
Hi Urbie’s! Kawasan iLLago Grande Paramount Gading Serpong menghadirkan tiga destinasi kuliner baru dengan konsep yang berbeda dalam satu lokasi. Mulai dari restoran sushi dengan harga terjangkau, kedai teh premium bernuansa tradisional, hingga cafe yang dirancang khusus untuk bekerja dengan suasana tenang.
Kehadiran Mentai Xpress, Teh Djawa Soedimoro, dan UNSOCIAL APE memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, maupun menyelesaikan pekerjaan di lingkungan yang nyaman.
Mentai Xpress, Sushi Display dengan Lebih dari 100 Varian
Bagi pencinta kuliner Jepang, Mentai Xpress menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep sushi display, sehingga pengunjung dapat memilih langsung aneka sushi favorit dari etalase.
Restoran yang mulai beroperasi pada 9 Juli 2026 ini menyajikan lebih dari 100 varian sushi yang berganti setiap hari. Selain sushi, tersedia pula menu ramen, donburi, sashimi, salad, agemono, sate khas Jepang, hingga hidangan penutup seperti mochi dan caramel pudding.
Harga yang ditawarkan juga cukup ramah di kantong. Sushi dibanderol mulai Rp5.000, sementara minuman Ocha dapat dinikmati mulai Rp4.800 dengan fasilitas free refill.

Rio, Digital Marketing Mentai Xpress, mengatakan konsep tersebut dirancang agar masyarakat dapat menikmati sushi dengan lebih praktis dan terjangkau.
“Mentai Xpress menghadirkan konsep sushi display sehingga pelanggan bisa memilih sushi dengan lebih mudah. Kami menawarkan lebih dari 100 varian sushi yang berganti setiap hari dengan harga mulai Rp5.000,” ujar Rio.
Mentai Xpress memiliki kapasitas sekitar 70–80 pengunjung. Restoran ini beroperasi setiap Senin–Jumat pukul 11.00–22.00 WIB, sedangkan akhir pekan pukul 10.00–22.00 WIB.
Teh Djawa Soedimoro, Menikmati Racikan Teh Premium di Tepi Danau
Bagi pencinta teh, Teh Djawa Soedimoro menawarkan pengalaman menikmati teh organik premium asal Cianjur dalam suasana yang tenang di tepi danau.
Mengusung filosofi “Sudi Mampir”, kedai ini menghadirkan berbagai racikan teh dengan nama-nama bernuansa budaya Jawa. Pilihan minumannya meliputi kategori Soegoehan Ageng, Kagoengan Dalem, Teh Soesoe Pambayoen, Teh Boeah Panyeger, Racikan Adiluhung, Warisan Godhong, hingga Soegoehan Liyan, dengan kisaran harga mulai Rp10.000 hingga Rp35.000.
Pilihan makanannya pun cukup beragam, mulai dari Racikan Pawon yang memiliki 16 menu utama, Racikan Roti berbahan brioche premium, Racikan Gedhang, hingga Koedapan Liyan, dengan harga rata-rata sekitar Rp25.000–Rp35.000.

Leader Teh Djawa Soedimoro, Winda, mengatakan suasana menjadi nilai utama yang ingin dihadirkan kepada pengunjung.
“Kami ingin menghadirkan tempat yang hangat melalui filosofi ‘Sudi Mampir’. Lokasi di tepi danau membuat suasananya semakin nyaman dan respons pengunjung sejak dibuka sangat positif,” kata Winda.
Kedai ini melayani pengunjung setiap hari mulai 08.00 hingga 22.00 WIB.
UNSOCIAL APE, Cafe dengan Konsep Work From Cafe
Sementara itu, UNSOCIAL APE menyasar pekerja, mahasiswa, hingga freelancer yang membutuhkan ruang kerja nyaman tanpa harus menyewa coworking space.
Baca Juga:
- Inspiratif! Kisah Dokter Yusuf di Cianjur, Pasien Bisa Bayar Berobat dengan Hasil Panen hingga Botol Plastik
- Sering Dianggap Masuk Angin, Nyeri Pinggang Bisa Jadi Batu Saluran Kemih, Dokter Ungkap Tanda Bahayanya
- Sate Kambing Dinobatkan Jadi Makanan Indonesia Terbaik 2026 Versi TasteAtlas, Geser Rendang dari Puncak
Mengusung konsep Work From Cafe, pengunjung hanya perlu membeli minimal satu minuman seharga Rp38.000–Rp50.000 untuk menikmati fasilitas sekitar 31 meja kerja tanpa batas waktu.
Selain menyediakan enam pilihan pastry seharga Rp30.000–Rp40.000, cafe ini juga dilengkapi Wi-Fi business-grade, koleksi buku bacaan, serta menerapkan silence rules agar suasana tetap kondusif untuk bekerja maupun belajar.

Barista UNSOCIAL APE, Molly, mengatakan konsep tersebut memang dirancang untuk memberikan ruang yang mendukung produktivitas.
“Kami ingin menghadirkan ruang yang tenang untuk bekerja maupun belajar. Selain internet business-grade yang stabil, pengunjung juga bisa beristirahat sejenak sambil membaca buku yang tersedia di sini,” jelas Molly.
UNSOCIAL APE beroperasi setiap hari pukul 07.00–22.00 WIB dan masih menerapkan sistem first come, first served tanpa reservasi.

Tiga Konsep, Satu Destinasi Kuliner
Hadirnya tiga tenant baru di iLLago Grande Paramount Gading Serpong memperkaya pilihan destinasi kuliner dan gaya hidup di kawasan tersebut.
Dalam satu lokasi, pengunjung dapat menikmati sushi dengan harga terjangkau di Mentai Xpress, mengeksplorasi racikan teh premium dengan suasana tepi danau di Teh Djawa Soedimoro, atau bekerja dengan nyaman di UNSOCIAL APE yang mengusung konsep Work From Cafe.
Keberagaman konsep tersebut menjadikan iLLago Grande sebagai salah satu destinasi yang layak dipertimbangkan bagi masyarakat yang mencari tempat makan, bersantai, maupun bekerja di kawasan Gading Serpong.

















































