Hi Urbie’s! Dunia J-pop kembali dipenuhi emosi setelah kabar besar datang dari Arashi. Grup legendaris yang telah menemani perjalanan musik Jepang selama puluhan tahun itu dipastikan telah mengakhiri seluruh aktivitasnya pada 31 Mei 2026. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, sang leader Satoshi Ohno juga mengungkapkan bahwa dirinya akan meninggalkan STARTO ENTERTAINMENT di waktu yang sama.
Keputusan ini otomatis menandai berakhirnya perjalanan panjang Ohno sebagai idol Jepang setelah kurang lebih 32 tahun berada di industri hiburan. Dan buat banyak fans, ini bukan sekadar akhir sebuah grup idol. Ini adalah penutup dari sebuah era besar dalam sejarah J-pop.
Perjalanan Panjang Sejak Usia 14 Tahun
Meski resmi debut bersama Arashi pada tahun 1999, perjalanan Satoshi Ohno di industri hiburan sebenarnya dimulai jauh lebih awal.
Ia bergabung dengan Johnny & Associates — yang kini menjadi STARTO ENTERTAINMENT — pada tahun 1994 saat usianya baru 14 tahun.
Menariknya, Ohno disebut sebagai member Arashi yang paling awal masuk agensi. Bahkan lebih cepat dibanding Junichi Okada, mantan anggota V6.
Sejak masa junior, kemampuan menari Ohno sudah dianggap luar biasa. Ia sering dipercaya menjadi penari latar untuk grup senior besar seperti Shonentai hingga KinKi Kids.
Namun di antara semua senior yang pernah bekerja dengannya, ada satu nama yang paling membekas di hati Ohno: Shingo Katori dari SMAP.
Sosok Shingo Katori yang Tidak Pernah Dilupakan Ohno
Menurut sumber industri musik Jepang, kurang dari satu tahun setelah bergabung dengan agensi, Ohno mendapat tugas besar untuk ikut menemani tur nasional SMAP.
Bagi remaja 14 tahun yang baru masuk dunia hiburan, pengalaman tersebut tentu tidak mudah. Ohno disebut sempat kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru yang penuh tekanan.
Di tengah situasi itu, Shingo Katori menjadi sosok yang memberikan kenyamanan untuk Ohno muda.
Sang senior disebut mengajak Ohno berbicara, berfoto bersama, dan memperlakukannya dengan hangat di tengah suasana tur yang asing baginya.
Momen sederhana tersebut ternyata meninggalkan kesan mendalam.
Menurut sumber yang sama, Ohno tidak pernah melupakan kebaikan Katori dan masih merasa berutang budi hingga sekarang.
Buat fans J-pop generasi lama, kisah ini terasa seperti lingkaran emosional dalam industri hiburan Jepang — di mana senior yang dulu menginspirasi kini secara tidak langsung memengaruhi jalan hidup artistik Ohno di masa depan.
Dari Idol ke Sosok Artistik yang Lebih Bebas
Selama bertahun-tahun, Satoshi Ohno dikenal sebagai idol dengan image kalem, pendiam, dan artistik.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, penampilannya mulai berubah jauh dari citra idol klasik Jepang.
Pada Oktober 2023, media Jepang sempat memotret Ohno sedang berjalan-jalan dengan anjingnya di Tokyo. Ia terlihat mengenakan topi yang menutupi wajah serta memiliki janggut lebat.
Kemudian pada November 2024, majalah “Josei Seven” kembali membuat publik heboh setelah merilis foto Ohno dengan tato di kedua bahunya.
Baca Juga:
- Rahasia Awet Muda Ringo Starr di Usia 85 Tahun? Ternyata Brokoli Jadi Kunci Utamanya!
- Ternyata Ini Pentingnya Susu untuk Semua Usia yang Sering Terlewatkan!
- Kenali Bahaya Obesitas dan Solusi Operasi Bariatrik untuk Hidup Lebih Sehat
Penampilan tersebut langsung menjadi perbincangan besar karena dianggap sangat berbeda dari standar image idol Jepang yang biasanya rapi dan “bersih”.
Tapi justru di situlah banyak fans melihat sisi baru dari Ohno.
Ia tampak seperti seseorang yang perlahan melepaskan identitas idol dan mulai hidup sebagai dirinya sendiri.
Fokus Kehidupan Baru di Pulau Miyako
Di balik perubahan penampilannya, Ohno ternyata disebut tengah fokus menjalani kehidupan yang lebih tenang dan artistik di Pulau Miyako, Okinawa.
Ia dilaporkan memiliki fasilitas resor di sana dan ingin lebih banyak menjalani aktivitas kreatif dibanding kehidupan idol mainstream.
Banyak fans percaya bahwa keputusan meninggalkan dunia idol bukan berarti Ohno berhenti berkarya.
Sebaliknya, ini justru menjadi awal baru untuk dirinya mengeksplorasi dunia seni dengan cara yang lebih personal dan bebas.
Dan menariknya, jalan yang dipilih Ohno terasa mirip dengan sosok Shingo Katori — senior yang dulu sangat ia kagumi.
Katori sendiri dikenal memiliki passion besar di dunia seni rupa dan bahkan pernah dirumorkan ingin meninggalkan industri hiburan untuk fokus menjadi pelukis setelah SMAP bubar.
Kini, Ohno tampaknya mengikuti jalur serupa: memilih seni dan kehidupan kreatif dengan ritmenya sendiri.
Akhir Sebuah Era untuk Fans Arashi
Buat jutaan fans di Jepang maupun seluruh dunia, kabar ini tentu terasa emosional.
Arashi bukan hanya grup idol biasa. Mereka adalah bagian besar dari pop culture Jepang selama lebih dari dua dekade.
Lagu-lagu mereka menemani masa sekolah, drama Jepang, konser stadion, hingga berbagai momen nostalgia generasi 2000-an.
Dan kini, dengan berakhirnya aktivitas Arashi serta keputusan Satoshi Ohno meninggalkan STARTO ENTERTAINMENT, sebuah era besar resmi mencapai garis akhir.
Tapi mungkin, seperti yang diperlihatkan Ohno selama ini, akhir tidak selalu berarti berhenti.
Kadang, itu hanya awal dari perjalanan baru yang lebih jujur terhadap diri sendiri.


















































