pinggiran, hingga daerah yang selama ini sulit dijangkau melalui jalur darat atau laut.

Bukan Sekadar Taksi Terbang

Bagi Vela Aero, Alpha tampaknya diposisikan lebih jauh daripada sekadar kendaraan untuk menghindari kemacetan. Perusahaan ingin membangun ekosistem Advanced Air Mobility yang terintegrasi, sehingga pengembangan pesawat berjalan beriringan dengan infrastruktur, operasional, teknologi, hingga kebutuhan regulasi.

“Kami tidak sekadar membangun pesawat, melainkan mengorkestrasi ekosistem AAM terintegrasi untuk membawa Indonesia menjadi pusat inovasi aviasi dan pemegang IP teknologi kedirgantaraan terdepan di Asia Tenggara,” ujar eksekutif Vela Aero, seperti dilansir berbagai sumber.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ambisi Alpha tidak berhenti pada kemampuan terbang. Ada visi yang lebih besar untuk menjadikan Indonesia bukan hanya pasar pengguna teknologi penerbangan baru, tetapi juga salah satu pemain yang ikut mengembangkan teknologi dan kekayaan intelektual di sektor kedirgantaraan.

Punya Dua Pilihan Jarak Tempuh

Menariknya, Alpha tidak hanya dirancang untuk satu skenario perjalanan. Vela Aero menyiapkan varian dengan konfigurasi listrik dan hibrida-listrik, yang masing-masing memiliki target jangkauan berbeda.

Untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, varian listrik Alpha disebut mampu memiliki jangkauan hingga 150 kilometer. Jarak tersebut secara konsep dapat membuka peluang perjalanan antarkawasan metropolitan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perjalanan melalui jalan raya.

Sementara itu, varian hibrida-listrik ditargetkan memiliki jangkauan hingga 500 kilometer. Konfigurasi ini diarahkan untuk kebutuhan rute regional, sehingga penggunaan Alpha nantinya tidak hanya dibayangkan untuk perjalanan pendek di dalam kota.

Perbedaan tersebut menjadi penting karena kebutuhan mobilitas Indonesia memang tidak seragam. Kendaraan udara yang hanya cocok untuk perjalanan perkotaan mungkin memiliki pasar yang berbeda dengan pesawat yang dapat menghubungkan kota-kota atau wilayah regional.

Baca juga:

Kapan Alpha Mulai Terbang?

Meski tampil sebagai prototipe di Heli Expo Asia 2026, perjalanan Alpha menuju operasi komersial masih membutuhkan sejumlah tahapan penting. Vela Aero menargetkan uji terbang perdana pada kuartal IV 2026, yang akan menjadi salah satu momen krusial untuk menguji kemampuan pesawat secara langsung.

Setelah tahap pengujian, Alpha ditargetkan mendapatkan sertifikasi penuh pada akhir 2028. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pesawat ini kemudian ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2029.

Artinya, Urbie’s mungkin masih harus menunggu beberapa tahun sebelum bisa benar-benar melihat taksi terbang seperti Alpha menjadi bagian dari mobilitas sehari-hari. Namun, kehadiran prototipenya di Jakarta sudah memberikan gambaran bahwa masa depan transportasi udara Indonesia perlahan mulai dibangun dari sekarang.

Dari Langit Indonesia untuk Masa Depan

Indonesia memiliki tantangan geografis yang membuat konsep mobilitas udara menjadi sangat menarik. Ribuan pulau berarti konektivitas tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan membangun lebih banyak jalan atau jalur kereta.

Di sisi lain, kota-kota besar Indonesia juga menghadapi persoalan kemacetan yang semakin kompleks. Jika teknologi seperti Alpha berhasil melewati tahapan pengujian, sertifikasi, dan kesiapan infrastruktur, taksi terbang berpotensi menjadi salah satu bagian dari ekosistem transportasi masa depan.

Namun, tentu saja perjalanan menuju sana tidak sesederhana membuat pesawat bisa terbang. Aspek keselamatan, regulasi, biaya operasional, infrastruktur vertiport, kapasitas baterai, hingga penerimaan masyarakat akan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Untuk saat ini, Alpha masih berada pada tahap prototipe. Tetapi dari sebuah prototipe yang dipamerkan di Cengkareng Heliport, muncul satu pertanyaan menarik: apakah langit Indonesia nantinya akan menjadi jalan raya baru bagi jutaan orang?

Kalau target Vela Aero berjalan sesuai rencana, jawabannya mungkin mulai bisa kita lihat pada akhir dekade ini.