Home Highlight Green Line Bakal Makin Ngebut! Headway Ditargetkan 3 Menit, KRL Rangkasbitung Siap...

Green Line Bakal Makin Ngebut! Headway Ditargetkan 3 Menit, KRL Rangkasbitung Siap Pakai 12 Gerbong

14
0
ilustrasi Green Line KRL Tanah Abang Rangkas Bitung - sumber foto istimewa
ilustrasi Green Line KRL Tanah Abang Rangkas Bitung - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Buat kamu yang setiap hari berjuang di tengah padatnya Commuter Line Green Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung, ada kabar yang patut disambut dengan antusias. Jalur yang selama ini dikenal sebagai salah satu lintas tersibuk di Jabodetabek akhirnya menjadi fokus utama pengembangan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Bukan sekadar menambah jumlah perjalanan, PT KAI bersama Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan transformasi besar-besaran. Mulai dari peningkatan kapasitas listrik, pembangunan gardu traksi baru, modernisasi sistem persinyalan, hingga target pengoperasian rangkaian 12 gerbong yang selama ini dinantikan para pengguna.

Kalau seluruh rencana berjalan sesuai target, pengalaman naik KRL Green Line beberapa tahun ke depan bakal terasa jauh berbeda. Waktu tunggu semakin singkat, kapasitas penumpang bertambah, dan kepadatan yang selama ini menjadi keluhan diharapkan bisa berkurang secara signifikan.

Green Line Jadi Prioritas Utama PT KAI

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menetapkan Green Line sebagai prioritas utama dalam program peningkatan kapasitas jaringan Commuter Line.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Jalur Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi salah satu lintas dengan tingkat kepadatan penumpang yang sangat tinggi, bahkan mencapai 161 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna sudah melampaui kapasitas ideal layanan. Pada jam sibuk, kondisi gerbong sering kali dipenuhi penumpang hingga ruang gerak menjadi sangat terbatas.

Situasi ini mendorong PT KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, bukan hanya menambah jadwal perjalanan.

Target Headway Dipangkas Jadi 3–4 Menit

Salah satu perubahan paling menarik adalah target pengurangan headway, atau jarak waktu antar kereta.

Saat ini, pengguna Green Line masih harus menunggu sekitar 10 menit untuk kedatangan kereta berikutnya.

Melalui modernisasi sistem persinyalan, PT KAI menargetkan waktu tunggu tersebut dapat dipangkas drastis menjadi hanya sekitar 3 hingga 4 menit.

Artinya, frekuensi perjalanan KRL akan meningkat signifikan.

Bagi para komuter yang setiap pagi berangkat menuju Jakarta maupun pulang ke wilayah Tangerang dan Banten, perubahan ini berpotensi mengurangi penumpukan penumpang di stasiun sekaligus membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

Saatnya Green Line Naik Kelas ke 12 Gerbong

Selama ini Green Line masih menjadi salah satu lintas yang menggunakan rangkaian 10 gerbong.

Sementara itu, beberapa jalur Commuter Line lainnya telah lebih dahulu mengoperasikan rangkaian 12 gerbong sehingga mampu mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan.

Melihat tingginya permintaan, PT KAI kini menargetkan seluruh rangkaian Green Line nantinya dapat menggunakan formasi 12 gerbong (12 SF).

Dengan penambahan dua gerbong di setiap rangkaian, kapasitas angkut diperkirakan meningkat secara signifikan.

Langkah ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi lonjakan penumpang yang terus bertambah setiap tahunnya.

Namun, perubahan tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja.

Dibutuhkan peningkatan infrastruktur agar jaringan mampu mendukung operasional kereta yang lebih panjang.

Infrastruktur Listrik Ikut Dirombak

Salah satu pekerjaan terbesar yang sedang dilakukan adalah peningkatan sistem kelistrikan.

Saat ini kapasitas Listrik Aliran Atas (LAA) di lintas Rangkasbitung masih berada di kisaran 3.000 volt.

Ke depan, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 4.000 volt agar mampu memasok kebutuhan energi rangkaian 12 gerbong.

Selain itu, PT KAI bersama pemerintah juga akan membangun 11 gardu traksi baru.

Keberadaan gardu traksi ini sangat penting karena berfungsi menjaga kestabilan suplai listrik bagi operasional KRL yang lebih panjang dan memiliki konsumsi daya lebih besar.

Tanpa peningkatan kelistrikan, pengoperasian 12 gerbong tidak dapat dilakukan secara optimal.

Baca Juga:

Peron Stasiun Juga Akan Diperpanjang

Transformasi Green Line tidak hanya terjadi pada rel dan sistem listrik.

Peron di sejumlah stasiun juga akan diperpanjang agar dapat mengakomodasi rangkaian 12 gerbong.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam proyek pembenahan karena panjang peron harus sesuai dengan dimensi kereta agar proses naik dan turun penumpang tetap aman.

Dengan adanya peron yang lebih panjang, seluruh pintu kereta nantinya dapat digunakan secara maksimal sehingga proses pertukaran penumpang menjadi lebih cepat.

Efeknya, waktu berhenti kereta di setiap stasiun juga bisa lebih efisien.

Target Rampung Tahun 2027

PT KAI menargetkan seluruh proses peningkatan infrastruktur, termasuk elektrifikasi dan kesiapan operasional 12 gerbong, dapat selesai pada 2027.

Meski membutuhkan waktu, proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu peningkatan layanan terbesar di jaringan Commuter Line Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi jutaan pengguna yang setiap hari mengandalkan Green Line sebagai moda transportasi utama, proyek ini tentu menjadi kabar baik.

Tak hanya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, peningkatan frekuensi kereta juga diharapkan mampu mengurangi antrean panjang di stasiun, menekan kepadatan di dalam gerbong, dan meningkatkan ketepatan waktu perjalanan.

Masa Depan Green Line yang Lebih Nyaman

Selama bertahun-tahun, Green Line menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dari wilayah Rangkasbitung, Serpong, Parung Panjang, hingga Tanah Abang.

Pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat membuat jalur ini membutuhkan pembenahan besar agar tetap mampu melayani kebutuhan masyarakat.

Kini, melalui peningkatan kapasitas listrik, pembangunan gardu traksi, modernisasi persinyalan, hingga rencana penggunaan rangkaian 12 gerbong, Green Line bersiap memasuki babak baru.

Bagi Urbie’s yang sehari-hari mengandalkan Commuter Line, perubahan ini tentu menjadi harapan baru. Jika seluruh target tercapai pada 2027, perjalanan yang dulu identik dengan gerbong penuh sesak dan waktu tunggu yang cukup lama perlahan akan berubah menjadi layanan transportasi massal yang lebih cepat, lebih lega, dan semakin nyaman untuk menemani aktivitas harian.