Home Entertainment Viral! Trio Musisi Prancis Courseval Ini Ubah Lagu Pop Modern Jadi Musik...

Viral! Trio Musisi Prancis Courseval Ini Ubah Lagu Pop Modern Jadi Musik Abad Pertengahan, Hasilnya Bikin Merinding

4
0
Trio Musisi Prancis Courseval Ini Ubah Lagu Pop Modern Jadi Musik Abad Pertengahan - sumber foto Instagram/coursevalbardcor
Trio Musisi Prancis Courseval Ini Ubah Lagu Pop Modern Jadi Musik Abad Pertengahan - sumber foto Instagram/coursevalbardcor
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Bayangkan kalau lagu pop modern seperti “Take On Me” milik a-ha ternyata dibuat bukan di era synthesizer dan musik elektronik, melainkan di sebuah kastil megah Prancis pada abad ke-15.

Tidak ada autotune. Tidak ada drum machine. Tidak ada beat elektronik modern.

Yang terdengar justru alunan lute, harpa, seruling, tamborin, hingga alat musik tradisional abad pertengahan yang biasa dimainkan para minstrel kerajaan.

Terdengar aneh? Justru itulah yang membuat trio musik asal Normandy, Prancis, bernama Courseval viral di internet.

Kelompok musik unik ini sukses mencuri perhatian publik global setelah mengubah lagu-lagu pop, rap, hingga dance modern menjadi versi medieval yang terdengar seperti soundtrack pesta kerajaan di era abad pertengahan.

Dan hasilnya? Surprisingly addictive.

Lagu Pop Modern Disulap Jadi Anthem Medieval

Berbeda dari kebanyakan cover lagu yang hanya mengganti aransemen biasa, Courseval benar-benar membangun ulang identitas lagu modern agar terasa seperti berasal dari masa lalu.

Mereka menggunakan berbagai instrumen tradisional khas Eropa abad pertengahan seperti lute, flute, harp, vièle, dan tambourine untuk menciptakan nuansa autentik medieval.

Semua elemen modern seperti synth, bass elektronik, hingga efek digital dihilangkan sepenuhnya.

Hasil akhirnya membuat lagu-lagu populer terdengar seperti musik yang dimainkan di aula kerajaan, festival rakyat abad pertengahan, atau jamuan makan para bangsawan.

Yang paling menarik, meski diubah total secara musikal, lagu-lagu tersebut tetap terasa familiar di telinga pendengar modern.

Dan justru di situlah daya tarik besar mereka.

Cover “Take On Me” Jadi Viral di Internet

Popularitas Courseval meledak pada Mei 2026 lewat cover lagu “Take On Me”.

Video tersebut direkam di Old Mill of Vernon, sebuah lokasi klasik di tepi Sungai Seine, Prancis, yang memiliki nuansa sangat sinematik dan historis.

Visual kastil tua, pakaian medieval, serta permainan alat musik tradisional sukses membuat video itu terasa seperti portal waktu menuju Eropa abad pertengahan.

Tak butuh waktu lama, video mereka langsung viral di media sosial dan menarik jutaan penonton.

Banyak netizen menyebut musik mereka terasa seperti “Spotify untuk para ksatria kerajaan” atau “lagu TikTok versi abad ke-15”.

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana kreativitas unik masih menjadi salah satu kekuatan terbesar di era internet saat ini.

Baca Juga:

Ternyata Anggotanya Memang Pecinta Dunia Medieval

Di balik konsep unik tersebut, ternyata para personel Courseval memang punya hubungan dekat dengan budaya abad pertengahan.

Grup ini terdiri dari Justin Langlois, Jocelyn Daprey, dan Armand Delaville.

Masing-masing memiliki peran berbeda dalam membangun identitas musikal Courseval.

Justin bertanggung jawab dalam penulisan lagu, komposisi, sekaligus pembuatan video visual mereka. Armand fokus pada proses produksi dan recording agar musik medieval mereka tetap terdengar modern dan berkualitas tinggi.

Sementara Jocelyn mungkin jadi sosok paling unik di antara mereka.

Di luar panggung musik, ia ternyata ikut mengelola asosiasi reenactment medieval di Prancis. Ia juga aktif mengikuti pertarungan full-armour combat menggunakan zirah besi lengkap ala ksatria abad pertengahan.

Dan yang paling gila, Jocelyn juga membangun trebuchet berukuran asli—alat pelontar batu raksasa yang biasa digunakan dalam peperangan abad pertengahan.

Yes, Urbie’s. Mereka benar-benar hidup dalam vibe medieval.

Tampil di Kastil hingga Festival Medieval Prancis

Kesuksesan viral di internet membuat Courseval kini semakin sering tampil di berbagai acara budaya di Prancis.

Mereka rutin mengisi pertunjukan di kastil, biara tua, hingga festival medieval besar seperti Azincourt dan Hambye Abbey.

Dan menariknya, konsep mereka ternyata berhasil menjangkau dua generasi sekaligus.

Generasi muda tertarik karena mereka membawakan lagu pop modern dengan cara yang fresh dan unik. Sementara penikmat sejarah dan budaya menyukai bagaimana mereka menjaga nuansa autentik musik abad pertengahan.

Perpaduan dua dunia inilah yang membuat Courseval terasa berbeda dibanding grup cover biasa.

Musik Nostalgia Bertemu Fantasi Medieval

Fenomena Courseval juga memperlihatkan satu hal menarik: publik modern ternyata masih sangat tertarik pada estetika medieval.

Mulai dari serial fantasi, game RPG, hingga festival cosplay kerajaan, budaya abad pertengahan memang kembali populer dalam beberapa tahun terakhir.

Courseval berhasil menangkap tren tersebut dan menggabungkannya dengan nostalgia musik pop yang sudah dikenal banyak orang.

Hasilnya adalah pengalaman musik yang terasa unik, lucu, artistik, sekaligus surprisingly emotional.

Karena ketika lagu modern diubah menjadi musik medieval, pendengar seperti diajak membayangkan dunia lain—dunia kastil batu, obor menyala, ksatria berkuda, dan pesta kerajaan megah.

Kreativitas Unik Masih Jadi Raja di Era Internet

Di tengah lautan konten media sosial yang serba cepat dan repetitif, kesuksesan Courseval menjadi bukti bahwa kreativitas orisinal masih punya tempat besar di internet.

Mereka tidak menciptakan lagu baru. Mereka hanya melihat musik populer dari sudut pandang berbeda—dan ternyata itu cukup untuk membuat dunia jatuh cinta.

Jadi Urbie’s, kalau suatu hari kamu mendengar lagu pop favoritmu dimainkan dengan lute dan seruling abad pertengahan… mungkin itu karya dari Courseval.

Dan jujur saja, vibe-nya memang keren banget.