Home News Konser Taylor Swift di Wina Pernah Dibatalkan, Pelaku Rencana Teror Kini Dijatuhi...

Konser Taylor Swift di Wina Pernah Dibatalkan, Pelaku Rencana Teror Kini Dijatuhi Hukuman 15 Tahun

13
0
Konser Taylor Swift di Wina Pernah Dibatalkan, Pelaku Rencana Teror Kini Dijatuhi Hukuman 15 Tahun
Foto: Reuters
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Kasus rencana serangan terhadap konser Taylor Swift di Austria akhirnya memasuki babak akhir, Urbie’s. Seorang pria berusia 21 tahun dijatuhi hukuman 15 tahun penjara setelah terbukti merencanakan aksi teror pada konser sang superstar yang dijadwalkan berlangsung di Wina pada tahun 2024.

Melansir laporan Reuters, putusan tersebut dijatuhkan oleh pengadilan Austria pada Rabu, 28 Mei 2026. Terdakwa yang selama persidangan disebut sebagai “Bélan A” — sesuai aturan privasi di Austria — dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan yang diajukan kepadanya.

Pria tersebut diketahui ditangkap sehari sebelum konser pertama Taylor Swift digelar di Wina. Penangkapan itu langsung memicu pembatalan tiga konser sekaligus demi alasan keamanan. Saat itu, Taylor Swift mengaku sangat terpukul karena harus membatalkan rangkaian konser yang sudah dinantikan para penggemarnya.

Dalam persidangan, terdakwa yang berusia 19 tahun saat kejadian berlangsung mengaku bersalah atas tuduhan terkait rencana serangan tersebut. Ia juga sempat menyampaikan permintaan maaf di hadapan juri.

Baca Juga:

“Saya hanya ingin mengatakan saya minta maaf,” ucapnya dalam pernyataan terakhir di pengadilan.

Jaksa menyebut terdakwa merupakan pendukung kelompok ekstremis ISIS dan telah merencanakan aksi serius yang berpotensi membahayakan banyak orang di area konser. Dari total 15 dakwaan yang diajukan, delapan juri menyatakan terdakwa bersalah atas seluruh dakwaan kecuali dua poin dakwaan.

Kasus ini menjadi perhatian internasional karena menyangkut keamanan konser berskala besar dan keselamatan ribuan penonton. Pembatalan konser Taylor Swift di Wina kala itu juga sempat membuat para penggemar kecewa sekaligus khawatir dengan meningkatnya ancaman keamanan di acara hiburan global.

Meski demikian, pihak keamanan Austria menilai penangkapan cepat yang dilakukan berhasil mencegah kemungkinan tragedi besar terjadi.