
Hi Urbie’s! Ada kalanya agenda hangout sembari kulineran tidak membutuhkan rencana yang terlalu rumit. Cukup datang ke satu kawasan, pilih tempat makan sesuai selera, lalu biarkan satu hidangan membawa ke hidangan berikutnya.
Suasana seperti itulah yang bisa ditemukan di Hampton Square @ Paramount Gading Serpong. Berada di kawasan Manhattan District, Hampton Square dikembangkan sebagai open concept lifestyle mall dengan perpaduan kuliner, retail, hiburan, olahraga, hingga aktivitas keluarga. Lokasinya berada di Jalan Gading Serpong Boulevard dan menjadi bagian dari kawasan komersial Manhattan District seluas 22 hektare.
Konsep tersebut membuat pengalaman berkunjung tidak berhenti pada makan. Pengunjung bisa datang untuk bertemu teman, mengajak keluarga, menjamu kolega, berbelanja, mencari hiburan, atau sekadar menikmati suasana kawasan terbuka.
Menariknya, pilihan kulinernya juga cukup beragam. Dalam satu kawasan, pencinta makanan bisa berpindah dari restoran Chinese premium, mencicipi babi panggang khas Kalimantan Barat, menikmati semangkuk mie kangkung, menyegarkan lidah dengan gelato, lalu membawa pulang pukis hangat.
Berikut lima tenant yang bisa menjadi bagian dari agenda eksplorasi kuliner di Hampton Square.

1. Grand The Leaf
Memasuki Grand The Leaf, nuansa bersantap terasa lebih formal dan elegan. Restoran Chinese non-halal ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan bersama keluarga, menjamu tamu, hingga mengadakan acara khusus.
Salah satu menu yang menarik perhatian adalah dimsum. Penggunaan bahan berkualitas menjadi salah satu karakter yang membuat hidangan terasa lebih premium. Pilihan menu berbahan babi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner Chinese.
Bukan hanya soal makanan, Grand The Leaf juga menawarkan ruang yang mendukung berbagai kebutuhan. Untuk acara yang lebih privat, tersedia ruangan VIP dengan sofa dan fasilitas karaoke. Restoran ini juga dapat digunakan untuk berbagai acara seremonial maupun pertemuan.

Konsep tersebut sejalan dengan perjalanan Grand The Leaf yang sejak awal membidik konsumen yang mencari perpaduan kuliner, kenyamanan, dan pengalaman bersantap.
Representatif Grand The Leaf, Sussy Suwarni, mengatakan bahwa perkembangan kawasan dengan fasilitas lengkap menjadi salah satu pertimbangan perusahaannya. “Sebagai destinasi kuliner, entertainment, dan lifestyle, lokasi di sini sesuai dengan target market perusahaan,” ujarnya.
Di Hampton Square, karakter tersebut mendapat konteks baru: restoran Chinese premium berada di tengah destinasi lifestyle yang memungkinkan pengunjung melanjutkan aktivitas setelah makan.
Grand The Leaf – Hampton Square Gading Serpong
Jam operasional: 07.00–21.00 WIB, setiap hari.

2. Bipang Ambawang
Jika Grand The Leaf menawarkan pengalaman Chinese premium, Bipang Ambawang membawa perjalanan kuliner ke karakter rasa yang berbeda.
Bipang Ambawang Signature dikenal melalui babi panggang khas Ambawang, Kalimantan Barat. Sajian ini menggunakan babi kampung muda yang kemudian dipanggang hingga menghasilkan kulit garing dengan daging yang tetap lembut. Penggunaan babi kampung muda berusia sekitar 3–5 bulan merupakan salah satu ciri yang dikenal dari sajian Bipang Ambawang.
Saat dipotong, kontras teksturnya menjadi daya tarik utama: kulit memberikan sensasi renyah, sementara bagian daging terasa lembut dan juicy. Bumbu khas serta pilihan sambal pendamping membuat pengalaman makannya semakin berlapis.
Namun, ada cerita yang lebih besar di balik seporsi bipang. Ya, Bipang Ambawang yang awalnya berdiri karena kerinduan terhadap cita rasa kampung halaman di Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, kini tidak hanya menghadirkan sajian khas Ambawang, tetapi juga membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Dayak kepada masyarakat yang lebih luas.

