
Hi Urbie’s! Industri kreatif Indonesia kembali jadi sorotan global. Kali ini, giliran Prancis yang datang membawa peluang besar lewat program ICC Immersion Indonesia yang digelar pada 11–16 April 2026. Inisiatif ini digagas oleh Institut français d’Indonésie bersama Business France, sebagai bagian dari langkah strategis mempererat kolaborasi lintas negara di sektor ekonomi kreatif.
Bukan sekadar kunjungan biasa, ICC Immersion hadir sebagai program akselerasi internasional yang dirancang untuk membuka jalan bagi perusahaan kreatif Prancis agar bisa berekspansi secara global—dan Indonesia dipilih sebagai pintu masuknya ke Asia Tenggara.
Dari France 2030 ke Indonesia: Ekspansi Kreatif Tanpa Batas
Urbie’s, program ICC Immersion pertama kali diluncurkan pada 2022 sebagai bagian dari France 2030 Investment Plan. Sejak saat itu, program ini telah mendukung hampir 170 perusahaan di 15 negara, menciptakan berbagai peluang bisnis dan kemitraan baru di seluruh dunia.
Dan untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, Indonesia dipilih sebagai tuan rumah.
Kenapa Indonesia? Jawabannya simpel: ekosistem kreatifnya yang dinamis dan terus berkembang. Dari industri musik, video game, hingga seni pertunjukan—Indonesia dianggap sebagai pasar sekaligus partner strategis yang potensial.
12 Perusahaan Kreatif Prancis, Satu Misi Besar
Dalam edisi ICC Immersion Indonesia ini, sebanyak 12 perusahaan Prancis dari berbagai sektor hadir langsung. Mulai dari arsitektur, pengalaman imersif, video game, museografi dan warisan budaya, hingga musik dan live events.
Selama satu minggu penuh, delegasi ini tidak hanya “melihat-lihat”, tapi benar-benar terjun ke dalam ekosistem kreatif Indonesia. Mereka mengikuti berbagai agenda, mulai dari pertemuan institusional, sesi targeted B2B, kunjungan ke pusat inovasi dan lembaga budaya, hingga networking eksklusif dengan para pelaku industri lokal.
Tujuannya jelas: membangun kolaborasi nyata.
Bagian dari Visi Besar Dua Negara
Menariknya, Urbie’s, program ini bukan berdiri sendiri. ICC Immersion Indonesia merupakan bagian dari Tahun Inovasi Prancis–Indonesia 2026, sekaligus implementasi dari Deklarasi Borobudur yang diadopsi oleh Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron pada Mei 2025.
Deklarasi ini menempatkan budaya dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis. Fokusnya mencakup berbagai sektor strategis seperti produksi audiovisual, video game, seni pertunjukan, hingga pelestarian warisan budaya.
Lewat ICC Immersion, visi besar ini mulai diwujudkan dalam bentuk yang lebih konkret—bukan hanya wacana, tapi aksi nyata.
Membuka Pintu Kolaborasi Jangka Panjang
Program ini memberikan kesempatan bagi perusahaan Prancis untuk memahami lebih dalam pasar Indonesia—mulai dari preferensi audiens, potensi bisnis, hingga lanskap industri yang unik.
Di sisi lain, para pelaku industri kreatif Indonesia juga mendapatkan akses langsung ke jaringan global, teknologi, serta perspektif baru yang bisa mendorong inovasi.
Dengan kata lain, ini adalah hubungan dua arah yang saling menguntungkan.
Baca Juga:
- Kisah Lama Terungkap! “Hunger Games: Sunrise on the Reaping” Tampilkan First Look Penuh Bintang
- Jakarta Jadi Kota Teraman Nomor 2 di Asia Tenggara Versi Global Residence
- Makan Siang Sepuasnya di BW Express Jakarta, Ada Promo Pay 5 Get 1 Free
Suara dari Kedutaan Prancis
Dalam sesi jumpa pers, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menekankan pentingnya program ini sebagai jembatan kolaborasi antara kedua negara.
Ia menjelaskan bahwa selama program berlangsung, delegasi Prancis tidak hanya berfokus di Jakarta, tetapi juga menjajaki peluang di kota-kota lain seperti Yogyakarta dan Bali. Hal ini dilakukan untuk memahami prioritas Indonesia secara lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor—mulai dari media, retail, hingga real estate.
Selain itu, program ini juga melibatkan lebih dari 50 perusahaan Indonesia dalam berbagai sesi pertemuan, menciptakan ruang dialog langsung dan peluang kolaborasi yang lebih konkret.
Kreativitas sebagai Penggerak Masa Depan
Urbie’s, di era sekarang, kreativitas bukan lagi sekadar ekspresi—tapi juga kekuatan ekonomi.
ICC Immersion menjadi bukti bahwa sektor budaya dan kreatif kini dipandang sebagai pendorong utama inovasi, pertumbuhan ekonomi, hingga diplomasi antarnegara.
Dengan mempertemukan pengusaha, kreator, institusi, dan investor dalam satu platform, program ini membuka jalan bagi terciptanya ekosistem yang lebih kuat dan terhubung secara global.
Indonesia di Mata Dunia
Kehadiran ICC Immersion di Indonesia juga menjadi sinyal kuat bahwa negara kita semakin diperhitungkan di panggung internasional, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif.
Dengan potensi besar yang dimiliki—mulai dari talenta muda, kekayaan budaya, hingga pasar yang luas—Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di industri kreatif global.
Dan kolaborasi seperti ini adalah salah satu kuncinya.
Kolaborasi yang Lebih dari Sekadar Bisnis
Pada akhirnya, Urbie’s, ICC Immersion bukan hanya soal bisnis atau ekspansi pasar. Ini tentang membangun koneksi, berbagi ide, dan menciptakan sesuatu yang lebih besar bersama.
Karena ketika dua negara dengan kekuatan budaya yang kaya saling bertemu, hasilnya bukan hanya peluang ekonomi—tetapi juga dialog, inovasi, dan masa depan yang lebih kreatif.













































