Hi Urbie’s! Dunia seni kontemporer Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di panggung internasional. Seniman multidisiplin asal Yogyakarta, Candrani Yulis, resmi terpilih untuk berpartisipasi dalam Lyon Biennale of Contemporary Art ke-18 di Prancis, salah satu ajang seni kontemporer paling bergengsi di Eropa. Sebelum tampil di sana, publik Indonesia berkesempatan menyaksikan perjalanan kreatifnya melalui pameran tunggal bertajuk “Passage” yang digelar di Institut français d’Indonésie (IFI) Yogyakarta mulai 14 hingga 24 Juli 2026.
Pameran yang diselenggarakan oleh IFI bekerja sama dengan Ellipse Art Projects ini menjadi momen penting yang menampilkan evolusi praktik artistik Candrani sekaligus memberikan gambaran awal mengenai karya terbaru yang tengah ia siapkan untuk dipamerkan di Lyon, Prancis, pada September 2026 mendatang.
Menjadi Jembatan Menuju Ajang Seni Bergengsi di Prancis
Pameran “Passage” bukan sekadar menampilkan karya-karya seni, tetapi juga menjadi penanda perjalanan Candrani menuju panggung internasasional. Seniman asal Yogyakarta tersebut akan memamerkan karya commission art terbaru dalam Lyon Biennale of Contemporary Art ke-18, yang akan berlangsung mulai 19 September 2026 hingga 3 Januari 2027.
Didirikan pada tahun 1991, Lyon Biennale dikenal sebagai salah satu perhelatan seni kontemporer paling prestisius di Prancis. Ajang ini mempertemukan seniman dari berbagai belahan dunia untuk mengangkat isu-isu sosial, budaya, dan kemanusiaan melalui karya seni yang inovatif.
Terpilihnya Candrani menjadi bukti bahwa karya seniman Indonesia semakin mendapat perhatian di kancah internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan seni kontemporer global.
Bagian dari Kolaborasi Budaya Indonesia dan Prancis
Keikutsertaan Candrani di Lyon Biennale juga menjadi implementasi nyata dari Deklarasi Borobudur mengenai Strategi Budaya Bersama Indonesia-Prancis, yang diadopsi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron pada Mei 2025.
Deklarasi tersebut bertujuan mempererat hubungan budaya kedua negara melalui berbagai program residensi lintas disiplin, pertukaran seniman, penulis, hingga pembangunan jaringan profesional yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulannya adalah KOTA, sebuah program residensi yang dikembangkan bersama Cité internationale des arts di Paris. Melalui program ini, seniman Indonesia memperoleh kesempatan menjalani residensi dan pendampingan profesional di Prancis, sementara seniman Prancis turut berkontribusi dalam berbagai institusi budaya di Indonesia.
Candrani Yulis sendiri mengikuti residensi di Cité internationale des arts pada awal 2026. Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkannya terpilih sebagai peserta Lyon Biennale tahun ini.
Selain KOTA, Kedutaan Besar Prancis melalui IFI juga terus memperluas kolaborasi budaya melalui program residensi silang ADIR (Artist Designer in Residence) yang melibatkan IFI, CushCush Bali, dan Arcade France. Bahkan, program residensi penulis Rimbaud juga akan dimulai pada September 2026 dengan menghadirkan penulis Prancis di Semarang sebelum mengirim penulis Indonesia ke Villers-Cotterêts pada 2027.
Baca Juga:
- Lagi Demam Piala Dunia? Ini 7 Anime Olahraga yang Bikin Adrenalin Ikut Naik!
- Menemukan “Surga” Tersembunyi di Telaga Nirwana Rote, NTT (Plus Tips Biar Gak Gosong!)
- Sering Begadang dan Ngopi? Kisah dari Vietnam Ini Jadi Alarm Buat Gen Z Indonesia Soal Hipertensi
Program +E Dorong Seniman Perempuan Tampil di Kancah Global
Kesempatan Candrani tampil di Lyon Biennale tidak lepas dari dukungan Program +E, sebuah inisiatif yang dikembangkan oleh Ellipse Art Projects untuk membimbing, memproduksi, sekaligus mempromosikan seniman perempuan berbakat dari Asia Tenggara ke panggung internasional.
Pada edisi keduanya, Candrani dipasangkan dengan kurator sekaligus sejarawan seni Indonesia, Farah Wardani, yang menjadi mentor dalam proses pengembangan karya terbaru yang nantinya akan dipamerkan di Prancis.
Kolaborasi tersebut menghasilkan karya baru yang tidak hanya merepresentasikan perjalanan artistik Candrani, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perspektif perempuan Indonesia mampu berbicara dalam ruang seni kontemporer dunia.
Mengangkat Ingatan, Identitas, hingga Pengalaman Perempuan
Berbasis di Yogyakarta, Candrani Yulis dikenal sebagai seniman multidisiplin yang mengolah berbagai medium, mulai dari instalasi, fotografi, hingga video.
Sejak mulai aktif berpameran pada 2018, ia konsisten mengembangkan praktik seni berbasis riset yang mengeksplorasi tema-tema seperti ingatan, identitas, sistem keyakinan, hingga pengalaman perempuan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia.
Melalui karya-karyanya, Candrani tidak berusaha memberikan jawaban mutlak. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan berbagai norma yang selama ini dianggap wajar sekaligus membuka ruang dialog dari beragam sudut pandang.
Kurator pameran sekaligus mentor Program +E, Farah Wardani, menjelaskan bahwa “Passage” mencerminkan perjalanan Candrani dalam proses “belajar dan melepaskan apa yang telah dipelajari”. Menurutnya, karya-karya tersebut mengajak publik merenungkan identitas, keyakinan, serta berbagai norma sosial yang membentuk kehidupan sehari-hari tanpa memaksakan satu kebenaran.
Gratis untuk Umum Selama Jogja Art Week
Bagi Urbie’s yang ingin menikmati langsung karya-karya Candrani Yulis, pameran “Passage” akan dibuka mulai 14 Juli 2026 pukul 18.00 WIB di IFI Yogyakarta dan berlangsung hingga 24 Juli 2026 sebagai bagian dari Jogja Art Week.
Pameran ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Pengunjung dapat datang setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
Melalui pameran ini, publik tidak hanya dapat melihat perjalanan artistik Candrani Yulis menuju Lyon Biennale, tetapi juga memahami bagaimana seni mampu menjadi jembatan dialog lintas budaya antara Indonesia dan Prancis. Dukungan terhadap talenta-talenta muda seperti Candrani menjadi bukti bahwa kolaborasi budaya internasional dapat membuka lebih banyak peluang bagi seniman Indonesia untuk bersinar di panggung dunia.


















































