Home Entertainment Billie Eilish Dukung FINNEAS Mundur dari Tur Ed Sheeran: “We Must Not...

Billie Eilish Dukung FINNEAS Mundur dari Tur Ed Sheeran: “We Must Not Be Silenced”

11
0
Billie Eilish mendukung FINNEAS yang mundur dari tur Ed Sheeran - sumber foto instagram/billieeilish
Billie Eilish mendukung FINNEAS yang mundur dari tur Ed Sheeran - sumber foto instagram/billieeilish
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Keputusan FINNEAS untuk mundur dari rangkaian tur Ed Sheeran mendadak membuat panggung musik berubah menjadi ruang perdebatan tentang kebebasan seniman dalam menyuarakan isu kemanusiaan.

Musisi sekaligus produser yang dikenal sebagai kakak dan kolaborator Billie Eilish itu mengumumkan pada 15 September 2026 bahwa dirinya tidak akan melanjutkan keterlibatannya dalam Loop Tour Ed Sheeran setelah rapper Macklemore dikeluarkan dari tur menyusul pernyataan pro-Palestina yang ia sampaikan di atas panggung.

Tak lama setelah keputusan tersebut diumumkan, Billie Eilish turut memberikan dukungan kepada sang kakak melalui Instagram. Billie menyatakan dirinya bangga terhadap FINNEAS dan para seniman lain yang mengambil langkah tersebut.

FINNEAS Pilih Mundur Setelah Macklemore Dikeluarkan

Drama ini bermula dari penampilan Macklemore di MetLife Stadium, New Jersey, pada awal September 2026.

Dalam penampilannya, Macklemore menyampaikan dukungan kepada masyarakat Palestina dan menyerukan “Free Palestine”, sekaligus membawakan “Hind’s Hall”, lagu yang berkaitan dengan dukungannya terhadap Palestina.

Pernyataan tersebut kemudian memicu kontroversi dan tekanan terhadap keterlibatan Macklemore dalam sisa tur Ed Sheeran. Pada 14 September, Macklemore mengonfirmasi bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian dari tur tersebut.

Menurut penjelasan Ed Sheeran, keputusan untuk mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya secara langsung, melainkan merupakan keputusan promotor dan pihak venue. Sheeran mengatakan dirinya telah berbicara dengan sejumlah venue mengenai situasi tersebut, tetapi keputusan akhirnya tetap berada pada pihak penyelenggara dan pemilik venue.

Satu hari kemudian, FINNEAS mengambil keputusan yang berbeda.

Musisi tersebut mengumumkan bahwa dirinya menarik diri dari jadwal mendatang bersama Loop Tour, termasuk sejumlah penampilan yang sebelumnya direncanakan di Amerika Selatan.

“Artists Must Not Be Silenced”

Dalam pernyataannya, FINNEAS menegaskan bahwa menurut pandangannya seniman tidak seharusnya dibungkam ketika menyuarakan dukungan kepada kelompok yang tertindas.

Ia kemudian menyatakan dukungannya kepada Palestina dan rakyat Palestina. Pernyataan tersebut menjadi dasar keputusan FINNEAS untuk tidak melanjutkan keterlibatannya dalam tur tersebut.

Langkah FINNEAS ternyata bukan aksi individual.

Pada waktu yang berdekatan, Aaron Rowe, Lukas Graham dan band Irlandia Beoga juga mengumumkan keputusan mereka untuk tidak melanjutkan keterlibatan dalam tur Ed Sheeran. Beoga sendiri sebelumnya berperan sebagai band pendukung Sheeran.

Dengan demikian, keputusan Macklemore untuk menyuarakan isu Palestina kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih besar mengenai posisi para musisi lain terhadap kebebasan berekspresi di panggung.

Billie Eilish Ikut Bersuara untuk Sang Kakak

Di tengah situasi tersebut, Billie Eilish kemudian menunjukkan dukungannya kepada FINNEAS.

Billie menyampaikan bahwa dirinya bangga kepada sang kakak dan para seniman lain yang memilih mengambil langkah tersebut. Pesan Billie juga menekankan gagasan bahwa suara para seniman tidak seharusnya dibungkam ketika mereka berbicara mengenai kelompok yang tertindas.

