Home News Pemerintah Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru, 5 Jilid Pertama Hampir 5.000 Halaman

Pemerintah Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru, 5 Jilid Pertama Hampir 5.000 Halaman

13
0
buku Sejarah Indonesia Terbaru - sumber foto istimewa
buku Sejarah Indonesia Terbaru - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Kalau selama ini sejarah Indonesia sering terasa seperti deretan tanggal, nama tokoh, perang, dan peristiwa yang harus dihafalkan di bangku sekolah, pemerintah kini ingin menawarkan cara pandang yang berbeda. Pada Senin, 31 Agustus 2026, Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan buku sejarah Indonesia terbaru berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, sebuah proyek besar yang mencoba membaca perjalanan bangsa dari perspektif yang lebih luas.

Bukan buku tipis yang selesai dibaca dalam satu sore, proyek ini dirancang dalam 10 jilid. Untuk tahap pertama, pemerintah meluncurkan lima jilid dengan total ketebalan hampir 5.000 halaman, sementara lima jilid lainnya masih dalam proses penyelesaian.

123 Pakar dari Puluhan Institusi Ikut Menulis Sejarah Indonesia

Salah satu hal yang membuat proyek ini berbeda adalah jumlah orang yang terlibat di balik penyusunannya. Pemerintah menggandeng 123 pakar yang berasal dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga independen untuk menggarap buku sejarah tersebut.

Artinya, narasi yang hadir di dalam buku ini bukan dibangun oleh satu perspektif atau satu institusi saja. Berbagai latar belakang akademik dan hasil penelitian turut menjadi bagian dari proses penyusunan sejarah Indonesia terbaru.

Kementerian Kebudayaan sendiri mengambil posisi sebagai fasilitator dalam proyek tersebut. Sementara substansi, metodologi, dan konstruksi narasi sejarah diserahkan kepada para sejarawan yang terlibat.

Pendekatan tersebut sengaja dipilih untuk menjaga kebebasan akademik dalam penulisan sejarah. Dengan demikian, para penyusun memiliki ruang untuk mengembangkan narasi berdasarkan penelitian dan metodologi ilmiah, bukan semata-mata mengikuti sudut pandang institusi pemerintah.

Dari Akar Peradaban Nusantara hingga Negara Kolonial

Lima jilid yang telah diluncurkan membawa pembaca menelusuri perjalanan panjang Nusantara. Ceritanya dimulai dari akar peradaban yang tumbuh di kepulauan ini hingga berbagai proses yang kemudian mengarah pada terbentuknya negara kolonial.

Pembahasannya tidak berhenti pada pergantian kerajaan atau daftar penguasa. Buku tersebut juga melihat bagaimana Nusantara berhubungan dengan dunia luar, bagaimana kebudayaan berkembang, serta bagaimana masyarakat lokal berinteraksi dengan berbagai bangsa yang datang ke wilayah kepulauan Indonesia.

Perspektif tersebut membuat sejarah terasa seperti sebuah jaringan cerita yang saling terhubung. Nusantara tidak diposisikan sebagai wilayah yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari arus pertukaran manusia, budaya, pengetahuan, ekonomi, dan politik yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Historiografi Indonesia Diperbarui

Peluncuran buku ini juga memiliki latar belakang yang lebih besar, yakni keinginan pemerintah untuk memperbarui historiografi sejarah nasional yang dinilai sudah cukup lama tidak mengalami pembaruan substansial.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, cara membaca sejarah juga ikut berubah. Penelitian baru terus bermunculan melalui tesis, disertasi, artikel ilmiah, jurnal akademik, hingga temuan-temuan arkeologis dan penelitian lintas disiplin.

Materi-materi terbaru tersebut kemudian menjadi bagian dari buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Dengan begitu, sejarah nasional tidak hanya mengulang narasi lama, tetapi mencoba memasukkan perkembangan pengetahuan yang muncul dalam beberapa dekade terakhir.

Sejarah Dilihat dari Banyak Kacamata

Yang menarik, penyusunan buku ini juga menggunakan pendekatan multidisipliner. Artinya, sejarah tidak hanya dibaca melalui dokumen politik atau catatan peperangan, tetapi juga melalui berbagai bidang yang membantu memahami pengalaman masyarakat secara lebih lengkap.

Beberapa pendekatan yang digunakan antara lain sejarah lingkungan, kajian gender, memori kolektif, hingga studi postkolonial.

