
Hi Urbie’s! Semangat anak muda Indonesia dalam dunia diplomasi kembali terasa lewat gelaran AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN yang sukses diselenggarakan pada 11–12 April 2026 di Four Points by Sheraton Bekasi. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah inspiratif yang mempertemukan 200 delegasi dari 61 sekolah, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, dalam satu forum simulasi internasional yang penuh semangat kolaborasi.
Diselenggarakan oleh International Global Network (IGN), konferensi ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui pendidikan global. Dengan slogan “Connecting Dreams”, IGN telah menjalankan lebih dari 60 program internasional sejak 2016, yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Dalam acara ini, IGN menghadirkan program unggulannya, yaitu Asia Youth International Model United Nations, yang termasuk dalam lima besar Model United Nations terbaik di Asia. Program ini juga telah terkurasi oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia, menjadikannya salah satu platform edukasi diplomasi yang kredibel dan berdampak.
Konferensi AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN juga mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh penting. Hadir di antaranya Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Tri Adhianto Tjahyono selaku Wali Kota Bekasi, serta M. Syafiudin sebagai Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai.
Dalam sambutannya, President IGN Muhammad Fahrizal menegaskan bahwa Model United Nations bukan sekadar simulasi, melainkan pengalaman belajar yang transformatif. Menurutnya, melalui MUN, para peserta diajak memahami isu global, melihat perspektif beragam, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang sangat dibutuhkan di dunia nyata.
Sementara itu, Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, M. Syafiudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program AGILE yang terintegrasi dalam Global Perspectives. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menerapkan keterampilan global yang telah mereka pelajari.
Baca Juga:
- Fajar Sadboy Dikabarkan Alami Kecelakaan Serius, Amanda Manopo Ajak Publik Kirim Doa
- Meng Meng, Panda “Pengamat Manusia” dari Beijing Zoo yang Bikin Netizen Jatuh Hati
- Tasya Farasya Wawancarai Meryl Streep & Anne Hathaway, Dipuji Wangi oleh Miranda Priestly!
Apresiasi juga datang dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, yang menyebut bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar event, melainkan simulasi dunia nyata. Ia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, negosiasi, dan kepemimpinan bagi generasi muda, khususnya di kota besar seperti Bekasi.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti. Ia menilai program ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun Generasi Emas 2045 melalui kompetisi sehat dan pendidikan berkualitas. Menurutnya, pendidikan yang baik tidak hanya membentuk individu yang siap membangun bangsa, tetapi juga mampu menjadi pemimpin global.
Dalam pelaksanaannya, Al-Muhajirien MUN menghadirkan dua council utama, yaitu UNESCO dengan topik cyberbullying dan World Health Organization dengan topik perlindungan pengetahuan tradisional dalam pengobatan. Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu oleh para chairs berpengalaman dari berbagai negara, menciptakan suasana konferensi yang interaktif dan profesional.
Kehadiran 200 delegasi dari berbagai latar belakang pendidikan menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap isu global semakin meningkat. Tidak hanya memperluas wawasan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun jejaring internasional dan meningkatkan rasa percaya diri.
Lewat AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN, para peserta diharapkan mampu membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Mereka dibekali keterampilan penting seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, serta kemampuan negosiasi yang akan menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan masa depan.
Bisa dibilang, Urbie’s, acara ini bukan cuma tentang simulasi sidang internasional, tapi juga tentang bagaimana anak muda Indonesia mulai mengambil peran sebagai calon pemimpin global. Dari Bekasi, langkah kecil menuju perubahan besar pun dimulai.












































