Hi Urbie’s!, bayangkan seorang filmmaker dari Jakarta memulai riset karyanya di Indonesia, melanjutkan proses kreatif di Thailand, bertukar ide dengan seniman dari Vietnam, lalu membawa hasil akhirnya ke Prancis untuk dipresentasikan. Skenario seperti ini bukan lagi sekadar bayangan tentang kolaborasi lintas negara, karena France dan ASEAN resmi meluncurkan Creative ASEAN, sebuah inisiatif regional baru yang dirancang untuk mempertemukan ekosistem kreatif Asia Tenggara dengan pengalaman dan jaringan industri kreatif Prancis.
Creative ASEAN diluncurkan di Residence of France, Jakarta, dengan misi memperkuat kolaborasi di bidang seni, budaya, serta industri budaya dan kreatif antara Prancis dan 11 negara anggota ASEAN. Inisiatif ini akan menggunakan satu label regional bersama sekaligus membangun jaringan berbagai program yang mendukung penciptaan karya, pengembangan profesional, pertukaran pengetahuan, hingga kolaborasi lintas negara.
Bukan Sekadar Festival, tapi Membuka Jalur Kolaborasi
Selama ini, kerja sama budaya Prancis di Asia Tenggara telah berlangsung melalui berbagai program yang dijalankan oleh kedutaan, Instituts français, dan Alliances françaises. Creative ASEAN hadir untuk menghubungkan berbagai inisiatif bilateral tersebut ke dalam satu kerangka regional yang lebih luas.
Dengan pendekatan ini, seniman dan profesional kreatif tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya. Mereka juga dapat bertemu dengan orang-orang dari ekosistem kreatif negara lain, melakukan riset bersama, mengembangkan proyek, hingga membangun hubungan profesional yang dapat berlangsung jauh setelah sebuah program selesai.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, mengatakan Creative ASEAN menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan strategis yang menghubungkan ekosistem kreatif ASEAN yang dinamis dengan keunggulan artistik dan keahlian Prancis.
Bagi kawasan yang memiliki keragaman budaya luar biasa seperti Asia Tenggara, model kolaborasi semacam ini membuka kemungkinan baru. Perbedaan bahasa, sejarah, tradisi, dan perspektif justru dapat menjadi bahan bakar untuk menghasilkan karya yang tidak bisa lahir dari satu negara saja.
11 Negara ASEAN, Minimal 11 Program Flagship
Salah satu bagian paling menarik dari Creative ASEAN adalah komitmen bahwa setiap negara anggota ASEAN akan menjadi tuan rumah setidaknya satu program flagship di bawah label Creative ASEAN. Artinya, akan ada minimal 11 inisiatif baru yang tersebar di seluruh kawasan.
Program tersebut dapat berbentuk artistic residency berbasis riset atau penciptaan karya. Pilihan lainnya adalah professional exchange dan capacity-building workshop yang mempertemukan seniman, kurator, profesional industri, entrepreneur, pembuat kebijakan, pengelola institusi budaya, hingga peneliti dari ASEAN dan Prancis.
Sektornya pun tidak dibuat sempit. Film dan produksi audiovisual, desain dan fashion, seni pertunjukan dan musik, gaming dan animasi, immersive technology, literatur, creative entrepreneurship, hingga kebijakan budaya termasuk dalam bidang yang menjadi prioritas.
Dengan kata lain, Creative ASEAN tidak hanya berbicara tentang seni tradisional atau museum. Dunia kreatif yang sangat dekat dengan generasi muda—mulai dari game, animasi, fashion hingga teknologi immersive—juga mendapatkan ruang.
Bayangkan Residensi yang Tidak Berhenti di Satu Negara
Creative ASEAN menawarkan model program yang menarik karena beberapa aktivitas dapat dilakukan secara itinerant atau multi-location. Seorang peserta bisa memulai penelitian di satu negara ASEAN, melanjutkan proses kreatif di negara lainnya, lalu menyelesaikan atau mempresentasikan karyanya di Prancis.
Model seperti ini membuat perjalanan kreatif menjadi bagian dari proses penciptaan karya. Peserta tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga bertemu lingkungan baru, mempelajari perspektif berbeda, dan membawa pengalaman tersebut ke dalam karya mereka.
