
Hi Urbie’s! Kalau mendengar koin 5 yen Jepang, kebanyakan orang pasti langsung membayangkan koin kecil berwarna kuning dengan lubang di tengahnya. Koin tersebut memang menjadi salah satu bentuk uang paling ikonik di Jepang dan masih digunakan sampai sekarang.
Tapi bagaimana kalau ada koin 5 yen tanpa lubang?
Sebagian orang mungkin akan langsung berpikir kalau itu adalah koin cacat produksi. Namun ternyata, anggapan itu salah besar.
Belakangan ini, sebuah koin 5 yen lama tanpa lubang justru menjadi sorotan setelah terjual dengan harga fantastis di sebuah lelang di Jepang. Nilainya bahkan mencapai sekitar 5.000 kali lipat dari harga nominal aslinya.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, koin tersebut sebenarnya bukan barang langka.
Lalu kenapa bisa semahal itu?
Koin Lama yang Bikin Kolektor Heboh
Koin tersebut dilelang dalam acara lelang ke-127 majalah Ginza yang berakhir pada 11 April 2026.
Dalam pelelangan itu, satu koin 5 yen lawas berhasil terjual seharga 22.000 yen atau sekitar 25.630 yen setelah ditambah biaya lelang.
Padahal secara nominal, koin tersebut hanya bernilai 5 yen.
Fenomena ini langsung membuat banyak orang penasaran, terutama netizen yang baru tahu kalau Jepang dulu pernah memiliki koin 5 yen tanpa lubang.
Ternyata, sebelum desain koin 5 yen modern digunakan, Jepang memang sempat menerbitkan versi tanpa lubang pada era akhir 1940-an.
Koin tersebut hanya diproduksi pada tahun 1948 dan 1949.
Desain Klasik dari Era Pasca Perang
Berbeda dengan desain koin 5 yen modern yang lebih sederhana, versi lama ini punya tampilan yang jauh lebih klasik dan detail.
Di bagian depan terdapat gambar National Diet Building atau Gedung Parlemen Nasional Jepang lengkap dengan pola arabesque.
Sementara di bagian belakang terdapat ilustrasi burung merpati dan bunga plum.
Desain ini mencerminkan suasana Jepang pasca Perang Dunia II yang sedang memasuki masa pembangunan kembali negara.
Meski terlihat spesial, sebenarnya jumlah produksi koin tersebut tidak sedikit.
Pada tahun 1948 saja, Jepang mencetak sekitar 74,52 juta keping. Sedangkan pada tahun 1949 jumlahnya mencapai hampir 180 juta keping.
Artinya, secara teknis koin ini bukanlah koin langka.
Namun faktor usia membuatnya semakin sulit ditemukan dalam kondisi sempurna.
Rahasia Nilai Fantastisnya Ada di Kondisi Koin
Hal utama yang membuat harga koin ini melonjak ternyata bukan soal kelangkaannya, melainkan kondisinya.
Koin yang dilelang tersebut disebut sebagai “uncirculated coin” atau koin yang belum pernah diedarkan.
Dengan kata lain, selama hampir 80 tahun keberadaannya, koin ini berhasil disimpan tanpa mengalami kerusakan berarti akibat penggunaan sehari-hari.
Baca Juga:
- Musikal Mar Kembali Digelar di 2026: Jadwal, Cerita, Pemain, dan Fakta Menarik Pergelaran Terbaru
- Film Mother Mary (2026): Drama Musikal Anne Hathaway yang Penuh Misteri
- Mendadak Dibatalkan, Musikal “The Man Who Calls Forth Miracles” Bikin Fans Kecewa
Dalam dunia koleksi koin, kondisi fisik menjadi faktor yang sangat menentukan harga.
Dan di sinilah peran lembaga penilai profesional menjadi sangat penting.
Koin tersebut mendapatkan label “MS-67”, yang berarti kondisinya berada di level sangat tinggi dalam sistem penilaian kolektor.
Apa Itu MS-67?
Buat Urbie’s yang belum familiar dengan dunia numismatik atau koleksi koin, kode seperti “MS-67” mungkin terdengar membingungkan.
MS sendiri merupakan singkatan dari Mint State, yaitu kategori untuk koin yang masih berada dalam kondisi hampir sempurna seperti baru keluar dari percetakan.
Skala penilaian biasanya dimulai dari angka 1 hingga 70.
Dan untuk kategori 65 sampai 70, koin sudah dianggap berada di level mint condition atau kualitas kolektor premium.
Artinya, skor 67 yang dimiliki koin 5 yen ini termasuk sangat tinggi.
Apalagi mengingat usia koin tersebut sudah mendekati 80 tahun.
Banyak kolektor percaya bahwa menemukan koin setua itu dalam kondisi sebaik ini sangatlah sulit. Karena itulah nilainya bisa melonjak hingga ribuan kali lipat dari nominal aslinya.
Bukan Dinilai PCGS atau NGC, Tapi ACCA
Menariknya lagi, koin ini ternyata bukan dinilai oleh dua lembaga grading paling terkenal di dunia, yaitu Professional Coin Grading Service atau PCGS dan Numismatic Guaranty Company alias NGC.
Koin tersebut justru dinilai oleh Asian Coin Certification Authority atau ACCA.
ACCA merupakan perusahaan grading asal Taiwan yang berdiri sejak 2008 dan dikenal punya fokus kuat terhadap koin-koin Asia.
Meski namanya belum sebesar PCGS atau NGC, banyak kolektor menganggap ACCA cukup unggul dalam memahami detail numismatik Asia, termasuk koin Jepang.
Beberapa kolektor bahkan percaya harga koin ini bisa menjadi lebih tinggi lagi jika mendapatkan slab dari PCGS atau NGC.
Namun secara umum, kualitas asli koin tersebut tetap menjadi faktor terpenting.
Dunia Koleksi Koin Ternyata Lebih Gila dari yang Dibayangkan
Fenomena ini juga membuat banyak orang kembali menyadari bahwa dunia koleksi koin ternyata sangat serius dan bernilai besar.
Benda kecil yang sering dianggap recehan biasa ternyata bisa berubah menjadi barang koleksi mahal jika punya sejarah, kondisi sempurna, dan sertifikasi resmi.
Tidak sedikit kolektor rela mengeluarkan uang besar demi mendapatkan koin dengan grade tinggi.
Dan menariknya, tren koleksi koin vintage Asia kini juga semakin meningkat di pasar internasional.
Karena itu, banyak orang yang mulai memeriksa kembali koleksi uang lama mereka di rumah.
Siapa tahu, ada “harta karun kecil” yang selama ini tersimpan tanpa disadari.












































