Home Lifestyle Ascott Soiree Kembali Hadir di Surabaya, Sajikan Symphony of Afternoon Tea dengan...

Ascott Soiree Kembali Hadir di Surabaya, Sajikan Symphony of Afternoon Tea dengan Sentuhan Musik Klasik dan Teh Artisan Bali

7
0
Ascott Soiree Kembali Hadir di Surabaya - sumber foto istimewa
Ascott Soiree Kembali Hadir di Surabaya - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Ascott Waterplace Surabaya kembali menghadirkan pengalaman seni dan budaya yang intimate lewat gelaran Ascott Soiree Event. Setelah sukses menggelar Tropical Flower Workshop pada Maret lalu, kali ini acara kembali hadir dengan konsep Elevated Afternoon Tea bertajuk The Symphony of Afternoon Tea yang memadukan seni musik klasik, budaya minum teh, hingga pengalaman sensory journey dalam suasana elegan dan hangat.

Acara yang berlangsung di Residents Lounge Ascott Waterplace Surabaya ini menjadi salah satu bentuk komitmen hotel dalam mendukung para seniman, pengrajin, komunitas, serta pelaku usaha lokal dan regional untuk lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan pengalaman afternoon tea biasa, para tamu juga diajak menyelami cerita budaya, musik, dan filosofi di balik setiap sajian teh artisan yang dibawa langsung dari Bali.

Ascott Soiree Jadi Ruang Pertemuan Seni dan Budaya

Gelaran Ascott Soiree tahun ini sekaligus menjadi perayaan menyambut Hari Musik Sedunia, momen spesial yang identik dengan apresiasi terhadap berbagai bentuk seni musik dari seluruh dunia. Untuk menghadirkan atmosfer yang lebih immersive, Ascott Waterplace Surabaya menghadirkan pertunjukan live instrumental violin dan cello yang dimainkan langsung di depan para tamu.

Suasana sore yang hangat perlahan berubah menjadi pengalaman afternoon tea yang terasa lebih emosional dan artistik. Alunan musik klasik berpadu dengan aroma teh artisan yang memenuhi ruangan menciptakan ambience yang menenangkan sekaligus mewah.

“Ini adalah tahun ketiga kami menggelar Ascott Soiree. Acara ini bukan hanya sekadar acara seni maupun budaya, tapi acara untuk mendekatkan dan menghubungkan audience dengan para seniman, budayawan dan komunitas, sehingga usaha pelestarian kekayaan seni, budaya dan kerajinan ini sekaligus mendekatkan kita sebagai manusia,” tutur Ana Maharti, perwakilan Ascott Waterplace Surabaya.

Acara ini dihadiri oleh belasan tamu domestik hingga tamu mancanegara dari China, India, dan Jepang yang menikmati pengalaman afternoon tea mulai sore hingga senja.

Tea Sensory Journey Bawa Tamu Menjelajahi Rasa Teh Bali

Dalam acara ini, Ascott Waterplace Surabaya berkolaborasi dengan Brew Me Tea, produsen teh artisan ramah lingkungan asal Bali. Para tamu tidak hanya menikmati tea pairing bersama kudapan spesial, tetapi juga mengikuti Tea Sensory Journey, sebuah pengalaman eksplorasi aroma, rasa, hingga cerita di balik setiap jenis teh yang disajikan.

Setiap peserta mendapatkan segelas teh dalam double wall glass lengkap dengan daun teh kering agar dapat menikmati aroma asli dari masing-masing varian teh.

Ascott Soiree Kembali Hadir di Surabaya - sumber foto istimewa
Ascott Soiree Kembali Hadir di Surabaya – sumber foto istimewa

Ada empat jenis teh yang diperkenalkan dalam sesi ini, yaitu White Peony Tea dan Organic Balinese Oolong sebagai single origin tea, serta Apple Pie Tea dan La Vie en Rose yang termasuk kategori blend tea.

Menurut Novita Nurul Hayah selaku Marketing Brew Me Tea, teh asal Bali memiliki karakter rasa yang unik dibanding teh dari daerah lain di Indonesia.

