Iklan
Home Lifestyle Paramount Petals Tangerang, Saat Kota Tumbuh Bersama Komunitas

Paramount Petals Tangerang, Saat Kota Tumbuh Bersama Komunitas

0
19
Beragam kegiatan olahraga dan hiburan turut menghidupkan ruang bersama di Paramount Petals, sekaligus memperkuat interaksi antarwarga dan komunitas di kawasan. (Foto: Dok. Paramount Petals)
Iklan Urbanvibes Banner
Iklan

Hi Urbie’s! Sebuah kota mandiri tidak selalu hidup hanya karena bangunan baru, jalan yang semakin ramai, atau fasilitas yang terus bertambah. Ada hal lain yang ikut menentukan apakah sebuah kawasan benar-benar terasa hidup: interaksi antarwarganya.

Hal itu pula yang tengah berkembang di Paramount Petals Tangerang. Kawasan kota mandiri seluas sekitar 400 hektare di koridor barat Jakarta ini tak hanya bertumbuh dari sisi hunian dan infrastruktur, tetapi juga lewat berbagai aktivitas yang mempertemukan penghuni, komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar.

Sejak diperkenalkan pada 2021, Paramount Petals mencatat lebih dari 1.500 unit telah dibangun, dengan lebih dari 1.000 unit sudah diserahterimakan dan dihuni lebih dari 700 kepala keluarga. Pertumbuhan tersebut membuat kebutuhan terhadap ruang interaksi sosial ikut menjadi bagian penting dalam perkembangan kawasan.

Sales & Marketing Director Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan pembangunan komunitas menjadi bagian dari proses membentuk lingkungan yang bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga memiliki ikatan sosial.

“Membangun komunitas bukan sekadar menghadirkan kegiatan hiburan, melainkan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mampu menumbuhkan sense of belonging atau rasa memiliki,” ungkap Ferry.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi bagian dari kampanye “Growth is Certain” yang dibawa Paramount Petals. Implementasinya tidak hanya melalui pembangunan kawasan, tetapi juga lewat berbagai kegiatan community engagement yang membuka ruang bagi warga untuk bertemu dan beraktivitas bersama.

“Melalui kampanye ‘Growth is Certain’, Paramount Petals menegaskan komitmennya untuk membangun kota mandiri yang tumbuh secara berkelanjutan,” lanjut Ferry.

Aktivitas komunitas di Paramount Petals menjadi ruang bertemunya penghuni, komunitas olahraga, UMKM, dan masyarakat sekitar dalam suasana yang lebih santai dan akrab. (Foto: Dok. Paramount Petals)

Ketika ruang kota mulai dipenuhi aktivitas warga

Konsep menghadirkan ruang yang mendorong interaksi sosial sebenarnya bukan hal baru dalam pengembangan kota. Gagasan placemaking, misalnya, menempatkan ruang publik dan aktivitas masyarakat sebagai elemen penting untuk menciptakan kawasan yang hidup dan memiliki karakter.

Di Paramount Petals, pendekatan tersebut terlihat dari berbagai kegiatan yang digelar secara berkala. Akhir pekan di kawasan ini tidak hanya diisi aktivitas penghuni, tetapi juga kegiatan olahraga, kuliner, hiburan, serta bazaar yang melibatkan pelaku UMKM.

Salah satu agenda yang menjadi wadah pertemuan tersebut adalah Petals Urban Market. Kegiatan ini menggabungkan olahraga, kuliner, hiburan, dan bazaar UMKM, serta disebut mampu menarik hingga ribuan pengunjung.

Bagi kawasan yang sedang berkembang, aktivitas seperti ini punya fungsi yang lebih luas dari sekadar hiburan. Pertemuan antara warga dan pelaku usaha lokal menciptakan aktivitas ekonomi sekaligus membuat kawasan terasa lebih dinamis.

Baca Juga:

Dari lapangan olahraga sampai perayaan kemerdekaan

Semangat membangun interaksi warga juga terlihat dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Melalui Paramount Petals Cup 2026, kawasan tersebut menggelar kompetisi voli putri dan sepak bola antar-SSB yang diikuti klub olahraga dari sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Curug.

Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari Paramount Petals, pemerintah setempat, Karang Taruna, komunitas olahraga, hingga masyarakat Kecamatan Curug.

Momentum kebersamaan kemudian berlanjut lewat Paramount Petals Semarak Kemerdekaan yang digelar pada 22 Agustus 2026 di Pasar Modern Paramount Petals. Mengusung tema “Sinergi dalam Kebersamaan”, acara ini menghadirkan olahraga bersama, bazaar UMKM dan kuliner lokal, lomba rakyat untuk anak-anak dan dewasa, serta pertunjukan seni dari komunitas lokal.

Buat kawasan yang sedang tumbuh, kegiatan semacam ini menjadi cara sederhana untuk mempertemukan orang-orang yang sehari-hari mungkin tidak berada dalam lingkaran sosial yang sama.

Semangat kebersamaan terlihat dalam berbagai kegiatan komunitas Paramount Petals, mulai dari olahraga hingga aktivitas yang melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. (Foto: Dok. Paramount Petals)

Infrastruktur ikut mengubah ritme kawasan

Pertumbuhan sebuah kota mandiri tentu tidak berhenti pada kegiatan komunitas. Infrastruktur dan konektivitas juga menjadi bagian yang menentukan bagaimana sebuah kawasan digunakan dan diakses masyarakat.

Paramount Petals saat ini terus mengembangkan jaringan jalan boulevard dan akses tol langsung yang terhubung dengan koridor tol Jakarta–Merak, termasuk ruas Jakarta–Tangerang KM 25.

Pada akhir Juli 2026, kawasan ini juga mulai memiliki layanan shuttle bus dengan rute Paramount Petals–Grogol melalui counter DayTrans. Kehadiran transportasi tersebut menambah pilihan mobilitas bagi masyarakat yang beraktivitas dari dan menuju kawasan.

Di dalam kawasan, sejumlah fasilitas juga telah tersedia untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, antara lain Bethsaida Clinic, Paramount Petals Community Club, Pasar Modern Paramount Petals, dan Paramount Petals Taman Rasa.

Dengan begitu, perkembangan kawasan berjalan dalam dua arah sekaligus: secara fisik melalui hunian, jalan dan fasilitas, serta secara sosial lewat komunitas dan aktivitas warga.

Pada akhirnya, kota mandiri bukan hanya tentang seberapa banyak bangunan yang berhasil didirikan. Kota juga membutuhkan kehidupan di dalamnya—orang-orang yang saling bertemu, ruang untuk beraktivitas, pelaku usaha yang mendapatkan tempat, serta komunitas yang perlahan membangun rasa memiliki.

Di Paramount Petals Tangerang, proses tersebut masih terus berjalan. Kawasan yang diperkenalkan pada 2021 ini kini tidak hanya bertambah secara fisik, tetapi juga mulai membentuk ritme kehidupan sosialnya sendiri.

Iklan