Home Entertainment Backrooms Raih Peringkat Pertama Dunia, Horor Liminal Space yang Bikin Merinding

Backrooms Raih Peringkat Pertama Dunia, Horor Liminal Space yang Bikin Merinding

15
0
Backrooms Raih Peringkat Pertama Dunia, Horor Liminal Space yang Bikin Merinding
Backrooms Film
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Halo, Urbie’s!

Dunia perfilman horor kembali menghadirkan kejutan besar di tahun 2026. Film “Backrooms”, yang disutradarai oleh kreator muda Kane Parsons, sukses mencuri perhatian penonton global dan mencatatkan berbagai rekor impresif di industri film. Menariknya, proyek ini berawal dari sebuah video YouTube sederhana yang diunggah Parsons saat dirinya baru berusia 16 tahun.

Bekerja sama dengan studio independen ternama A24, “Backrooms” kini resmi hadir sebagai film layar lebar dan telah diumumkan akan tayang di Jepang. Film ini mengangkat konsep “Backrooms”, sebuah legenda urban internet yang telah lama menjadi bahan diskusi komunitas horor digital di seluruh dunia.

Bagi yang belum familiar, Backrooms digambarkan sebagai ruang misterius yang berada di luar realitas normal. Tempat ini dipenuhi koridor-koridor berwarna kuning dengan tata letak yang tidak masuk akal, ruangan tanpa ujung, serta suasana yang terasa asing sekaligus mengganggu. Konsep ini dikenal sebagai “liminal space”, yaitu ruang transisi yang menciptakan rasa tidak nyaman, kesepian, dan kecemasan yang sulit dijelaskan.

Popularitas Backrooms bermula ketika Kane Parsons mengunggah film pendek berjudul “The Backrooms (FOUND FOOTAGE)” di YouTube pada tahun 2022. Video tersebut langsung viral dan disebut oleh banyak penonton sebagai salah satu video horor paling menyeramkan di internet. Hingga kini, serial Backrooms versi YouTube telah mengumpulkan lebih dari 200 juta penayangan dan menjadi inspirasi bagi berbagai proyek kreatif lain, termasuk game populer asal Jepang, “Exit 8”.

Kesuksesan tersebut mendorong Parsons untuk mengembangkan Backrooms menjadi film layar lebar. Ia mulai menggarap proyek ini pada usia 17 tahun dan memulai proses syuting saat berusia 19 tahun. Film ini sekaligus menjadi debut penyutradaraan film panjang bagi kreator muda tersebut.

Hasilnya benar-benar di luar ekspektasi. Saat dirilis, “Backrooms” mencatat pendapatan box office akhir pekan pembukaan sebesar 81 juta dolar AS. Angka tersebut berhasil mengantarkan film ini ke posisi puncak box office Amerika Serikat, bahkan melampaui “Star Wars: The Mandalorian and Grogu” yang dirilis satu minggu sebelumnya.

Baca Juga:

Tak hanya itu, Backrooms juga mencetak sejarah sebagai film horor orisinal dengan pendapatan pembukaan terbesar serta menjadi film debut sutradara pendatang baru dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perfilman. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Kane Parsons sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di industri hiburan saat ini.

Dari sisi pemeran, film ini dibintangi oleh aktor dan aktris berbakat seperti Chiwetel Ejiofor, yang dikenal lewat perannya dalam “12 Years a Slave”, serta Renate Reynsve yang sebelumnya mencuri perhatian melalui berbagai proyek film internasional. Nama lain seperti Mark Duplass dan Finn Bennett juga turut memperkuat jajaran pemain.

Pujian dari para kritikus pun berdatangan. Sejumlah media internasional menyebut Backrooms sebagai film horor yang mampu menghadirkan pengalaman menegangkan dengan pendekatan yang berbeda dari film genre horor pada umumnya. Konsep liminal space yang selama ini populer di internet berhasil diterjemahkan ke layar lebar dengan cara yang segar, imersif, dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.

Kesuksesan Backrooms menjadi bukti bahwa kreativitas generasi digital mampu menembus batas industri konvensional. Dari sebuah video viral di YouTube hingga menjadi film nomor satu dunia, perjalanan Kane Parsons menunjukkan bahwa ide sederhana yang dieksekusi dengan baik dapat berkembang menjadi fenomena global.

Kini, para penggemar horor di seluruh dunia tentu menantikan bagaimana Backrooms akan terus memperluas pengaruhnya, sekaligus menunggu karya-karya berikutnya dari sang sutradara muda yang tengah bersinar ini.