“Bipang tidak akan pernah lepas dari identitasnya sebagai restoran makanan dan budaya Dayak,” kata Yoga Pradana, Supervisor Bipang Ambawang. Ia menyebut visi awal bisnisnya adalah memperkenalkan kuliner dan budaya Dayak kepada Indonesia hingga dunia.
Identitas budaya tersebut juga tercermin dalam sumber daya manusianya, dimana sebagian besar karyawan Bipang Ambawang disebut merupakan putra-putri Dayak yang mendapatkan pelatihan pelayanan, kebersihan, dan standar operasional restoran.
Karena itu, makan di restoran non-halal tersebut bukan sekadar mencari sensasi kulit babi panggang yang kriuk. Ada cerita tentang kampung halaman, budaya, dan upaya membawa kuliner daerah ke panggung yang lebih luas.
Bipang Ambawang Signature – Hampton Square Gading Serpong
Jam operasional: 10.00–22.00 WIB, setiap hari.

3. Mie Kangkung & Siomay Si Jangkung
Tak Jauh dari Bipang Ambawang, Urbie’s bisa mengunjungi Mie Kangkung & Siomay Si Jangkung di area Gourmet Market Hampton Square yang menawarkan pilihan yang lebih kasual. Menunya dekat dengan konsep comfort food—makanan yang bisa dinikmati tanpa banyak seremoni, baik ketika makan bersama keluarga maupun nongkrong bersama teman.
Mie kangkung menjadi salah satu menu yang patut dicoba. Mie dipadukan dengan kangkung, ayam suwir dan bakso, kemudian disiram kuah yang memiliki karakter rasa gurih-manis. Bagi yang ingin alternatif, tersedia pula bihun kangkung dan kwetiau kangkung.
Baca Juga:
- Taiwan Bidik Wisatawan Indonesia, Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun
- Resmi Masuk Indonesia Desember 2026, Berapa Harga Nintendo Switch dan Switch 2?
- Nyamuk Makin Banyak Saat Cuaca Panas? Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya

Pilihan kudapannya pun cukup beragam. Selain siomay, pengunjung dapat menemukan sejumlah pilihan pendamping seperti kuotie Shantung panggang dan gohyong.
Menu yang sederhana justru membuat tenant ini mudah dimasukkan ke dalam agenda harian. Bisa menjadi makan siang, santap sore, atau sekadar berhenti untuk mengisi tenaga sebelum kembali menjelajahi Hampton Square.
Kehadirannya juga memperkaya karakter Gourmet Market yang menjadi salah satu area kuliner di Hampton Square.
Mie Kangkung & Siomay Si Jangkung – Gourmet Market Hampton Square
Jam operasional: 10.00–22.00 WIB, setiap hari.

4. Gellatera by latteria
Setelah hidangan gurih, ada satu ritual yang sulit ditolak: mencari sesuatu yang manis untuk menutup perjalanan rasa.
Di Gourmet Market, ada Gellatera by latteria yang menawarkan konsep gelato & dessert bar. Hampton Square sendiri mencatat Gellatera sebagai tenant di area Gourmet Market dengan jam operasional 10.00–22.00 WIB.
Konsepnya tidak berhenti pada satu scoop gelato. Dessert dipadukan dengan gelato sehingga menciptakan permainan rasa dan tekstur yang lebih menarik.

