Home News Pengguna Green Line Terus Tumbuh, Stasiun Jatake Jadi Akses Baru Warga Tangerang

Pengguna Green Line Terus Tumbuh, Stasiun Jatake Jadi Akses Baru Warga Tangerang

150
0
Pengguna Green Line Terus Tumbuh, Stasiun Jatake Jadu Akses Baru Warga Tangerang
Pengguna Green Line Terus Tumbuh, Stasiun Jatake Jadu Akses Baru Warga Tangerang. Foto: istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s,

Mobilitas masyarakat di wilayah penyangga Jakarta terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikator paling terlihat datang dari layanan Commuter Line lintas Rangkasbitung–Tanah Abang atau yang dikenal sebagai Green Line. Kehadiran Stasiun Jatake menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat pertumbuhan jumlah pengguna dalam beberapa waktu terakhir.

Wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya memang berkembang pesat sebagai kawasan strategis di Provinsi Banten. Pertumbuhan kota mandiri, kawasan hunian, pusat bisnis, hingga gaya hidup urban yang terus berkembang membuat kebutuhan transportasi publik semakin tinggi. Dalam konteks inilah Commuter Line hadir sebagai solusi mobilitas yang efisien, terjangkau, dan terkoneksi langsung dengan pusat aktivitas ekonomi Jakarta.

Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah pengguna Commuter Line Green Line mencapai 76.640.940 orang. Angka ini meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 69.999.362 pengguna. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang berada di angka 62.085.471 pengguna, pertumbuhannya mencapai 11 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel semakin meningkat.

Pengoperasian Stasiun Jatake sejak 28 Januari 2026 menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung mobilitas tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa stasiun baru ini merupakan bentuk pengembangan dan kolaborasi untuk menghadirkan akses transportasi yang lebih dekat bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

Sejak mulai beroperasi hingga 24 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat rata-rata lebih dari 1.200 pengguna per hari, tepatnya 1.221 orang. Secara akumulatif, tercatat 34.177 pengguna gate in dan 26.961 pengguna gate out. Angka ini menunjukkan bahwa Stasiun Jatake langsung mendapat respons positif dari masyarakat sebagai alternatif akses baru.

Baca Juga:

Tren kenaikan juga terlihat dari perbandingan periode sebelum dan sesudah stasiun ini beroperasi. Pada 19–25 Januari 2026, atau satu minggu sebelum Stasiun Jatake dibuka, jumlah pengguna lintas Rangkasbitung–Tanah Abang tercatat sebanyak 1.508.285 orang. Sementara pada periode 9–15 Februari 2026, setelah stasiun beroperasi, jumlahnya melonjak menjadi 1.737.191 orang. Artinya, ada kenaikan hampir 230 ribu pengguna hanya dalam rentang satu minggu.

Pertumbuhan ini tidak hanya disumbang oleh Stasiun Jatake semata, tetapi juga menunjukkan peningkatan merata di berbagai stasiun sepanjang lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Namun demikian, kehadiran Stasiun Jatake jelas memberikan dampak signifikan dalam memperluas jangkauan layanan dan memperpendek akses masyarakat menuju transportasi publik.

Jika melihat tren dari tahun ke tahun, pertumbuhan pengguna Green Line memang konsisten. Pada 2022, jumlah pengguna tercatat 43.317.716 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 62.085.471 pada 2023, kemudian 69.999.362 pada 2024, hingga menembus lebih dari 77 juta pengguna sepanjang 2025 untuk layanan Tanah Abang–Rangkasbitung secara keseluruhan. Hal ini membuktikan bahwa Commuter Line bukan sekadar moda transportasi alternatif, tetapi sudah menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi harian masyarakat di wilayah penyangga Jakarta.

Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan 206 perjalanan di lintas Green Line, dengan 192 perjalanan di antaranya melayani Stasiun Jatake. Optimalisasi pola operasi juga terus dilakukan, termasuk pengaturan waktu tunggu antar kereta atau headway di kisaran 10–15 menit pada jam sibuk pagi dan sore. Selain itu, rencana penambahan rangkaian kereta masih dalam tahap uji coba untuk semakin meningkatkan kapasitas layanan.

Penguatan infrastruktur pun terus dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, termasuk pengembangan elektrifikasi jalur guna memperkuat kapasitas dan keandalan operasional.

Bagi Urbie’s yang beraktivitas di wilayah Tangerang, Banten, hingga Jakarta, tren ini menjadi kabar baik. Artinya, akses transportasi publik semakin dekat, semakin nyaman, dan semakin bisa diandalkan untuk menunjang mobilitas harian. Kehadiran Stasiun Jatake bukan hanya sekadar penambahan titik pemberhentian, tetapi menjadi simbol pertumbuhan kawasan dan perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin mengandalkan transportasi massal.