Home Entertainment ATARASHII GAKKO! dan Pemerintah Jepang Bahas Masa Depan Musik Global, Apa Dampaknya...

ATARASHII GAKKO! dan Pemerintah Jepang Bahas Masa Depan Musik Global, Apa Dampaknya Buat Artis?

9
0
ATARASHII GAKKO dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang, Masahito Moriyam - sumber foto Instagram/japan_leaders
ATARASHII GAKKO dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang, Masahito Moriyam - sumber foto Instagram/japan_leaders
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Baru-baru ini, grup fenomenal ATARASHII GAKKO! bertemu langsung dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang, Masahito Moriyama, untuk membahas revisi undang-undang hak cipta yang saat ini tengah didorong pemerintah Jepang.

Pertemuan tersebut juga melibatkan organisasi CEIPA, kelompok yang fokus mendukung perkembangan dan ekspansi global musik Jepang.

Dan menariknya Urbie’s, pembahasan mereka bukan cuma soal hukum semata. Tetapi juga tentang masa depan para artis Jepang di panggung internasional.

Masalah Lama Industri Musik Jepang

Selama bertahun-tahun, musik Jepang sebenarnya memiliki pengaruh global yang sangat besar.

Mulai dari anime soundtrack, city pop, J-pop, hingga grup modern seperti ATARASHII GAKKO! yang kini makin populer secara internasional.

Namun ada satu masalah besar yang selama ini cukup jarang dibahas publik: banyak artis Jepang belum mendapatkan kompensasi optimal ketika karya mereka digunakan di luar negeri.

Dalam sistem lama Jepang, hak bagi performer dan produser rekaman terkait penggunaan musik di ruang publik internasional masih belum sepenuhnya terakomodasi.

Akibatnya, meski lagu mereka populer dan diputar di restoran, toko, atau berbagai tempat publik di luar negeri, para artis sering kali tidak menerima pembagian royalti yang seharusnya.

Dan inilah yang ingin diperbaiki lewat revisi undang-undang hak cipta terbaru Jepang.

Apa yang Akan Berubah?

Lewat revisi “Undang-Undang Hak Cipta” yang sedang diupayakan lolos di parlemen Jepang, para performer dan produser musik nantinya akan memiliki hak lebih kuat untuk menerima kompensasi atas penggunaan rekaman musik mereka.

Sederhananya, jika lagu diputar sebagai background music di restoran, pusat perbelanjaan, atau tempat publik lainnya, artis dan pihak terkait bisa memperoleh pembagian royalti secara lebih adil.

Sistem seperti ini sebenarnya sudah diterapkan di banyak negara lain selama bertahun-tahun.

Namun di Jepang, regulasi tersebut masih tertinggal.

Karena itu, pemerintah Jepang kini mulai serius mengejar ketertinggalan agar para musisi lokal bisa lebih terlindungi ketika melakukan ekspansi global.

ATARASHII GAKKO! Ikut Suarakan Perspektif Artis

Dalam pertemuan tersebut, para member ATARASHII GAKKO! juga membagikan pandangan mereka sebagai artis yang aktif tampil di luar Jepang.

Member MIZYU mengatakan bahwa meskipun seorang performer tidak menciptakan lagu secara langsung, mereka tetap memiliki ikatan emosional mendalam terhadap setiap karya yang dibawakan.

Baginya, perhatian pemerintah terhadap perlindungan hak artis terasa sangat positif dan memberi harapan baru bagi para musisi.

Sementara itu, RIN juga menyampaikan bahwa selama ini mereka terus merasakan pentingnya menciptakan karya sendiri dan ingin agar semangat tersebut bisa sampai ke lebih banyak orang di seluruh dunia.

Pernyataan mereka memperlihatkan bagaimana generasi artis Jepang modern kini semakin sadar terhadap pentingnya hak kreatif dan perlindungan karya di era digital global.

Perbedaan Fans Jepang dan Internasional

Salah satu momen menarik dalam diskusi tersebut terjadi ketika Menteri Moriyama bertanya kepada para member tentang pengalaman tampil di luar negeri.

KANON menjelaskan bahwa atmosfer konser di Jepang dan luar negeri terasa sangat berbeda.

Menurutnya, budaya Jepang yang terbiasa dengan disiplin kelompok membuat penonton konser di Jepang sering bergerak dengan ritme yang serempak dan harmonis.

Ia bahkan mencontohkan bagaimana fans Jepang bisa secara alami melakukan gerakan yang sinkron bersama-sama saat konser berlangsung.

Dan dari atas panggung, pemandangan itu terasa sangat indah bagi mereka.

Meski begitu, KANON juga menegaskan bahwa mereka mencintai kedua atmosfer tersebut—baik energi liar konser internasional maupun kekompakan khas Jepang.

Baca Juga:

Pesan Mendalam dari SUZUKA

Di akhir sesi, member SUZUKA memberikan pesan yang cukup emosional untuk generasi muda.

Ia berharap anak muda tetap menghargai pengalaman nyata dan terus membuka diri terhadap seni, musik, dan berbagai pengalaman kreatif.

Menurutnya, seni memberikan sensasi abstrak yang sangat penting bagi manusia dan perasaan tersebut tidak boleh hilang di tengah dunia modern yang semakin digital.

Pesan itu terasa sangat relevan di era sekarang, ketika musik sering kali hanya menjadi konten cepat di media sosial tanpa benar-benar dinikmati secara mendalam.

Jepang Sedang Menyiapkan Masa Depan Musiknya

Langkah pemerintah Jepang ini sebenarnya menunjukkan sesuatu yang lebih besar.

Jepang tampaknya mulai menyadari bahwa musik bukan sekadar industri hiburan domestik, tetapi juga aset budaya global yang punya nilai ekonomi besar.

Dengan semakin populernya artis Jepang di dunia internasional, perlindungan hak cipta dan sistem royalti menjadi semakin penting.

Dan lewat dukungan terhadap artis seperti ATARASHII GAKKO!, Jepang terlihat ingin memastikan para kreator mereka bisa berkembang secara global tanpa kehilangan hak atas karya mereka sendiri.

Masa Depan Musik Global yang Lebih Adil?

Di tengah era streaming dan globalisasi digital, isu hak cipta kini memang menjadi salah satu tantangan terbesar industri musik dunia.

Karena ketika musik bisa diputar di mana saja dalam hitungan detik, pertanyaan terbesar bukan lagi soal distribusi—tetapi soal bagaimana memastikan kreator tetap mendapatkan hak yang layak.

Dan mungkin, langkah Jepang ini bisa menjadi contoh penting bagaimana negara mulai lebih serius melindungi para seniman di era global modern.