Home Travel Bukan Sekadar Tren: Cara The Apurva Kempinski Bali Mengubah Wajah Pariwisata Hijau...

Bukan Sekadar Tren: Cara The Apurva Kempinski Bali Mengubah Wajah Pariwisata Hijau Lewat Aksi Nyata

9
0
The Apurva Kempinski Bali menggelar Konferensi Path to Sustainable Growth 2026. (Foto: Dok. The Apurva Kempinski Bali)
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Selama ini, kita sering mendengar kata “keberlanjutan” atau sustainability di berbagai seminar ber-AC yang nyaman. Namun, seberapa sering obrolan itu benar-benar mendarat menjadi aksi nyata di bumi?

Tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi hari ini sudah terlalu kompleks untuk diselesaikan oleh satu pihak saja. Menjaga alam Bali—dan Indonesia—bukan lagi tugas sepihak pemerintah atau para aktivis lingkungan, melainkan sebuah kerja kultural yang melibatkan kita semua.

Berangkat dari kegelisahan itulah, sebuah gerakan nyata kembali ditiupkan dari pesisir Nusa Dua. The Apurva Kempinski Bali bersiap menyulap Candi Ballroom menjadi episentrum perubahan melalui konferensi tahunan Path to Sustainable Growth (PTSG) 2026 pada 24 Juni 2026.

Melangkah Lebih Jauh: Dari Berkelanjutan Menuju “Regenerasi”

Memasuki tahun keempatnya, forum ini tidak mau lagi terjebak dalam romantisme diskusi. Tahun ini, PTSG 2026 mengusung tema yang lebih bertenaga: “Regenerasi untuk Masa Depan”. Sebuah penegasan bahwa kita tidak lagi sekadar “mempertahankan” apa yang tersisa, melainkan “memperbaiki dan menumbuhkan kembali”.

Sebagai hotel pertama di Indonesia yang sukses menyabet sertifikasi bergengsi dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC), The Apurva Kempinski Bali sadar betul bahwa kenyamanan bintang lima harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab bumi yang lestari.

“Isu keberlanjutan ini tidak lagi menjadi tanggung jawab satu sektor semata. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi lintas industri untuk menghadirkan solusi yang berdampak nyata,” ungkap perwakilan manajemen The Apurva Kempinski Bali.

Ia menambahkan bahwa panggung PTSG 2026 kali ini dirancang lebih luas. Bukan cuma soal industri pariwisata, tetapi juga merangkul sektor keuangan, pertanian, pendidikan, hingga industri kreatif.

The Apurva Kempinski Bali menggelar Konferensi Path to Sustainable Growth 2026. (Foto: Dok. The Apurva Kempinski Bali)

Empat Pilar untuk Dampak Nyata

Jika tahun lalu konferensi ini sukses mengumpulkan lebih dari 250 profesional dan praktisi, maka tahun ini targetnya jauh lebih ambisius: menciptakan dampak yang terukur.

Baca Juga:

Untuk mewujudkannya, diskusi dan pergerakan di dalam forum akan dikerucutkan ke dalam empat pilar utama yang sangat dekat dengan kehidupan urban modern:

  • Mendaur Ulang: Mengubah apa yang terbuang menjadi peluang baru.
  • Membaharui Kehidupan: Mengembalikan keseimbangan ekosistem dan sosial.
  • Meregenerasi: Mengembangkan sistem yang bisa memulihkan dirinya sendiri.
  • Bijak Sumber Daya: Mengonsumsi energi dan air dengan penuh kesadaran.

Forum ini akan mempertemukan para pemimpin industri, praktisi, inovator, akademisi, hingga mahasiswa. Tujuannya satu: meleburkan sekat-sekat industri demi merumuskan solusi jangka panjang yang bisa langsung diaplikasikan.

Mencari ‘Benih’ Perubahan Lewat Program Inkubasi

Yang membuat PTSG 2026 terasa berbeda dan sangat dinanti oleh generasi muda adalah hadirnya program pendampingan bertajuk Seeds of Changes. Ini adalah bukti bahwa konferensi ini adalah sebuah pemantik aksi, bukan sekadar ruang bicara.

Program ini dirancang khusus untuk menjaring mahasiswa dan startup tahap awal (early-stage) yang memiliki ide-ide segar di bidang pariwisata regeneratif. Sejak dibuka pada Mei 2026 lalu, ratusan proposal berupa CV dan esai inovatif telah masuk ke meja dewan juri.

“Melalui inisiatif ini, Path to Sustainable Growth 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga melahirkan generasi baru inovator yang mampu mendorong transformasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” jelas pihak penyelenggara optimis.

Nantinya, 10 tim terbaik yang terpilih tidak hanya diundang untuk duduk di kursi konferensi, tetapi mereka juga akan masuk ke dalam “kawah candradimuka” program inkubasi intensif selama delapan minggu, mulai Juli hingga Agustus 2026.

Selama dua bulan tersebut, ide-ide mentah mereka akan diasah tajam oleh para mentor ahli. Mereka akan belajar tentang strategi bisnis, cara memperkuat dampak sosial, hingga bagaimana mematangkan strategi keberlanjutan agar proyek mereka tidak layu di tengah jalan.

Hadiah Puluhan Juta sebagai Modal Awal

Puncak dari petualangan ide ini akan tersaji pada Agustus 2026 melalui presentasi rencana bisnis final (Final Business Plan Presentation). Dua tim terbaik yang berhasil memukau para juri tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga modal segar:

  • Pemenang Pertama: Dukungan pendanaan sebesar Rp50.000.000
  • Pemenang Kedua: Dukungan pendanaan sebesar Rp20.000.000

Pada akhirnya, gerakan seperti Path to Sustainable Growth 2026 mengingatkan kita semua: gaya hidup ramah lingkungan bukan lagi tren musiman yang keren di media sosial. Ia adalah tiket kita bersama untuk memastikan bahwa keindahan Bali—dan bumi ini—masih bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Jadi, sudah siap menjadi bagian dari perubahan?