Hai Urbie’s! Grup band asal Jakarta, Lomba Sihir belum lama ini merilis album deluxe bertajuk “Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi” pada 4 September 2026. Album ini menjadi perpanjangan dari karya sebelumnya “Obrolan Jam 3 Pagi” yang dilepas pada 2025 lalu.
Lewat edisi terbaru ini, formasi Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (vokal, gitar), Enrico Octaviano (drum), Tristan Juliano (kibor), dan Hindia (vokal) menambahkan lima lagu baru ke dalam 16 track yang sudah ada, termasuk “Di Seberang” yang dirilis lebih dulu pada pertengahan Juli lalu.
Obrolan yang Lebih Dalam dan Personal
Keputusan merilis edisi deluxe ini bermula tak lama setelah Obrolan Jam 3 Pagi dirilis. Para personel merasa bahwa masih banyak hal yang belum sempat tergali.
“Kami sepakat bahwa ada hal-hal lebih dalam dari album itu yang bisa digali. Ada cerita personal yang ingin kami bagikan,” ungkap Udu.
Hal senada juga disampaikan oleh Baskara Putra alias Hindia. Menurutnya, meski seluruh personel puas dengan album sebelumnya, tapi setelah itu mereka justru mulai menemukan musik baru.
“Kami puas dengan hasil Obrolan Jam 3 Pagi, cuma enggak lama sehabis rilis kami banyak mengkonsumsi musik dan lain-lain. Kayak, ‘Aduh, coba kalau ini sudah gue konsumsi sebelum mengerjakan albumnya.’ Karena ada keinginan
yang menggebu-gebu, maka dirilis edisi deluxe ini. Biar era ini selesainya puas,” tuturnya.
Lima Lagu Baru = Lima Sesi Curhat Bareng
Sesuai tajuknya, proses kreatif kelima lagu baru ini benar-benar terbentuk dari percakapan santai kelima anggota. Mereka sepakat untuk mengisi kekosongan lagu dengan memberikan respons langsung satu sama lain layaknya sedang curhat.
Lagu Cerita Cinta ditulis oleh Udu. Liriknya menyoroti bagaimana pengalaman masa kecil membentuk cara seseorang memandang cinta, dengan nuansa defensif namun berujung pada refleksi bersama. Sedangkan Hampir, karya Tristan, berbicara tentang dilema memenuhi ekspektasi orang-orang terdekat, dari keluarga hingga rekan kerja, yang sering berakhir dengan rasa “selalu hampir”.
Tembang Vas Bunga ditulis oleh Hindia, menggambarkan seseorang yang hanya bisa melihat kebahagiaan dari jauh. Nomor Di Seberang, kolaborasi Enrico dan Hindia, lahir dari pertanyaan eksistensial tentang kehilangan dalam keluarga.
Sementara lagu Sedikit demi Sedikit karya Rayhan menyoroti perjalanan memahami hidup, dari persahabatan yang retak hingga kegagalan akibat sabotase diri.
Spektrum Lomba Sihir yang Makin Luas
Seluruh cerita personal tersebut dibalut dalam aransemen cerdas, namun mudah dicerna, dengan tekstur sonik yang mengejutkan.
“Kami selalu membayangkan musik Lomba Sihir punya spektrum luas. Kami bisa bermain ke mana saja, kapan pun kami mau,” tutur Rayhan.
Hadirnya edisi deluxe ini tidak hanya menyajikan kedalaman baru untuk Lomba Sihir, tetapi juga menjadi amunisi “makanan renyah” untuk panggung-panggung mereka ke depannya, termasuk di Konser Ujung Dunia yang siap digelar di GBK Basketball Hall, Jakarta, pada 21 November 2026 mendatang









































![Party At Eden Rilis Album Debut “REV[E/O]LUTION”, Bawa Konsep Distopia dan Modern Metal](https://urbanvibes.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2130-238x178.jpeg)







