Aktor Dion Wiyoko saat konsultasi dan memeriksa kesehatan mulut dan gigi di acara Pepsodent GumExpert Lab di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok. Unilever)
Iklan Top Ad
Hi Urbie’s! Sebagai seorang aktor papan atas sekaligus ayah muda dengan segudang kesibukan, penampilan prima dan kenyamanan tubuh adalah modal utama bagi Dion Wiyoko. Namun, siapa sangka jika rutinitas padatnya sempat terganggu bukan karena cedera berat, melainkan karena masalah di area mulut yang sering kali kita sepelekan: gusi bengkak.
Pengalaman kurang menyenangkan ini sukses menjadi momen tamparan keras bagi Dion, yang akhirnya menyadari bahwa rahasia senyum sehat dan kebugaran tubuh jangka panjang bukan cuma soal memiliki gigi yang putih bersih.
Drama Gusi Bengkak yang Mengganggu Aktivitas
Bagi sebagian besar orang, termasuk Dion di masa lalu, fokus perawatan rongga mulut biasanya hanya tertuju pada gigi yang tampak dari luar. Kita rela menyikat gigi berkali-kali demi estetika, namun sering kali melupakan jaringan merah muda yang menjadi fondasinya.
Dion mengaku baru benar-benar membuka mata setelah merasakan sendiri bagaimana gusi yang bermasalah bisa langsung merusak suasana hati dan mengacaukan produktivitasnya sehari-hari.
“Semakin bertambah usia, kita ingin tetap sehat dan nyaman beraktivitas. Saya belajar bahwa menjaga gusi sama pentingnya dengan menjaga gigi,” ujar Dion dengan nada reflektif saat berbagi ceritanya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Berkaca dari pengalamannya, aktor film ternama ini kini jauh lebih protektif terhadap kesehatan mulutnya. Ia memandang kenyamanan mengunyah dan berbicara tanpa rasa nyeri sebagai investasi berharga untuk kualitas hidupnya di masa depan.
Aktor Dion Wiyoko di acara Konferensi Pers Pepsodent GumExpert Lab di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok. Unilever)
“Musuh Dalam Selimut” yang Mengintai Tubuh
Apa yang dialami Dion Wiyoko sebenarnya adalah fenomena gunung es yang banyak menimpa masyarakat urban. Kita sering kali kecolongan karena masalah gusi adalah tipe gangguan yang berjalan tanpa suara alias minim gejala di fase awal.
Hadir dalam kesempatan yang sama, drg. Ines Augustina Sumbayak, Sp.Perio, seorang Dokter Gigi Spesialis Periodonsia dari Audy Dental, membenarkan bahwa kondisi seperti gingivitis (radang gusi ringan) kerap diabaikan karena tidak menimbulkan rasa sakit.
“Jika tidak ditangani, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis yang lebih serius dan bersifat permanen. Pada tahap ini, perawatannya menjadi lebih kompleks dan membutuhkan biaya yang lebih besar,” jelas drg. Ines dalam Konferensi Pers Pepsodent GumExpert Lab di Jakarta.
Talk show di acara Pepsodent GumExpert Lab di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok. Unilever)
Lebih lanjut, drg. Ines memaparkan bahwa keluhan yang sering kita keluhkan—seperti gigi sensitif, nyeri saat mengunyah, gigi goyang, hingga bau mulut—akar masalahnya sering kali bukan di gigi, melainkan di gusi. Bahkan, bakteri dari infeksi gusi kronis bisa masuk ke aliran darah dan memicu penyakit berat seperti diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.
Terinspirasi dari pentingnya edukasi dini seperti yang dialami Dion, Pepsodent berkolaborasi dengan Audy Dental, Guardian, serta didukung oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menggelar acara Pepsodent GumExpert Lab pada 4-7 Juni 2026 di Jakarta.
Acara ini dibuat sangat interaktif dan ramah bagi kaum urban. Selain bisa melakukan konsultasi dan pemeriksaan gigi gratis, pengunjung juga bisa mencoba teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kondisi gusi secara instan.
Ketua Pengurus Besar PDGI, Usman Sumantri, yang turut mendukung gerakan ini, menegaskan bahwa edukasi langsung ke masyarakat adalah kunci utama pencegahan.
“Kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan agar kesehatan gusi tidak lagi dipandang sebagai hal yang sepele,” tutur Usman.
Belajar dari pengalaman Dion Wiyoko, merawat gusi sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan antara lain:
Menyikat gigi dua kali sehari secara rutin, masing-masing selama dua menit.
Menggunakan pasta gigi yang tepat, seperti rangkaian produk Pepsodent Gum Expert yang diformulasikan khusus untuk menutrisi jaringan penyangga gigi.
Melakukan kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Pengalaman Dion Wiyoko mengingatkan kita semua bahwa senyum yang menawan di hari tua tidak hanya dibangun oleh deretan gigi yang rapi, tetapi juga ditopang oleh gusi yang kuat dan terawat. Jadi, jangan tunggu sampai bengkak dan nyeri untuk mulai peduli pada gusi! (Penulis: Ima)