Home Highlight Semangat Bastille Day 2026 di Jakarta, Prancis dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis...

Semangat Bastille Day 2026 di Jakarta, Prancis dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif

79
0
sambutan Fabien Penone Hari Nasional Prancis Bastille Day 2026 - sumber foto urbanvibes/adi
sambutan Fabien Penone Hari Nasional Prancis Bastille Day 2026 - sumber foto urbanvibes/adi
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Ballroom Hotel Raffles Jakarta pada Selasa malam (14/7/2026) dipenuhi nuansa biru, putih, dan merah, warna khas bendera Prancis. Para tamu dari berbagai kalangan mulai berdatangan sejak petang, mulai dari jajaran menteri, anggota parlemen, duta besar negara sahabat, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas Prancis yang bermukim di Indonesia. Malam itu bukan sekadar resepsi diplomatik biasa, melainkan perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, momen bersejarah yang juga menjadi panggung untuk mempertegas eratnya hubungan Indonesia dan Prancis.

Urbanvibes berkesempatan menghadiri langsung perayaan tersebut dan menyaksikan bagaimana kedua negara menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, pendidikan, inovasi, hingga hak asasi manusia.

Perayaan Bastille Day tahun ini terasa semakin istimewa karena berlangsung hanya beberapa minggu setelah Indonesia dan Prancis resmi meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership), level kerja sama tertinggi antara kedua negara.

Bastille Day, Simbol Kebebasan yang Mendunia

Bastille Day diperingati setiap 14 Juli untuk mengenang penyerbuan Penjara Bastille pada tahun 1789, sebuah peristiwa yang menjadi simbol lahirnya Revolusi Prancis sekaligus tonggak perjuangan rakyat terhadap kebebasan, persamaan, dan persaudaraan.

Di Prancis sendiri, perayaan ini dikenal sebagai La Fête Nationale atau Le Quatorze Juillet (14 Juli). Berbagai parade militer, pesta rakyat, konser, hingga pertunjukan kembang api digelar di berbagai kota sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa.

Semangat tersebut juga terasa dalam perayaan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Prancis di Jakarta. Acara berlangsung hangat dengan sentuhan budaya Prancis yang kental, mulai dari dekorasi elegan, sajian kuliner khas, hingga suasana diplomasi yang penuh keakraban.

Fabien Penone: Hubungan Indonesia-Prancis Capai Tingkat Tertinggi

Dalam sambutannya, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menegaskan bahwa hubungan kedua negara kini memasuki babak baru yang lebih erat.

Menurutnya, peningkatan status hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif merupakan pencapaian penting dalam sejarah diplomatik Indonesia dan Prancis.

“Pada tanggal 28 Mei 2026, Presiden Republik Prancis secara khusus menerima Presiden Prabowo Subianto di Prancis dalam sebuah kunjungan kenegaraan,” ujar Penone di hadapan para tamu undangan.

“Dalam kesempatan tersebut, kepala negara Prancis dan Indonesia mengumumkan peningkatan hubungan negara kita ke tingkatan yang tertinggi, yakni kemitraan strategis komprehensif,” lanjutnya.

Penone juga mengungkapkan bahwa hubungan bilateral kedua negara mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan dalam perayaan Bastille Day di Paris pada 14 Juli 2025.

Ia bahkan mencatat bahwa Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo telah bertemu sebanyak tiga kali sejak Januari 2026, sebuah frekuensi pertemuan yang menunjukkan semakin intensnya komunikasi di tingkat kepala negara.

Baca Juga:

Kerja Sama Pertahanan hingga Inovasi Jadi Prioritas

Tak hanya hubungan politik, Prancis dan Indonesia juga terus memperluas kolaborasi di berbagai bidang strategis.

Salah satunya adalah sektor pertahanan yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan publik.

Penone menyebut penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penyerahan pesawat tempur Rafale pertama kepada Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 18 Mei 2026.

“Di sektor pertahanan, kita pun melanjutkan penguatan kemitraan kita yang berkedaulatan, sebagaimana yang ditunjukkan melalui upacara penyerahan pesawat-pesawat Rafale pertama pada tanggal 18 Mei 2026 di Jakarta,” katanya.

Selain pertahanan, hubungan kedua negara juga diperkuat melalui penyelenggaraan Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

Program tersebut difokuskan pada peningkatan kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, kerja sama universitas, hingga pengembangan inovasi teknologi antara kedua negara.

“Seiring dengan penyelenggaraan Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026, peningkatan arus akademis dan pertukaran antara lembaga penelitian serta universitas kedua negara menjadi prioritas utama,” tambah Penone.

Bastille Day Dinilai Sejalan dengan Nilai-Nilai Pancasila

Mewakili Pemerintah Indonesia, Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, turut menyampaikan sambutan.

Menurutnya, Bastille Day bukan hanya menjadi momentum penting bagi rakyat Prancis, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang relevan bagi Indonesia.

“Bastille Day menjadi simbol kuat kebebasan, nilai-nilai sipil, dan semangat demokrasi. Nilai-nilai itu sangat sejalan dengan Indonesia, seperti Pancasila. Nilai bersama inilah yang menjadi tulang punggung kemitraan Prancis dan Indonesia,” ujar Pigai.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu yang hadir dan memperkuat pesan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi maupun politik, tetapi juga berdasarkan kesamaan nilai dalam menghormati demokrasi dan hak asasi manusia.

Hari Nasional Prancis Bastille Day 2026 - sumber foto urbanvibes/adi
Hari Nasional Prancis Bastille Day 2026 – sumber foto urbanvibes/adi

Dihadiri Tokoh Penting dan Komunitas Internasional

Perayaan Bastille Day 2026 di Jakarta juga menjadi ajang bertemunya berbagai tokoh penting dari Indonesia maupun komunitas internasional.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPD RI, sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, para duta besar negara sahabat, pelaku usaha, akademisi, hingga perwakilan komunitas Prancis di Indonesia.

Suasana resepsi berlangsung hangat dengan berbagai percakapan mengenai peluang kerja sama di masa depan. Tak sedikit tamu yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas jejaring sekaligus mempererat hubungan antarlembaga dan komunitas.

Bagi Urbie’s, perayaan Bastille Day tahun ini menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung di ruang perundingan atau meja negosiasi. Melalui perayaan budaya dan sejarah seperti ini, Indonesia dan Prancis berhasil memperlihatkan bahwa hubungan bilateral dapat dibangun di atas fondasi saling menghormati, berbagi nilai, serta komitmen untuk terus menciptakan kerja sama yang memberi manfaat bagi kedua negara di masa depan.