Home Highlight Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Keutamaannya, Jangan Sampai Terlewat Urbie’s!

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Keutamaannya, Jangan Sampai Terlewat Urbie’s!

10
0
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 - sumber foto Istimewa
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 - sumber foto Istimewa
Iklan Top Ad

Hi Urbie’s! Bulan Dhu al-Hijjah atau Dzulhijjah selalu menjadi momen yang sangat spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia. Bukan hanya karena menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, tetapi juga karena sepuluh hari pertama bulan ini dikenal sebagai salah satu waktu paling mulia untuk memperbanyak amal ibadah.

Di bulan inilah umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan berbagai amalan, mulai dari sedekah, dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah yang memiliki keutamaan luar biasa besar.

Menjelang Eid al-Adha 2026, banyak umat Muslim mulai mencari jadwal puasa Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah dan puasa Arafah yang dikenal punya pahala sangat besar.

Dan kabar baiknya, waktunya sudah sangat dekat.

Kapan Puasa Dzulhijjah 2026 Dimulai?

Berdasarkan kalender Hijriah tahun 2026, tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Artinya, umat Muslim sudah bisa mulai menjalankan puasa sunnah sejak tanggal tersebut hingga 9 Dzulhijjah. Sementara pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam dilarang berpuasa karena bertepatan dengan Hari Raya Eid al-Adha.

Mengutip informasi dari Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas, berikut jadwal lengkap puasa Dzulhijjah 2026:

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026

  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
  • 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
  • 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

Puasa dilaksanakan seperti biasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Dan menariknya, bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan, diperbolehkan untuk menggabungkan niat qadha dengan puasa sunnah Dzulhijjah.

Bisa Sekalian Qadha Puasa Ramadan

Hal ini menjadi kabar baik bagi banyak orang yang belum sempat mengganti puasa Ramadan sebelumnya.

Menurut pendapat ulama yang dikutip dari penjelasan Sayyid Bakri Syatha melalui fatwa Al-Barizi, seseorang yang berniat qadha puasa Ramadan saat hari Arafah tetap bisa mendapatkan pahala puasa sunnah Arafah sekaligus.

Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk mengejar dua keutamaan sekaligus.

Selain mengganti kewajiban puasa Ramadan, mereka juga berharap memperoleh pahala besar dari amalan sunnah di bulan Dzulhijjah.

Kenapa Puasa Dzulhijjah Sangat Istimewa?

Keutamaan puasa Dzulhijjah sebenarnya sudah disebutkan langsung dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.

Salah satu hadis yang paling sering dikutip berasal dari Ibnu Abbas RA, di mana Rasulullah bersabda:

“Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini.”

Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya sepuluh hari pertama bulan Dhu al-Hijjah dibanding hari-hari lain dalam setahun.

Karena itu, banyak ulama menyebut periode ini sebagai salah satu golden moment untuk memperbanyak ibadah.

Baca Juga:

Pahala Puasa Dzulhijjah Disebut Sangat Besar

Mengutip penjelasan dari NU Online, Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa.”

Hadis tersebut membuat banyak umat Muslim semakin semangat menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah.

Bayangkan saja, satu hari puasa disebut memiliki pahala setara satu tahun penuh berpuasa.

Tidak heran kalau banyak orang memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan memperbanyak amal sebelum datangnya Hari Raya Kurban.

Puasa Arafah Disebut Bisa Menghapus Dosa Dua Tahun

Di antara seluruh puasa Dzulhijjah, puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah menjadi yang paling utama.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Keutamaan ini membuat puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah paling dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Hari Arafah sendiri merupakan momen ketika jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk menjalankan wukuf, salah satu rukun utama ibadah haji.

Hari Arafah Jadi Hari Pembebasan dari Neraka

Bukan cuma soal pahala puasa, Hari Arafah juga dikenal sebagai hari ketika Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah.”

Karena itulah banyak umat Muslim memanfaatkan hari tersebut untuk memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan ibadah lainnya.

Sementara itu, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah juga memiliki makna spiritual mendalam sebagai bentuk persiapan menuju Hari Arafah.

Jangan Sampai Melewatkan Momen Istimewa Ini

Di tengah kesibukan sehari-hari, bulan Dhu al-Hijjah menjadi pengingat bahwa selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena itu, banyak umat Muslim mulai mempersiapkan diri menyambut puasa Dzulhijjah 2026 dari sekarang.

Sebab mungkin saja, momen sederhana seperti menahan lapar dan haus selama beberapa hari justru menjadi jalan datangnya keberkahan besar dalam hidup.