Pendekatan tersebut membuka kemungkinan munculnya cerita-cerita yang selama ini mungkin kurang mendapatkan ruang dalam narasi sejarah populer. Bagaimana lingkungan membentuk kehidupan masyarakat, bagaimana pengalaman kelompok tertentu direkam dalam ingatan kolektif, atau bagaimana warisan kolonial memengaruhi cara sebuah bangsa melihat dirinya sendiri menjadi bagian dari pertanyaan yang lebih luas.

Dengan perspektif seperti ini, sejarah tidak lagi sekadar bertanya “apa yang terjadi?”, tetapi juga mencoba memahami “mengapa hal itu terjadi?”, “siapa yang terdampak?”, dan “bagaimana pengaruhnya masih terasa hingga hari ini?”

Fadli Zon Ingin Masyarakat Membaca Sejarah Lebih Kritis

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap buku tersebut dapat mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan sejarah. Menurutnya, sejarah seharusnya tidak hanya menjadi bahan hafalan mengenai tanggal dan nama tokoh.

Lebih dari itu, sejarah diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai peristiwa secara kritis dan melihat keterkaitannya dengan persoalan Indonesia masa kini.

Pandangan tersebut menjadi semakin relevan ketika sejarah ditempatkan sebagai sesuatu yang hidup. Banyak persoalan yang dihadapi Indonesia hari ini memiliki akar yang panjang, mulai dari persoalan sosial, identitas, lingkungan, relasi kekuasaan, hingga hubungan Indonesia dengan dunia internasional.

Dengan memahami bagaimana persoalan tersebut terbentuk, masyarakat memiliki kesempatan untuk melihat masa kini dengan perspektif yang lebih utuh.

Baca juga:

Lima Jilid Sudah Bisa Dibaca Masyarakat

Buat Urbie’s yang penasaran ingin membongkar hampir 5.000 halaman sejarah Indonesia versi terbaru ini, kabar baiknya adalah lima jilid yang telah diluncurkan sudah dapat diakses masyarakat melalui situs Pustaka Budaya.

Sementara itu, lima jilid berikutnya masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan menyusul dalam waktu dekat. Dengan demikian, proyek ini belum benar-benar selesai meski lima jilid pertamanya sudah diperkenalkan kepada publik.

Kehadiran versi digital juga membuka akses yang lebih luas. Buku sejarah dengan ribuan halaman tidak lagi hanya berada di rak perpustakaan atau toko buku, tetapi dapat dijangkau masyarakat melalui perangkat digital.

Proyek Sejarah dengan Anggaran Rp9 Miliar

Di balik proyek besar tersebut terdapat anggaran yang juga tidak sedikit. Penyusunan buku sejarah Indonesia terbaru ini menghabiskan anggaran sekitar Rp9 miliar.

Besarnya anggaran tentu membuat proyek ini memiliki ekspektasi yang tinggi. Publik bukan hanya menunggu buku yang tebal, tetapi juga berharap mendapatkan karya sejarah yang mampu memberikan pemahaman baru dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Pada akhirnya, nilai proyek ini tidak hanya akan diukur dari jumlah halaman atau banyaknya pakar yang terlibat. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah buku tersebut mampu membuat masyarakat Indonesia kembali tertarik membaca sejarah dengan rasa ingin tahu, bukan karena kewajiban.

Bukan Sekadar Masa Lalu

Sejarah mungkin berbicara tentang masa lalu, tetapi cara kita memahami sejarah selalu berkaitan dengan masa kini. Itulah yang membuat peluncuran Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global menarik untuk diperhatikan.

Bagi Urbie’s, hampir 5.000 halaman dari lima jilid pertama bukan sekadar tumpukan informasi. Di dalamnya terdapat upaya untuk melihat Indonesia dari berbagai sudut, menghubungkan pengalaman masa lalu dengan perubahan zaman, serta memahami bahwa perjalanan bangsa ini jauh lebih kompleks daripada sekadar rangkaian tanggal dalam buku pelajaran.

Dan mungkin, di tengah derasnya informasi media sosial yang membuat sejarah sering dipotong menjadi potongan-potongan singkat, proyek seperti ini justru mengingatkan kita untuk sesekali memperlambat langkah.

Karena sebelum membicarakan Indonesia hari ini dan membayangkan Indonesia di masa depan, ada satu hal yang tetap perlu dilakukan: memahami bagaimana kita sampai di titik ini.