
Pada 2 Juni lalu, CHANEL resmi meluncurkan koleksi perhiasan mewah terbarunya bertajuk “Reach for the Stars” dalam sebuah acara spektakuler di Museum Nasional Kyoto, Jepang. Tak sekadar peluncuran biasa, koleksi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus persembahan terakhir dari Patrice Leguéreau, direktur kreatif perhiasan mewah CHANEL yang wafat pada November tahun lalu. Acara ini menjadi puncak dari kerja keras dua tahun yang menyatukan kreativitas Prancis dan keahlian tradisional Jepang dalam satu karya seni luar biasa.
Terinspirasi dari Gabrielle Chanel dan Hollywood 1930-an
Koleksi ini tidak lepas dari semangat pendiri CHANEL, Gabrielle “Coco” Chanel, yang pada era 1930-an pernah menembus Hollywood dan menciptakan kostum untuk para bintang film. Salah satu kutipannya yang terkenal, “Meskipun Anda terlahir tanpa sayap, jangan biarkan sayap itu menghentikan Anda untuk menumbuhkan sayap Anda sendiri,” menjadi benang merah dalam koleksi Reach for the Stars.
Mengambil inspirasi dari langit senja dan mimpi-mimpi besar, Patrice Leguéreau menghadirkan motif sayap yang menggambarkan kebebasan dan ambisi, bersanding dengan simbol ikonik CHANEL seperti comète (komet) dan lion (singa).
Baca Juga:
- Island Hopping Seru di Pulau Harapan: Surga Tropis yang Wajib Kamu Kunjungi!
- Warkop DKI Reborn Akan Disulap Jadi Horror-Comedy! Falcon Pictures Gaet Sutradara “Shutter” Asal Thailand
- Dari Forum UN Tourism hingga Diplomasi Rasa: Wamenpar Promosikan Indonesia di Madrid
Perpaduan Seni dan Alam: Batu Langka, Warna Langit, dan Tradisi Jepang
Koleksi Reach for the Stars bukan hanya tentang estetika, tapi juga filosofi. Dengan menggunakan batu permata langka seperti safir padparadscha dan berlian bernilai tinggi, koleksi ini menggambarkan gradasi warna yang menyerupai “jam emas”  momen singkat saat matahari hendak terbenam, ketika langit memperlihatkan warna paling memesona.
Tak kurang dari 110 perhiasan ditampilkan dalam koleksi ini, dengan sekitar 90 di antaranya dipamerkan dalam acara global di Kyoto. Beberapa di antaranya adalah karya one-of-a-kind bernilai lebih dari satu miliar yen, menjadikannya mahakarya sejati di dunia perhiasan.
Yang menarik, perhiasan ini juga menunjukkan kolaborasi lintas budaya yang mendalam. Leguéreau, yang dikenal sebagai pecinta budaya Jepang, telah mengunjungi Kyoto selama hampir satu dekade terakhir. Ia bekerja sama dengan para perajin pernis lokal untuk menciptakan detail motif sayap yang dibuat dengan teknik tradisional Jepang, menghasilkan karya seni yang tak hanya indah, tetapi juga penuh makna.

Warisan Terakhir Patrice Leguéreau
Acara peluncuran ini juga menjadi momen haru. Sebuah pulpen berlapis pernis yang dipesan pribadi oleh Leguéreau kepada para perajin Jepang turut dipamerkan di Kuil Daitokuji Kobai-in, dihiasi motif bunga iris  simbol kebijaksanaan, penghormatan, dan keabadian. Sayangnya, sang maestro tidak sempat melihat karya tersebut selesai. Namun, warisan kreatifnya telah tertanam kuat dalam koleksi Reach for the Stars.
Frederic Grangie, Presiden Divisi Jam Tangan dan Perhiasan CHANEL Paris, mengatakan dalam sambutannya di Kyoto, “Ada pepatah yang mengatakan kematian bukanlah akhir, melainkan awal. Semangat Patrice terus bersinar melalui semua kreasinya, termasuk perhiasan baru ini. Ia hadir bersama kita di acara ini di Kyoto.”
Menghubungkan Paris dan Kyoto: Resonansi Dua Dunia
CHANEL dengan cerdas memilih Kyoto sebagai lokasi peluncuran global ini, bukan hanya karena kecintaan Leguéreau terhadap kota tersebut, tetapi juga karena adanya resonansi kuat antara Place Vendôme  rumah bagi para perajin perhiasan CHANEL  dan keahlian para perajin pernis di Kyoto. Dua dunia yang berbeda ini dipertemukan dalam sebuah simfoni seni yang memukau.
Peluncuran Reach for the Stars di Kyoto bukan hanya tentang perhiasan, tetapi juga perayaan akan keindahan, mimpi, dan dedikasi tak tergoyahkan terhadap kerajinan tangan tingkat tinggi. Ini adalah bukti bahwa meski sang maestro telah tiada, sayap-sayap yang ia bantu tumbuhkan kini telah mengudara tinggi, membawa semangatnya ke seluruh penjuru dunia.











![Party At Eden Rilis Album Debut “REV[E/O]LUTION”, Bawa Konsep Distopia dan Modern Metal](https://urbanvibes.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2130-180x135.jpeg)





























![Party At Eden Rilis Album Debut “REV[E/O]LUTION”, Bawa Konsep Distopia dan Modern Metal](https://urbanvibes.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2130-100x75.jpeg)

