Home Entertainment GACKT Sempat Ingin Pensiun Setelah Nyaris Meninggal, Kini Bangkit Lagi dengan Ambisi...

GACKT Sempat Ingin Pensiun Setelah Nyaris Meninggal, Kini Bangkit Lagi dengan Ambisi Baru di Dunia Musik

5
0
GACKT 2026 - sumber foto Istimewa
GACKT 2026 - sumber foto Istimewa
Iklan Top Ad

Hi Urbie’s! Buat para pecinta budaya Jepang, nama GACKT tentu bukan sekadar musisi biasa. Selama lebih dari dua dekade, ia dikenal sebagai salah satu ikon paling misterius, elegan, dan perfeksionis di industri hiburan Jepang.

Mulai dari visualnya yang nyaris tidak menua, gaya hidup super disiplin, hingga aura aristokrat yang selalu melekat di setiap penampilannya, GACKT sudah lama menjadi sosok yang sulit dijelaskan dengan kata-kata biasa.

Namun di balik image sempurna itu, ternyata ada fase gelap yang hampir membuatnya meninggalkan dunia hiburan untuk selamanya.

Dalam wawancara terbarunya, GACKT mengungkap bahwa dirinya sempat serius mempertimbangkan pensiun sebelum hiatus panjang pada tahun 2021 akibat masalah kesehatan yang cukup parah.

Dan pengakuan itu langsung membuat banyak fans emosional.

Hiatus yang Hampir Mengakhiri Segalanya

Pada September 2021, GACKT mengejutkan publik setelah mengumumkan hiatus tanpa batas waktu dari aktivitas hiburannya.

Kondisinya saat itu disebut cukup serius akibat gangguan neurologis yang sudah dideritanya sejak kecil, ditambah masalah pita suara yang semakin memburuk.

Bahkan, pada satu titik, kondisinya disebut sempat mengancam nyawa.

Selama hampir sembilan bulan, ia benar-benar menghilang dari hadapan publik. Aktivitas musiknya pun berhenti total selama sekitar satu setengah tahun.

Bagi banyak fans Jepang maupun internasional, masa itu terasa seperti dunia kehilangan salah satu entertainer paling unik yang pernah ada.

Apalagi selama ini GACKT dikenal hampir tidak pernah menunjukkan kelemahan di depan kamera.

Namun ternyata, justru masa istirahat itulah yang mengubah hidupnya.

GACKT Mengaku Sempat Merasa “Sudah Selesai”

Dalam wawancara tersebut, GACKT berbicara dengan sangat tenang mengenai fase hidupnya sebelum hiatus.

Ia mengaku sempat merasa sudah melakukan semua hal yang ingin dicapai di dunia hiburan.

Karena itu, pikiran untuk pensiun perlahan mulai muncul dalam dirinya.

Tetapi setelah benar-benar berhenti dan beristirahat, ia justru menyadari masih banyak hal yang belum sempat ia lakukan.

“Aku masih ingin melakukan semuanya sampai akhir,” ungkapnya.

Kalimat sederhana itu terasa sangat emosional, terutama mengingat bagaimana dirinya sempat berada di kondisi kritis beberapa tahun lalu.

Kini di usia 52 tahun, GACKT mengaku lebih menghargai waktu dibanding sebelumnya.

Ia bahkan mengatakan bahwa sisa waktunya mungkin tidak sebanyak dulu, sehingga sekarang ia ingin melakukan semuanya satu per satu melalui musik.

Tahun 2026 Jadi Momen “Kebangkitan Penuh” GACKT

Setelah perlahan kembali tampil, tahun 2026 kini disebut GACKT sebagai fase kembalinya dirinya secara penuh ke dunia musik.

Ia sudah menyelesaikan dua tur konser dan akan kembali menggelar proyek ambisius mulai Juli mendatang.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah konser bertajuk “Maou Symphony”.

Konsepnya benar-benar tidak biasa.