Baca juga:
- IFC Dorong Wastra Indonesia Tembus Paris hingga BRICS+
- Indonesia dan Prancis Perkuat Kolaborasi Fashion Berkelanjutan Lewat PINTU Focus Week 2026
Dalam satu siklus program, Creative ASEAN diperkirakan akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 15–20 peserta untuk artistic residency dan 25–40 peserta dalam professional exchange serta workshop. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada para peserta, karena program juga akan melibatkan institusi budaya, festival, galeri, creative hub, asosiasi industri, investor, pembuat kebijakan, dan mitra sektor swasta.
Kreativitas Asia Tenggara Punya Cerita Sendiri
Bagi ASEAN, kerja sama ini juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa kekuatan industri kreatif Asia Tenggara bukan sekadar potensi pasar. Kawasan ini memiliki sejarah panjang, tradisi yang beragam, identitas lokal yang kuat, serta generasi kreatif yang terus mencari cara baru untuk menerjemahkan semuanya ke dalam karya kontemporer.
Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq, Philippine Permanent Representative to ASEAN, menilai industri kreatif memiliki peran dalam menegaskan identitas sekaligus memberikan energi baru bagi masyarakat. Menurutnya, kekuatan intelektual, sejarah, kerajinan, kreativitas, dan inovasi Prancis dapat bertemu dengan kekayaan sejarah serta tradisi Asia Tenggara untuk menciptakan peluang kolaborasi dan pertumbuhan baru.
Di sinilah Creative ASEAN terasa relevan. Kolaborasi internasional tidak harus membuat identitas lokal menghilang, tetapi justru dapat menjadi cara untuk membawa cerita lokal menemukan audiens yang lebih luas.
Generasi Muda dan Komunitas yang Selama Ini Kurang Terwakili
Creative ASEAN juga membawa perhatian pada isu inklusivitas dalam ekosistem kreatif. Gender balance, keberagaman geografis, partisipasi anak muda, serta keterlibatan komunitas yang selama ini kurang terwakili akan menjadi bagian dari pelaksanaan program.
Aspek keberlanjutan lingkungan juga akan diintegrasikan dalam desain dan pelaksanaan berbagai kegiatan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif tidak hanya dinilai dari seberapa besar karya bisa diproduksi, tetapi juga bagaimana ekosistemnya dapat berkembang secara berkelanjutan.
Bagi generasi kreatif yang selama ini merasa akses internasional terlalu jauh, kesempatan semacam ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas jaringan tanpa harus meninggalkan identitas asal.
Akan Ada Platform Digital untuk Mempertemukan Ekosistem Kreatif
Creative ASEAN juga tidak ingin seluruh koneksi berhenti ketika sebuah program selesai. Untuk menjaga keberlanjutan, inisiatif ini akan membangun platform digital regional yang dapat menjadi ruang informasi dan networking bagi seniman, institusi budaya, serta profesional industri kreatif.
Platform tersebut direncanakan memiliki peta interaktif kawasan, direktori organisasi budaya dan kreatif, informasi open call serta peluang program, wawancara dan cerita seniman, laporan dan studi kasus, hingga berbagai sumber daya sektoral.
Yang menarik, platform ini berpotensi menjadi semacam pintu masuk digital bagi siapa saja yang ingin memahami ekosistem kreatif ASEAN dan Prancis. Bukan hanya tempat mencari informasi, tetapi juga ruang untuk menemukan calon kolaborator, proyek, institusi, dan peluang baru.
Creative ASEAN dan Masa Depan Industri Kreatif Asia
Creative ASEAN didukung melalui ASEAN-France Fund sebagai bagian dari ASEAN-France Development Partnership dan berada di bawah stewardship ASEAN Senior Officials Meeting on Culture and Arts (SOMCA). Inisiatif ini juga mendukung implementasi ASEAN Creative Economy Sustainability Framework, yang diadopsi pada ASEAN Summit ke-46 pada 26 Mei 2025.
Pada akhirnya, Creative ASEAN membawa satu pesan penting: kreativitas tidak mengenal batas negara. Ketika seniman, filmmaker, desainer, musisi, game developer, penulis, entrepreneur, peneliti, dan pembuat kebijakan dari ASEAN dan Prancis diberi ruang untuk bertemu, kemungkinan karya dan ide baru menjadi jauh lebih besar.
Buat Urbie’s!, mungkin inilah bagian paling menarik dari Creative ASEAN. Bukan hanya soal Prancis datang ke Asia Tenggara atau ASEAN bekerja sama dengan Prancis, tetapi tentang bagaimana 11 negara dengan identitas berbeda bisa menemukan bahasa kreatif bersama—lalu membawanya ke panggung dunia.


















































