Home Lifestyle Arhie Danarta: Semua Orang Punya Waktunya Buat Bersinar

Arhie Danarta: Semua Orang Punya Waktunya Buat Bersinar

17
0
Arhie Danarta: Semua Orang Punya Waktunya Buat Bersinar
Arhie Danarta: Semua Orang Punya Waktunya Buat Bersinar. Foto: Arhie Danarta
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Urbie’s, Tidak semua orang menemukan jalan hidupnya sejak awal. Ada yang berangkat dari mimpi, ada pula yang menemukan passion di tengah perjalanan. Bagi Arhie Danarta, perjalanan itu telah membawanya melintasi berbagai dunia mulai dari operasional hotel, industri media, hingga dunia musik dan hiburan.

Arhie lahir di Semarang, ia merupakan sosok yang percaya bahwa setiap pengalaman memiliki makna. Di usianya yang kini menginjak 34 tahun, ia dikenal sebagai seorang Marketing Communications di sebuah hotel bintang empat di kawasan Jakarta Pusat. Namun di balik profesinya, ia juga aktif sebagai penyanyi, master of ceremony (MC), dan kreator konten yang perlahan membangun personal branding di media sosial.

Perjalanan karier beliau di industri hospitality dimulai tahun 2011 di sebuah hotel bintang tiga di Semarang. Menariknya, ia tidak langsung berkecimpung di dunia marketing seperti yang dijalaninya saat ini. Kariernya justru dimulai dari posisi Housekeeping. Bagi sebagian orang, Housekeeping mungkin hanya dipandang sebagai pekerjaan di balik layar. Namun bagi nya, pengalaman tersebut menjadi fondasi yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia perhotelan.

Dari sana ia belajar bahwa pelayanan terbaik selalu dimulai dari perhatian terhadap hal-hal kecil. Setelah itu, ia terus mengembangkan diri dengan berpindah ke berbagai divisi, mulai dari Front Office hingga Sales. Setiap posisi memberinya pengalaman berbeda, mulai dari memahami kebutuhan tamu, membangun komunikasi, hingga mempelajari strategi bisnis sebuah hotel.

“Semua pengalaman itu sangat berharga. Saya jadi memahami bagaimana sebuah hotel bekerja dari berbagai sisi. Ketika akhirnya berada di Marketing Communications, saya tidak hanya melihat dari perspektif promosi, tetapi juga memahami operasional dan kebutuhan setiap departemen,” katanya saat ditemui di Rumah Makan Jakarta Barat.

Baca juga:

Meski telah menemukan ritme di dunia hospitality, perjalanan karier Arhie sempat membawanya ke industri yang berbeda. Ia bergabung dengan salah satu stasiun televisi nasional terbesar di Indonesia, RCTI, dan menghabiskan beberapa tahun di sana. Pengalaman bekerja di industri media memberikan perspektif baru mengenai komunikasi, kreativitas, serta bagaimana sebuah cerita dapat dikemas agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Dunia televisi juga memperkuat kemampuannya dalam bekerja di lingkungan yang dinamis, cepat, dan penuh tantangan. Pada 2019, Arhie memutuskan kembali ke industri hospitality. Kali ini, ia memilih fokus di bidang Marketing Communications—sebuah profesi yang menurutnya mampu menggabungkan hampir seluruh hal yang ia sukai.

Mulai dari membangun citra sebuah brand, menjalin hubungan dengan media dan komunitas, menyusun strategi digital, mengelola public relations, hingga merancang berbagai event yang memberikan pengalaman berkesan bagi para tamu.

“Bagi saya, Marketing Communications bukan sekadar promosi. Yang paling saya sukai adalah bagaimana sebuah brand bisa memiliki cerita dan terhubung dengan banyak orang. Saya memang menikmati bertemu orang baru, berdiskusi, dan merasakan keseruan di balik proses sebuah event sampai akhirnya sukses terlaksana,” ungkapnya.

Kecintaannya terhadap dunia komunikasi ternyata telah tumbuh sejak lama. Ia merupakan lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. Baginya, ilmu komunikasi tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman bertemu berbagai karakter, menghadapi tantangan, dan terus belajar dari setiap kesempatan.