Dalam pertunjukan tersebut, band milik GACKT akan tampil bersama sekitar 70 anggota orkestra Grand Philharmonic, menciptakan perpaduan antara rock dan musik klasik.

Dan ternyata, proyek ini sudah dirancang selama tiga tahun terakhir.

Musik Klasik Jadi Bagian Penting dalam Hidupnya

Tidak banyak yang tahu bahwa GACKT sebenarnya tumbuh dengan latar belakang musik klasik.

Ia sudah belajar piano sejak kecil, dan pengetahuan itulah yang membuatnya percaya diri menggabungkan musik rock dengan orkestra besar.

Menurutnya, tidak mudah menyatukan dua dunia musik tersebut tanpa benar-benar memahami struktur musik klasik.

Karena itu, proyek “Maou Symphony” terasa sangat personal baginya.

Ia bahkan berharap konser tersebut bisa membuat orang-orang yang belum pernah mendengarkan orkestra ikut merasakan kekuatan emosional musik klasik secara langsung.

Perfeksionis yang Hidupnya Sangat Disiplin

Selain soal musik, hal lain yang selalu membuat publik kagum adalah gaya hidup disiplin ala GACKT.

Ia dikenal menjalani latihan fisik setiap hari selama sekitar 1,5 jam dan menjalankan pola makan rendah karbohidrat.

Bahkan ia hampir tidak pernah makan nasi.

Buat banyak orang Jepang, gaya hidupnya sering dianggap terlalu ekstrem.

Baca Juga:

Namun bagi GACKT, semua itu hanyalah kebiasaan biasa.

Ia mengatakan dirinya tidak terlalu banyak berpikir soal motivasi.

Menurutnya, semakin banyak alasan untuk melakukan sesuatu, maka semakin banyak juga alasan untuk berhenti.

Karena itu, ia memilih menjalani semuanya seperti rutinitas sederhana, bahkan ia menyamakan disiplin hidupnya dengan kegiatan menyikat gigi.

Begadang 10 Hari Demi Musik

Obsesi GACKT terhadap musik juga terasa hampir tidak masuk akal.

Saat sedang fokus menulis lagu, ia mengaku bisa begadang hampir 10 hari berturut-turut.

Ia bahkan sering memakai headphone sepanjang hari sampai merasa telinganya bisa berubah bentuk.

Namun anehnya, ia sendiri tidak menganggap hal tersebut berlebihan.

“Aku hanya sedikit lebih obsesif dibanding orang lain,” ujarnya sambil tertawa.

Dan mungkin justru itulah alasan kenapa karya-karyanya selalu terasa sangat detail dan penuh totalitas.

Dari MALICE MIZER sampai Film Hollywood

Karier GACKT sendiri memang sangat panjang dan penuh warna.

Sebelum solo debut pada 1999, ia lebih dulu dikenal sebagai vokalis band visual kei legendaris MALICE MIZER.

Sejak itu, ia telah merilis puluhan single dan album yang membuat namanya menjadi salah satu ikon besar J-Rock.

Tidak hanya musik, GACKT juga aktif di dunia akting.

Ia pernah tampil dalam film Moon Child bersama HYDE dari L’Arc-en-Ciel hingga bermain di film Hollywood Bunraku.

Belakangan, generasi muda juga mengenalnya lewat peran flamboyan di film Fly Me to the Saitama yang viral karena karakternya super absurd namun karismatik.

Sosok yang Selalu Jadi Misteri

Meski sudah puluhan tahun tampil di depan publik, GACKT tetap terasa seperti sosok misterius yang sulit ditebak.

Ia tampak sempurna, disiplin, tenang, dan nyaris tanpa cela.

Namun di balik semuanya, ternyata ia hanyalah seseorang yang sangat mencintai musik dan memilih menjalani hidup dengan totalitas penuh.

Dan mungkin itu yang membuat GACKT tetap relevan hingga hari ini.

Karena di era serba instan, sosok dengan dedikasi ekstrem seperti dirinya terasa semakin langka.