Home Business Archipelago Hotels Perkuat Distribusi Global, Gandeng Dida Holdings dan WebBeds untuk Kuasai...

Archipelago Hotels Perkuat Distribusi Global, Gandeng Dida Holdings dan WebBeds untuk Kuasai Pasar Internasional

6
0
Singing Ceremony Archipelago x Dida - sumber foto Istimewa
Singing Ceremony Archipelago x Dida - sumber foto Istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Di tengah meningkatnya tren perjalanan internasional pascapandemi, hotel-hotel besar tidak lagi hanya bersaing lewat fasilitas mewah atau lokasi strategis, tetapi juga melalui kekuatan distribusi digital global yang mampu menjangkau pasar internasional secara lebih cepat dan efisien. Melihat perubahan besar tersebut, Archipelago Hotels, grup manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, resmi memperkuat strategi distribusi globalnya melalui dua kolaborasi strategis sekaligus bersama Dida Holdings dan WebBeds.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Archipelago Hotels kini semakin serius memperluas eksistensinya di pasar internasional. Dengan lebih dari 300 properti dan 45.000 kamar yang tersebar melalui 13 brand hotel, perusahaan ini mulai membangun ekosistem distribusi global berbasis teknologi untuk meningkatkan exposure hotel-hotel mereka di berbagai negara.

Archipelago Hotels Kini Terhubung ke 35.000 Agen Perjalanan Global

Salah satu langkah terbesar yang dilakukan Archipelago Hotels adalah menandatangani kerja sama distribusi dengan Dida Holdings, platform distribusi perjalanan berbasis AI yang berkantor pusat di Shenzhen, China.

Melalui kerja sama ini, seluruh properti Archipelago Hotels kini dapat diakses oleh lebih dari 35.000 agen perjalanan, tour operator, travel management company (TMC), hingga loyalty program yang berada dalam jaringan global Dida di lebih dari 120 pasar internasional.

Pasar tersebut mencakup Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga kawasan Amerika.

Kolaborasi ini hadir di saat industri pariwisata Indonesia sedang mengalami pertumbuhan besar, khususnya dari pasar wisatawan China. Pada 2025, Indonesia tercatat menerima 1,34 juta wisatawan asal China, angka tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Bahkan, Kementerian Pariwisata menargetkan kedatangan dua juta wisatawan China dan total 17 juta wisatawan internasional pada tahun 2026.

Dalam konteks tersebut, kekuatan Dida Holdings di pasar outbound China dinilai akan menjadi senjata penting bagi Archipelago Hotels untuk menangkap permintaan global secara lebih agresif.

Fokus pada Teknologi dan Distribusi Real-Time

Urbie’s, salah satu hal yang paling menarik dari kerja sama ini adalah fokus besar mereka terhadap teknologi distribusi real-time.

Archipelago Hotels dan Dida Holdings akan memperkuat API connectivity untuk memastikan distribusi inventory dan harga kamar dapat berjalan secara langsung di berbagai pasar internasional.

Dengan sistem seperti ini, hotel dapat mengatur harga, ketersediaan kamar, hingga promosi secara jauh lebih cepat dan efisien.

Kolaborasi ini juga akan memperluas distribusi berbagai brand hotel milik Archipelago Hotels seperti Aston, Alana, Huxley, Kamuela, Avanika, Harper, Quest, Four Corners, Neo, fave, Nordic, hingga Park Lane.

Menurut Bernard Chionh selaku Vice President of Commercial Planning Dida Holdings, Archipelago Hotels memiliki kombinasi footprint, variasi brand, dan pendekatan teknologi yang sangat cocok dengan ekosistem distribusi Dida.

Ia menyebut jaringan Dida memungkinkan hotel-hotel Archipelago menjangkau segmen traveler bernilai tinggi yang biasanya melakukan pemesanan lebih awal, tinggal lebih lama, dan memiliki tingkat pembatalan lebih rendah.

Signing Archipelago and Webbeds - sumber foto Istimewa
Signing Archipelago and Webbeds – sumber foto Istimewa

WebBeds Perluas Marketing dan Distribusi Global

Tidak hanya bersama Dida Holdings, Archipelago Hotels juga memperluas kolaborasi strategis bersama WebBeds setelah enam bulan implementasi awal yang disebut berhasil menghasilkan pertumbuhan permintaan signifikan di berbagai pasar.

Pada fase terbaru ini, kedua perusahaan akan memperkuat dua fokus utama, yaitu marketing activation dan enhanced distribution connectivity.

Dalam sisi pemasaran, hotel-hotel Archipelago akan mendapatkan premium placement di berbagai kanal digital milik WebBeds, termasuk e-magazine Travel Aggregator.

aca Juga:

Selain itu, program accelerated WebBeds Rewards juga akan diberikan kepada agen perjalanan retail yang melakukan booking properti Archipelago Hotels.

Kolaborasi branding hingga training untuk pasar prioritas juga akan diperluas.

Sementara dari sisi teknologi, Archipelago Hotels akan meningkatkan integrasi dengan platform seperti Hyperguest dan Channex guna mendukung pengelolaan harga, inventory, dan distribusi konten hotel secara real-time di jaringan global WebBeds.

Distribusi Hotel Kini Semakin Kompleks

Urbie’s, perkembangan industri hospitality saat ini memang membuat distribusi hotel menjadi jauh lebih rumit dibanding sebelumnya.

Jika dulu hotel cukup bekerja sama dengan travel agent atau OTA besar, sekarang distribusi kamar melibatkan begitu banyak kanal digital, sistem API, hingga platform distribusi internasional yang saling terhubung.

Menurut Brett Henry selaku President Asia Pacific WebBeds, tantangan terbesar hotel Asia Tenggara saat ini bukan lagi sekadar memperluas jangkauan pasar, tetapi bagaimana menghubungkan supply hotel secara efektif di berbagai channel sekaligus.

Karena itulah kombinasi antara teknologi dan strategi pemasaran menjadi faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan hotel modern.

Archipelago Hotels Siap Perluas Dominasi Global

Chief Commercial Officer Archipelago Hotels, Chris Legaspi, mengatakan bahwa penguatan infrastruktur distribusi menjadi langkah krusial seiring pertumbuhan portofolio hotel dan ekspansi ke pasar baru.

Melalui kerja sama dengan Dida Holdings dan WebBeds, Archipelago Hotels ingin membangun sistem distribusi global yang lebih scalable, efisien, dan mampu menghubungkan hotel-hotel mereka dengan permintaan internasional secara lebih konsisten.

Urbie’s, langkah ini juga memperlihatkan bagaimana industri hotel Indonesia kini mulai bergerak jauh lebih agresif di level internasional.

Bukan hanya menjual kamar, tetapi membangun ekosistem teknologi, distribusi, dan pemasaran global yang mampu bersaing dengan grup hospitality dunia lainnya.

Dan melihat arah perkembangannya sekarang, bukan tidak mungkin brand-brand hotel asal Indonesia akan semakin sering muncul dalam radar traveler internasional beberapa tahun ke depan.