Hi Urbie’s! Bayangkan kamu masih berusia 10 tahun, sedang berada di lokasi syuting film terbesar di dunia, lalu diam-diam malah jatuh hati pada cowok yang harusnya menjadi salah satu karakter paling menyebalkan di layar. Itulah kisah Emma Watson ketika dirinya mengaku pernah punya huge crush pada Tom Felton, pemeran Draco Malfoy dalam franchise Harry Potter, dan alasannya ternyata sesederhana: dia adalah “bad guy”, sedikit lebih tua, dan punya skateboard.
Bagi penggemar Harry Potter, hubungan antara Hermione Granger dan Draco Malfoy mungkin lebih banyak diwarnai pertengkaran daripada adegan romantis. Namun di balik kamera, ternyata ada cerita yang jauh lebih manis karena Emma Watson justru pernah menyimpan rasa suka kepada Tom Felton ketika mereka masih sama-sama menjadi bagian dari dunia Hogwarts.
Watson mengungkap bahwa dirinya mulai menyukai Felton ketika usianya sekitar 10 hingga 12 tahun. Crush tersebut bukan sekadar kekaguman kecil kepada lawan main, karena Watson bahkan mengaku pernah datang ke lokasi syuting dan mencari tahu kapan Tom Felton akan datang.
Emma Watson dan Crush Masa Kecilnya pada Tom Felton
Ada alasan mengapa kisah ini terasa sangat relatable. Emma Watson tumbuh di depan kamera bersama para pemain Harry Potter, sehingga masa kecilnya praktis berlangsung di tengah proses syuting film yang kemudian menjadi fenomena global.
Dalam suasana tersebut, Tom Felton rupanya berhasil menarik perhatian Watson. Ia menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang saat itu memiliki ketertarikan kepada Felton, sementara sang aktor sendiri memainkan Draco Malfoy, karakter yang berada di sisi berlawanan dengan Harry Potter dan teman-temannya.
Watson bahkan pernah bercanda bahwa semua orang menyukai sosok “bad guy”. Ditambah fakta bahwa Felton sedikit lebih tua dan memiliki skateboard, kombinasi tersebut rupanya menjadi semakin menarik bagi dirinya.
Buat Urbie’s, kalau dipikir-pikir, formula crush masa kecil Emma Watson ini memang cukup klasik. Cowok sedikit lebih tua, punya gaya keren, terlihat rebel, ditambah skateboard? Bagi anak usia 10 tahun, mungkin sudah cukup untuk membuat hati berbunga-bunga.
Draco Malfoy di Layar, Tom Felton di Dunia Nyata
Hal yang membuat cerita ini semakin menarik adalah perbedaan antara karakter dan aktornya. Draco Malfoy dikenal sebagai siswa Slytherin yang sering bersikap arogan terhadap Harry, Ron, dan Hermione, sementara Tom Felton di balik kamera justru membangun hubungan pertemanan dengan para pemain lainnya.
Kontras tersebut membuat kisah Watson terasa semakin lucu. Ia menyukai seseorang yang setiap hari harus tampil sebagai karakter yang secara cerita justru sering berseberangan dengan karakter yang ia mainkan.
Namun dunia di balik layar memang berbeda dengan Hogwarts. Para pemain Harry Potter tumbuh bersama selama bertahun-tahun, melewati masa kanak-kanak hingga remaja dalam satu proyek yang sama.
Baca juga:
- Evanna Lynch Menikah, Pemeran Luna Lovegood di Harry Potter Tampil Dreamy dalam Balutan Vintage
- Trailer Harry Potter Terbaru Ungkap Dunia Sihir Baru, dari Seleksi Gryffindor hingga Misteri Batu Filsuf
Bukan hanya itu, mereka juga harus menghadapi tekanan luar biasa karena franchise tersebut berkembang menjadi salah satu seri film paling populer di dunia. Dalam situasi seperti itu, hubungan antarpemain tentu menjadi bagian penting dari pengalaman mereka.
Crush yang Tidak Berujung Romansa
Mungkin Urbie’s berharap cerita ini berakhir dengan Emma Watson dan Tom Felton benar-benar menjadi pasangan. Sayangnya, kehidupan nyata tidak mengikuti skenario film romantis.
Crush Watson tersebut tidak berkembang menjadi hubungan romantis. Namun justru ada sesuatu yang jauh lebih menarik dari kisah ini: persahabatan mereka ternyata bertahan jauh setelah kisah Harry Potter selesai.
Ketika para pemain mulai meninggalkan Hogwarts dan menjalani karier masing-masing, hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun tidak otomatis menghilang. Tom Felton dan Emma Watson tetap dikenal memiliki hubungan pertemanan yang dekat, bahkan sesekali kembali mencuri perhatian publik ketika mereka terlihat bersama.
Hal tersebut membuat kisah crush masa kecil Watson terasa semakin wholesome. Perasaan yang dulu mungkin terasa seperti persoalan besar bagi seorang anak ternyata akhirnya berubah menjadi sebuah kenangan lucu dari masa tumbuh bersama.
Dari Hogwarts ke Persahabatan yang Bertahan Lama
Ada sesuatu yang unik dari generasi pemeran Harry Potter. Mereka bukan hanya menghabiskan beberapa bulan bersama untuk satu film, tetapi tumbuh bersama selama bertahun-tahun karena produksi franchise tersebut berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.
Emma Watson, Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Tom Felton, dan para pemain lainnya pada dasarnya melewati fase penting kehidupan mereka bersama. Mereka masuk ketika masih anak-anak dan keluar sebagai aktor muda yang sudah dikenal hampir di seluruh dunia.
Karena itulah cerita-cerita di balik layar seperti crush Emma Watson terasa begitu berharga bagi penggemar. Cerita tersebut memberikan gambaran bahwa di balik kostum, tongkat sihir, efek visual, dan megahnya Hogwarts, terdapat sekelompok anak yang sebenarnya sedang tumbuh dan belajar bersama.
Dan mungkin Tom Felton tidak pernah menyadari betapa kuatnya efek “bad guy + skateboard + sedikit lebih tua” terhadap Emma Watson saat itu.
Crush Masa Kecil yang Berubah Jadi Kenangan Manis
Pada akhirnya, kisah Emma Watson dan Tom Felton menjadi salah satu cerita behind the scenes paling memorable dari para pemain Harry Potter. Bukan karena keduanya akhirnya menjadi pasangan, melainkan karena sebuah crush masa kecil justru menjadi bagian dari persahabatan yang bertahan jauh setelah kamera berhenti merekam kehidupan di Hogwarts.
Cerita ini juga menunjukkan sisi lain dari masa kecil para pemain yang selama ini hanya kita kenal melalui karakter mereka. Di layar, Hermione mungkin sibuk menghadapi Voldemort dan menyelamatkan dunia sihir, sementara di belakang layar Emma Watson ternyata hanya seorang anak perempuan yang bisa salah tingkah melihat cowok keren dengan skateboard.
Jadi, kalau Urbie’s pernah punya crush masa kecil yang alasannya terdengar sangat random, tenang saja. Bahkan Emma Watson pernah mengalaminya—dan ternyata pilihannya jatuh kepada Draco Malfoy, alias salah satu bad guy paling ikonik di Hogwarts.


















































