Home Highlight Lonjakan Avtur Tekan Maskapai, Tiket Pesawat Naik Hingga 13%

Lonjakan Avtur Tekan Maskapai, Tiket Pesawat Naik Hingga 13%

108
0
Lonjakan Avtur Tekan Maskapai, Tiket Pesawat Naik Hingga 13%
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s, belakangan ini kamu mungkin mulai merasa harga tiket pesawat domestik makin “terbang tinggi”. Yup, fenomena ini memang sedang terjadi dan jadi perhatian banyak pihak, terutama buat kamu yang sering bepergian, baik untuk liburan maupun urusan pekerjaan.

Kenaikan harga tiket pesawat ini ternyata bukan tanpa alasan. Salah satu faktor utama yang memicu lonjakan tersebut adalah naiknya harga avtur di pasar global. Avtur sendiri merupakan bahan bakar utama pesawat, dan porsinya cukup besar dalam struktur biaya operasional maskapai, yaitu sekitar 40%. Karena avtur di Indonesia tidak disubsidi, harganya mengikuti pergerakan pasar internasional. Jadi ketika harga global naik, dampaknya langsung terasa ke harga tiket.

Pemerintah pun mengakui bahwa kondisi ini sulit dihindari. Namun, bukan berarti dibiarkan begitu saja. Ada upaya serius untuk memastikan kenaikan harga tiket tetap dalam batas yang wajar. Saat ini, pemerintah berusaha menjaga kenaikan tarif pesawat domestik berada di kisaran 9 hingga 13%. Tujuannya jelas, agar masyarakat tetap bisa menjangkau transportasi udara tanpa terbebani secara berlebihan.

Untuk meredam dampak kenaikan ini, sejumlah kebijakan telah diterapkan. Salah satunya adalah pembatasan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar. Pemerintah menetapkan batas maksimal fuel surcharge hingga 38%, sehingga maskapai tidak bisa menaikkan biaya tambahan ini secara sembarangan.

Baca Juga:

Selain itu, ada juga kebijakan yang cukup membantu, yaitu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11% untuk tiket kelas ekonomi domestik. Dengan adanya insentif ini, sebagian beban pajak yang seharusnya ditanggung penumpang dialihkan ke pemerintah. Total anggaran yang disiapkan untuk kebijakan ini pun tidak kecil, mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi “penyeimbang” di tengah tekanan kenaikan harga avtur. Jadi meskipun ada kenaikan tarif, dampaknya ke kantong masyarakat bisa sedikit lebih ringan.

Tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas industri penerbangan. Salah satunya adalah memberikan insentif bea masuk nol persen untuk suku cadang pesawat. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan biaya perawatan dan operasional maskapai, sehingga ke depannya harga tiket bisa lebih terkendali.

Urbie’s, kondisi ini menunjukkan bahwa industri penerbangan sangat dipengaruhi oleh dinamika global. Namun di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya mencari titik tengah antara keberlanjutan bisnis maskapai dan kemampuan masyarakat dalam membeli tiket.