“Teh yang ditanam di Bali surprisingly punya rasa yang sangat bersih dan bertekstur halus, dengan sentuhan rasa fruity dan floral, serta memiliki sweet lingering aftertaste seperti rasa manis yang tertinggal di ujung lidah dan tenggorokan. Ini disebabkan oleh tanah vulkanik khas Bali,” jelas Novita.

Baca Juga:

Rahasia Teh Bali Ada pada Tanah Vulkanik dan Kabut Pegunungan

Urbie’s, ternyata cita rasa khas teh Bali tidak muncul begitu saja. Tanah vulkanik Bali yang kaya mineral mikro membantu tanaman teh menghasilkan senyawa asam amino seperti L-theanine dalam jumlah lebih tinggi. Senyawa inilah yang memberikan rasa umami sekaligus manis alami yang lebih terasa saat teh diseduh.

Selain itu, teh Bali juga ditanam di dataran tinggi lebih dari 1000 mdpl dengan suhu udara sejuk dan kondisi berkabut. Kabut alami tersebut memperlambat proses fotosintesis sehingga kadar katekin yang memicu rasa pahit pada teh menjadi lebih rendah.

Hasilnya, teh Bali memiliki karakter rasa yang lebih smooth, ringan, dan manis dengan aroma floral yang elegan.

Tea Pairing Hadirkan Perpaduan Kudapan Indonesia dan Barat

Tidak hanya menikmati teh, para tamu juga diajak merasakan pengalaman tea pairing dengan berbagai kudapan khas Indonesia dan western pastry.

White Peony Tea yang memiliki aroma bunga lembut dipadukan dengan Creamy Sus Galantine yang creamy namun tetap ringan. Sementara Organic Balinese Oolong Tea yang memiliki karakter nutty dan sedikit smoky dipasangkan dengan Kroket Ayam Jamur yang earthy dan gurih.

Apple Pie Tea menjadi salah satu favorit tamu karena menghadirkan aroma apel dan bunga marigold yang manis dan nostalgic, dipadukan dengan Pie Buah yang menghadirkan nuansa masa kecil yang hangat.

Sementara La Vie en Rose Tea tampil sebagai penutup dengan aroma mawar dan vanilla yang lembut, dipadukan bersama Raspberry Strawberry Macaron yang manis dan sedikit asam, menciptakan sensasi feminin klasik yang elegan.

Tamu Mancanegara Jatuh Cinta dengan Balinese Oolong dan La Vie en Rose

Selama acara berlangsung, para tamu terlihat antusias menikmati setiap varian teh yang disajikan. Banyak tamu mengaku terkesan dengan karakter rasa teh artisan Bali yang unik dan berbeda.

Mrs. Candice, tamu asal China, mengaku paling menyukai La Vie en Rose Tea karena aroma mawar yang terasa mewah dan feminin.

“Saya suka dengan La Vie en Rose, terasa mewah dan menawan, baunya juga harum mawar. Saya kebetulan suka mawar, jadi ini cocok dengan saya,” ujarnya.

Sementara itu, Mr. Shane Singh asal India mengaku jatuh hati dengan Organic Balinese Oolong Tea yang menurutnya memiliki rasa smoky dan nutty yang balance.

“Saya paling suka dengan Balinese Oolong, terasa smoky dan klasik, fresh, tidak membosankan karena perpaduannya balance, manis, nutty, smoky dan sedikit pahit,” tutur Shane Singh.

Ditutup dengan Pertunjukan Musik Klasik yang Elegan

Acara The Symphony of Afternoon Tea kemudian ditutup dengan penampilan lebih dari 12 musik klasik yang dibawakan oleh Lala Lili Musician. Mulai dari Salut d’Amour, Cinema Paradiso, Serenade to Spring, Always with Me, Dvořák Romantic Pieces Op 75 No 1 hingga lagu tradisional Jawa Tengah Lelo Ledung sukses menghadirkan suasana yang emosional dan hangat.

Melalui acara ini, Ascott Waterplace Surabaya berharap dapat terus menghadirkan pengalaman yang mempertemukan budaya, seni, musik, dan komunitas dalam suasana yang intimate dan bermakna.