
Hi Urbie’s!, bagaimana kalau perayaan Hari Olahraga Nasional tidak dimulai dari tribun pertandingan, tetapi dari sebuah meja luncheon dengan pedang anggar di depan mata? Pertanyaan itulah yang seolah dijawab Merlynn Park Hotel Jakarta lewat “Fence of Honour: A Fencing Experience Luncheon”, sebuah pengalaman yang mempertemukan olahraga, hospitality, dan culinary experience dalam satu perayaan Haornas 2026.
Bukan sekadar menghadirkan demonstrasi olahraga, acara ini mengajak para tamu melihat anggar dari sisi yang lebih dekat dan personal. Olahraga yang identik dengan pedang, gerakan cepat, dan duel ternyata menyimpan nilai-nilai yang jauh lebih luas, mulai dari konsentrasi, strategi, ketepatan, keberanian, disiplin, hingga sportivitas.
Ketika Anggar Masuk ke Dunia Hospitality
Selama ini, olahraga anggar mungkin masih terasa asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Dibandingkan sepak bola, bulu tangkis, atau basket, anggar belum menjadi cabang olahraga yang mudah ditemui dalam keseharian, sehingga kesempatan untuk mengenalnya secara langsung menjadi sesuatu yang menarik.
Melalui “Fence of Honour”, Merlynn Park Hotel Jakarta mencoba mengubah jarak tersebut. Para tamu tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi diberikan kesempatan mengenal dasar-dasar olahraga anggar melalui sesi pengenalan dan pengalaman interaktif bersama profesional serta insan olahraga.
Konsep tersebut kemudian berpindah dari arena ke meja makan. Tim kuliner Merlynn Park Hotel Jakarta menghadirkan luncheon experience yang melengkapi perjalanan acara, menciptakan perpaduan antara ketegangan dan ketepatan olahraga dengan suasana makan siang yang elegan.
Bukan Sekadar Pedang dan Duel
Urbie’s!, jika dilihat sekilas, anggar memang terlihat seperti olahraga yang mengandalkan kecepatan tangan dan kemampuan menyerang lawan. Namun, semakin dekat mengenalnya, semakin terlihat bahwa olahraga ini justru menuntut pengendalian diri yang kuat.
Seorang pemain harus mampu membaca situasi, menjaga konsentrasi, menentukan momentum, serta mengambil keputusan dalam waktu yang sangat singkat. Setiap gerakan memiliki konsekuensi, sehingga ketepatan dan strategi menjadi bagian penting dari permainan.
Nilai-nilai tersebut menjadi alasan Merlynn Park Hotel Jakarta memilih anggar sebagai fokus perayaan Haornas tahun ini. Olahraga tersebut dianggap membawa pesan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama mengenai bagaimana seseorang menghadapi tekanan, mengambil keputusan, dan tetap menjunjung integritas.
Baca juga:
- Festival Jali Jali 2026 Kembali Digelar di Merlynn Park Hotel Jakarta, Angkat Budaya Betawi dan UMKM Lokal
- Makin Akrab Lewat Layar Lebar, Merlynn Park Hotel Jakarta Gelar Movie Gathering Eksklusif
Adolf Gustaf: Haornas Harus Bisa Dirasakan
General Manager Merlynn Park Hotel Jakarta, Adolf Gustaf, mengatakan bahwa perayaan Haornas tahun ini dirancang dengan pendekatan yang berbeda. Setelah rutin menghadirkan kegiatan untuk memperingati Haornas sejak 2022, pihak hotel ingin menghadirkan olahraga bukan hanya sebagai tontonan, melainkan sebagai pengalaman yang dapat dirasakan langsung.
Menurut Adolf, pemilihan anggar juga didasarkan pada nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Fokus, keberanian, ketelitian, disiplin, dan integritas dinilai tidak hanya relevan di arena olahraga, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Bukan hanya sebagai sebuah peringatan, tetapi sebagai pengalaman yang dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai dunia olahraga,” ujar Adolf Gustaf.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan yang ingin dibangun Merlynn Park Hotel Jakarta. Haornas tidak ditempatkan sebagai agenda tahunan yang berhenti pada seremoni, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkenalkan perspektif baru mengenai olahraga kepada masyarakat.
IKASI DKI Jakarta Apresiasi Perhatian untuk Anggar
Kehadiran “Fence of Honour” juga mendapatkan apresiasi dari Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) DKI Jakarta, H. Ghozi Zulazmi, S.I.P. Baginya, perhatian terhadap anggar melalui kegiatan seperti ini memiliki arti yang lebih besar karena menyentuh langsung para atlet, pelatih, dan insan olahraga yang selama ini mengembangkan cabang tersebut.
Ghozi mengaku terharu melihat olahraga anggar mendapatkan ruang dalam sebuah kegiatan yang dikemas secara elegan. Menurutnya, apresiasi seperti ini bukan hanya mengenai sebuah acara, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan mereka yang berada di balik perkembangan olahraga anggar.
Ia juga berharap semakin banyak kegiatan serupa yang membuka akses masyarakat untuk mengenal anggar. Dengan semakin dekatnya masyarakat dengan cabang olahraga tersebut, peluang untuk membangun dukungan terhadap perkembangan prestasi anggar di Jakarta maupun Indonesia juga semakin terbuka.
Dari Luncheon Menuju Gaya Hidup Aktif
Ada pesan lain yang ingin ditinggalkan Merlynn Park Hotel Jakarta melalui acara ini: olahraga tidak harus selalu terasa jauh, kompetitif, atau eksklusif. Olahraga dapat masuk ke berbagai ruang kehidupan, termasuk hospitality, kuliner, komunitas, dan lifestyle.
Konsep “Fence of Honour” menunjukkan bagaimana sebuah hotel dapat menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas dan gagasan. Ketika olahraga dipadukan dengan pengalaman kuliner, masyarakat memiliki cara baru untuk mengenal sebuah cabang olahraga tanpa harus terlebih dahulu menjadi atlet.
Pada akhirnya, semangat Haornas 2026 yang dibawa Merlynn Park Hotel Jakarta terasa cukup sederhana tetapi relevan: olahraga adalah tentang bergerak, tetapi juga tentang nilai yang dibawa setelah pertandingan selesai.
Urbie’s!, dari pedang anggar hingga meja luncheon, “Fence of Honour” mengingatkan bahwa sportivitas tidak selalu harus diteriakkan dari stadion. Kadang, ia hadir lewat sebuah pengalaman yang membuat kita berhenti sejenak, mengenal sesuatu yang baru, lalu pulang dengan perspektif yang berbeda.
Dengan semangat sportivitas, elegance, dan experience, Merlynn Park Hotel Jakarta pun menunjukkan bahwa perayaan olahraga bisa memiliki banyak wajah. Dan kali ini, salah satunya hadir melalui kilatan pedang anggar yang berpadu dengan keramahan hospitality dan sajian kuliner.

















































