Home News 20 Tahun Indofood Riset Nugraha, Cetak Peneliti Muda dan Inovasi Pangan Lokal...

20 Tahun Indofood Riset Nugraha, Cetak Peneliti Muda dan Inovasi Pangan Lokal Indonesia

9
0
Stefanus Indrayana, Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk (dua dari kiri), Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN (tengah), Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany, alumni IRN yang kini berkiprah sebagai Guru Besar ITB (dua dari kanan), Mariska Priscilla, alumni IRN yang berkaier sebagai profesional R&D berbagi cerita dalam acara “Temu Kangen Alumni IRN” di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto: Dok. Indofood)
Iklan Top Ad

Hi Urbie’s! Di tengah tantangan pangan global dan kebutuhan inovasi berbasis lokal yang semakin mendesak, lahirnya generasi peneliti muda Indonesia menjadi harapan besar bagi masa depan bangsa. Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini pun terasa relevan ketika semangat anak muda tak lagi hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga tumbuh di laboratorium, komunitas riset, hingga industri pangan nasional.

Selama dua dekade terakhir, PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) konsisten membuka jalan bagi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan ide-ide penelitian yang dekat dengan potensi pangan lokal dan kebutuhan masyarakat. Program ini bukan sekadar bantuan dana riset, melainkan ruang tumbuh bagi calon inovator pangan masa depan.

Tahun 2026 menjadi penanda penting bagi IRN. Program yang pertama kali diluncurkan pada 2006 ini resmi memasuki usia ke-20 tahun, sekaligus memperkuat komitmen Indofood dalam mendukung lahirnya generasi scientific-preneur muda Indonesia yang inovatif dan adaptif.

“Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur yang inovatif, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dua Dekade Menumbuhkan Peneliti Muda Indonesia

Perjalanan IRN berakar dari Program Bogasari Nugraha yang telah hadir sejak 1998 melalui Bogasari Flour Mills. Fokus awalnya adalah mendukung penelitian berbasis gandum dan tepung terigu. Seiring berkembangnya kebutuhan industri dan potensi pangan Nusantara, program ini berevolusi menjadi Indofood Riset Nugraha dengan cakupan riset yang jauh lebih luas.

Selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 riset mahasiswa dari lebih 200 universitas di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Tidak hanya memberikan dukungan finansial, IRN juga menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan para pakar lintas disiplin ilmu. Mulai dari bidang teknologi pangan, pertanian, gizi dan kesehatan, hingga genetika molekuler dan praktisi industri, seluruhnya terlibat aktif dalam proses pendampingan riset.

Menurut Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, tantangan masa depan Indonesia membutuhkan generasi peneliti yang berani bereksplorasi dan mampu memaksimalkan potensi lokal menjadi solusi nyata.

“IRN hadir bukan hanya mendukung riset akademik, tetapi juga membangun pola pikir yang kritis, kreatif, berani dan inovatif, agar mahasiswa mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Memasuki tahun ke-20, Indofood memastikan Program Indofood Riset Nugraha akan kembali hadir untuk periode 2026–2027. (Foto: Dok. Indofood)

Ketika Pangan Lokal Menjadi Solusi Masa Depan

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas pangan yang luar biasa. Sayangnya, tidak semua potensi tersebut telah diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Di sinilah IRN mengambil peran penting.

Melalui tema besar “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”, mahasiswa didorong untuk menggali bahan pangan khas daerah menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Baca Juga:

Konsep pangan fungsional sendiri kini menjadi perhatian global karena tidak hanya berfungsi sebagai sumber nutrisi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan tambahan. Potensi ini dinilai sangat besar di Indonesia yang kaya akan rempah, umbi-umbian, tanaman herbal, hingga sumber protein alternatif lokal.

“Riset harus mampu mentransformasi potensi pangan lokal menjadi solusi pangan masa depan yang meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi,” tambah Prof. Purwiyatno.

Pendekatan kolaboratif antara dunia usaha dan akademik yang dibangun IRN juga menjadi salah satu kekuatan utama program ini. Indofood memandang riset kampus bukan sekadar kegiatan ilmiah, tetapi fondasi penting bagi inovasi industri yang berkelanjutan.

Dari Alumni IRN hingga Menembus Dunia Internasional

Jejak keberhasilan IRN terlihat dari kiprah para alumninya yang kini tersebar di berbagai sektor. Ada yang menjadi akademisi, peneliti, profesional industri, hingga entrepreneur berbasis inovasi pangan.

Alumni IRN angkatan 2004 yang kini berkiprah sebagai Guru Besar ITB dan peneliti, Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany mengaku pengalaman mengikuti IRN ikut membentuk pola pikir ilmiah yang kritis dan sistematis dalam perjalanan kariernya sebagai peneliti.

“IRN membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kritis, sistematis dan selalu mengedepankan semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, alumni IRN angkatan 2017 yang kini bergabung dalam tim R&D Indofood, Mariska Priscilla menilai proses pendampingan bersama tim pakar membuat riset terasa lebih aplikatif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.

Kisah lain datang dari Ratu Salsabila Astrakusuma alumni IRN angkatan 2023 yang kini melanjutkan kiprah sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis.

“IRN memberikan fondasi keberanian bagi saya untuk mengembangkan berbagai potensi pangan menjadi peluang inovasi yang berdaya saing,” katanya.

Raih Penghargaan Nasional hingga Internasional

Dedikasi IRN dalam mendukung pendidikan dan pengembangan riset juga mendapat pengakuan luas. Program ini pernah meraih berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2010 dari Enterprise Asia, Penghargaan Peduli Pendidikan Kemendikbud RI 2011, hingga penghargaan Tempo 2024 untuk kategori The Best CEO Outstanding Support for Student Academic Research bagi CEO Indofood.

Penghargaan tersebut mempertegas posisi IRN sebagai salah satu program pengembangan riset mahasiswa yang konsisten dan berkelanjutan di Indonesia.

IRN 2026–2027 Segera Dibuka

Memasuki tahun ke-20, Indofood memastikan Program Indofood Riset Nugraha akan kembali hadir untuk periode 2026–2027.

Rangkaian program akan dimulai dengan sosialisasi ke berbagai universitas pada Juni 2026. Pendaftaran dibuka hingga akhir Agustus 2026, dilanjutkan proses seleksi oleh tim pakar IRN.

Pengumuman penerima dana riset dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2026. Program kemudian ditutup melalui signing ceremony dan Simposium Pangan Nasional IRN pada Oktober 2026.

Melalui perjalanan panjang ini, Indofood berharap IRN terus menjadi ruang lahirnya inovator muda Indonesia yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat masa depan pangan nasional.