Dukungan tersebut menjadi perhatian karena hubungan profesional Billie dan FINNEAS memang sudah sangat erat.

FINNEAS selama bertahun-tahun menjadi salah satu sosok penting di balik karya musik Billie Eilish. Keduanya tidak hanya dikenal sebagai kakak-adik, tetapi juga sebagai pasangan kolaborator yang telah menghasilkan sejumlah karya besar bersama.

Karena itu, ketika FINNEAS mengambil sikap secara terbuka, dukungan Billie memberikan dimensi personal di tengah isu yang berkembang di industri musik.

Bukan Cuma FINNEAS, Semua Supporting Acts Ikut Mundur

Yang membuat kontroversi ini semakin besar adalah jumlah musisi yang kemudian meninggalkan tur.

Selain FINNEAS, Aaron Rowe, Lukas Graham dan Beoga juga mengambil keputusan untuk mundur. Alhasil, rangkaian tur Ed Sheeran menghadapi perubahan besar pada susunan penampil pendukungnya.

Masing-masing artis memiliki alasan dan penekanan yang berbeda dalam pernyataan mereka.

Rowe, misalnya, mengaitkan keputusannya dengan sejarah Irlandia dan pengalaman negaranya terkait kolonialisme serta konflik. Sementara itu, Beoga menyinggung komitmen mereka terhadap isu Palestina dan kebebasan untuk menyuarakan pandangan mengenai persoalan tersebut.

Lukas Graham juga menjadi bagian dari rangkaian keputusan tersebut.

Fenomena ini membuat persoalan yang awalnya bermula dari satu penampil berkembang menjadi pembicaraan yang lebih luas mengenai hubungan antara konser, promotor, venue, kebebasan berekspresi dan isu politik.

Baca juga:

Ed Sheeran Pilih Menjelaskan Posisinya

Di tengah gelombang keputusan mundur tersebut, Ed Sheeran akhirnya memberikan penjelasan mengenai keluarnya Macklemore.

Sheeran mengatakan keputusan tersebut dibuat oleh promotor dan venue, bukan olehnya secara langsung. Ia juga mengatakan bahwa dirinya menghormati Macklemore, tetapi ingin mempertahankan konser sebagai ruang yang tidak digunakan untuk agenda politik.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bagian lain dari perdebatan yang berkembang.

Di satu sisi, sejumlah musisi memilih menggunakan panggung untuk menyuarakan isu yang mereka anggap penting. Di sisi lain, Sheeran menyatakan preferensinya agar pertunjukan tetap menjadi ruang yang menyatukan penonton, tanpa menjadikan panggung konser sebagai tempat untuk menyampaikan politik.

Ketika Musik Bertemu Isu Kemanusiaan

Urbie’s, kontroversi ini memperlihatkan bagaimana sebuah konser besar bisa menjadi lebih dari sekadar pertunjukan musik.

Keputusan Macklemore, respons promotor dan venue, langkah FINNEAS, hingga dukungan Billie Eilish memperlihatkan bahwa para musisi memiliki cara berbeda dalam memandang hubungan antara karya seni dan isu kemanusiaan.

Bagi FINNEAS, mundur dari tur menjadi bentuk konsistensi terhadap pernyataannya bahwa seniman seharusnya dapat berbicara mengenai kelompok yang mereka anggap tertindas.

Sementara bagi Billie, dukungan terhadap sang kakak menunjukkan bahwa isu tersebut juga memiliki dimensi personal di luar panggung.

Kini, perhatian publik bukan hanya tertuju pada siapa yang akan mengisi slot penampil dalam tur Ed Sheeran berikutnya, tetapi juga pada pertanyaan yang lebih besar: seberapa jauh seorang musisi dapat menggunakan panggungnya untuk menyuarakan isu kemanusiaan, dan di titik mana promotor maupun venue memiliki kewenangan untuk menentukan batasnya?

Jawabannya masih menjadi bagian dari perdebatan yang berlangsung.

Yang jelas, setelah keputusan FINNEAS dan para supporting acts lainnya, isu Palestina telah menjadi salah satu kontroversi paling besar yang mengiringi perjalanan Loop Tour Ed Sheeran pada September 2026.