Di balik perjalanan profesionalnya, terdapat sosok almarhum sang ayah yang memiliki peran besar dalam membentuk arah hidupnya. Tanpa disadari, sang ayah telah mengarahkan ketiga anaknya untuk meniti jalan yang berbeda. Sang kakak mengabdikan diri di pemerintahan, adiknya menjadi atlet bola voli, sementara Arhie melangkah ke industri hospitality.

Kepergian sang ayah pada September 2021 menjadi salah satu titik paling emosional dalam hidupnya. Kesedihan tersebut kemudian ia tuangkan melalui karya musik berjudul Meski Dalam Mimpi, single debut yang dirilis pada 2022. Lagu ciptaan Rudy T. Pamungkas itu menceritakan tentang kehilangan seorang ayah dan kerinduan yang tidak pernah benar-benar usai. Bagi Arhie, lagu tersebut bukan sekadar langkah awal di dunia musik, melainkan sebuah persembahan untuk sosok yang selalu menjadi panutannya.

Ia pun terlibat langsung dalam proses kreatif music video lagu tersebut sebagai produser, sutradara, sekaligus editor. Pengalaman itu menunjukkan bahwa kreativitas bukan hanya menjadi bagian dari pekerjaannya, tetapi juga bagian dari identitas dirinya. Kecintaan Arhie terhadap musik sebenarnya telah tumbuh sejak kecil. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia kerap mengikuti berbagai lomba menyanyi.

Meski belum pernah menjadi juara, pengalaman tersebut justru menumbuhkan keberanian untuk terus bermimpi. Genre pop ballad menjadi warna musik yang paling dekat dengannya karena mampu menyampaikan emosi secara jujur dan sederhana. Selain bernyanyi, Arhie juga aktif sebagai master of ceremony. Ia telah dipercaya membawakan berbagai acara, mulai dari gathering perusahaan, acara komunitas, hingga wedding.

Tak hanya itu, ia juga beberapa kali mengikuti ajang pencarian bakat nasional seperti Indonesian Idol, X Factor Indonesia, dan Indonesia’s Got Talent sebagai bagian dari proses belajar dan mengembangkan diri. Belakangan ini, Arhie mulai aktif membangun personal branding melalui media sosial. Ia membuat berbagai konten seputar gaya hidup, pengalaman, ulasan, hingga bekerja sama dengan beberapa brand. Baginya, media sosial bukan hanya tempat berbagi aktivitas, tetapi juga ruang untuk terus berkembang dan membuka peluang baru.

Di balik berbagai aktivitas yang dijalani, Arhie memegang teguh nilai-nilai yang menjadi prinsip hidupnya: integritas, semangat untuk terus belajar, kegigihan, empati, dan fokus pada proses. Baginya, keberhasilan tidak selalu diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi dari keberanian untuk terus melangkah meski jalannya tidak selalu mudah. “Saya percaya setiap orang punya panggungnya masing-masing. Tugas kita hanya terus mempersiapkan diri sampai kesempatan itu datang,” tutur Arhie.

Ke depan, Arhie berharap dapat terus berkarya di dunia musik dan hiburan. Menjadi seorang entertainer adalah impian yang terus ia rawat. Di sisi lain, ia juga ingin terus berkembang di industri hospitality yang telah menjadi rumah bagi perjalanan profesionalnya selama lebih dari satu dekade. Baginya, kedua dunia tersebut saling melengkapi. Pengalaman sebagai hotelier membentuk disiplin, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan dalam memahami orang lain.

Sementara musik dan dunia hiburan menjadi ruang baginya untuk mengekspresikan emosi, kreativitas, dan menghadirkan cerita yang mampu menyentuh banyak orang. Pada akhirnya, apa pun peran yang ia jalani—sebagai hotelier, praktisi komunikasi, penyanyi, MC, maupun kreator konten—Arhie percaya bahwa semuanya bermuara pada satu hal: bercerita.

Menceritakan sebuah brand. Menceritakan sebuah pengalaman. Menceritakan sebuah lagu. Hingga pada akhirnya, menceritakan perjalanan hidupnya sendiri. Karena bagi Arhie Danarta, mimpi tidak pernah mengenal batas waktu. Selama seseorang terus belajar, terus berkarya, dan tidak berhenti mempersiapkan diri, panggung yang tepat akan datang pada waktunya.