Sensasi dingin dan creamy dari gelato bertemu dengan elemen dessert yang lebih beragam. Hasilnya adalah sajian yang terasa playful dan cocok untuk menjadi penutup makan.
Tampilannya pun menjadi bagian dari pengalaman. Bagi Urbie’s yang gemar memotret makanan sebelum menyendok suapan pertama, dessert dengan permainan warna dan bentuk tentu punya daya tarik tersendiri.
Gellatera juga bisa menjadi titik berhenti yang santai. Setelah makan, pengunjung dapat menikmati sesuatu yang manis sambil berbincang bersama pasangan, keluarga, atau teman.
Gellatera – Gourmet Market Hampton Square
Jam operasional: 10.00–22.00 WIB, setiap hari.

5. Sully’s Homemade Pukis
Kalau gelato menjadi penutup yang dingin, Sully’s Homemade Pukis menawarkan kebalikannya: camilan hangat dengan aroma mentega yang menggoda.
Pemilik Sully’s Homemade Pukis, Sully mengatakan, pukisnya menggunakan full mentega Wijsman sebagai salah satu karakter produknya. Hasilnya adalah pukis dengan tekstur lembut dan aroma mentega yang kuat.
“Ada tiga pilihan rasa yang bisa dicoba, yakni keju, cokelat, dan pandan. Masing-masing memberikan karakter berbeda, tetapi tetap mempertahankan tekstur lembut yang menjadi daya tarik pukis,” ujarnya.
Outlet di Hampton Square hadir dengan konsep take away. Meski begitu, pukis tetap disajikan hangat sehingga aroma mentega lebih terasa ketika kemasan dibuka.

Di titik ini, pilihan untuk membawanya pulang justru terasa menarik. Beberapa potong pukis hangat bisa menjadi oleh-oleh kecil untuk keluarga di rumah atau teman yang tidak ikut datang.
Jika Gellatera cocok untuk menikmati dessert di tempat, Sully’s Homemade Pukis bisa menjadi pilihan untuk membawa pulang sedikit kehangatan dari Hampton Square.
Sully’s Homemade Pukis – Gourmet Market Hampton Square
Jam operasional: 10.00–22.00 WIB, setiap hari.
Bukan Sekadar Tempat Makan, Hampton Square Dirancang untuk Hangout
Lima tenant tersebut memperlihatkan satu hal: pengalaman kuliner di Hampton Square tidak memiliki satu wajah.
Ada restoran untuk makan bersama keluarga dan menjamu kolega seperti Grand The Leaf. Ada kuliner khas Kalimantan Barat dengan cerita budaya yang kuat melalui Bipang Ambawang. Ada pilihan kasual seperti Mie Kangkung & Siomay Si Jangkung, dessert dan gelato di Gellatera, hingga camilan hangat yang bisa dibawa pulang dari Sully’s Homemade Pukis.
Variasi tersebut menjadi semakin relevan dengan konsep Hampton Square sebagai lifestyle hub.
Paramount Land menyebut Hampton Square sebagai pusat kuliner premium dan lifestyle yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat, khususnya warga Gading Serpong dan sekitarnya. Area ini menempati kawasan semi-outdoor sekitar 2 hektare dan memiliki akses langsung dari Jalan Boulevard Raya menuju kawasan BSD–Gading Serpong.
Konsep kawasan Hampton sendiri kini berkembang menjadi ekosistem yang mencakup Hampton Square, Hampton Avenue, Hampton Promenade, dan Hampton Walk. Paramount Gading Serpong memperkenalkannya sebagai kawasan dengan konsep multi-experiences, tempat pengunjung dapat mengeksplorasi kuliner, retail, lifestyle, hiburan, hingga ruang sosial dalam satu destinasi.
Artinya, datang ke Hampton Square tidak harus selalu memiliki tujuan tunggal. Bisa datang untuk makan, lalu berbelanja. Bisa bertemu kolega, kemudian mencari dessert. Bisa mengajak anak dan keluarga, lalu duduk santai menikmati suasana kawasan.














































