Dalam rangka menyambut Global Accessibility Awareness Day 2026 yang diperingati setiap 21 Mei, Somerset Berlian Jakarta menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “Little Hands, Big Creations” pada Minggu, 17 Mei 2026. Acara ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam menciptakan ruang yang inklusif, ramah, dan penuh kesempatan bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dengan down syndrome.
Hai Urbie’s, kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat ini terselenggara melalui kolaborasi bersama Edithouse Gallery dengan melibatkan anak-anak dari Yayasan POTADS. Sebanyak 10 peserta berusia 16 hingga 24 tahun hadir bersama orang tua mereka untuk mengikuti workshop kreatif eco-pounding yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk menghias tote bag menggunakan teknik eco-pounding, yakni proses mencetak warna dan bentuk alami dari daun kering ke media kain. Dengan penuh antusiasme, anak-anak mencoba berbagai kombinasi daun dan pola sesuai kreativitas masing-masing. Suasana penuh dukungan dan kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Tidak hanya memberikan pengalaman berkesenian, tim Edithouse Gallery juga membagikan edukasi kepada para orang tua mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitar menjadi produk bernilai ekonomis. Teknik eco-pounding dinilai sebagai salah satu cara sederhana yang ramah lingkungan sekaligus dapat mendukung konsep sustainable living atau kehidupan berkelanjutan.
Baca Juga:
- Indonesia Juara Street Child World Cup 2026 di Meksiko, Kisah Anak-Anak Hebat yang Bikin Dunia Terharu!
- Lays Buka Restoran Kentang Pertama di Shanghai, Isinya Serba Kuning dan Menunya Bikin Netizen Penasaran!
- Lisa BLACKPINK Bangun Kerajaan Bisnis Rp17,5 Triliun Lewat LLOUD, Netizen: Ini Bukan Idol Biasa!
Kegiatan kreatif ini berlangsung selama hampir satu jam sebelum dilanjutkan dengan sesi menarik lainnya, yaitu demonstrasi Towel Art dari tim Housekeeping Somerset Berlian Jakarta. Dalam sesi tersebut, anak-anak belajar membentuk handuk menjadi berbagai karakter lucu seperti bunga, burung, hingga beruang. Momen ini pun berhasil menciptakan suasana yang semakin ceria dan interaktif.
General Manager Somerset Berlian Jakarta, Handrian Wijaya, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Menurutnya, anak-anak dengan kebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pengalaman positif, ruang berekspresi, dan kesempatan berkarya.
“ Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, karena anak-anak seperti mereka juga memiliki hak yang sama seperti kita. Apa yang bisa kami berikan kepada orang lain juga harus bisa kami berikan untuk mereka,” ujar Handrian Wijaya.
Global Accessibility Awareness Day sendiri menjadi bagian dari program tahunan Ascott Cares yang secara konsisten mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh semua individu tanpa terkecuali. Melalui kegiatan “Little Hands, Big Creations”, Somerset Berlian Jakarta ingin menghadirkan ruang aman yang mendorong kreativitas, rasa percaya diri, serta kebersamaan bagi anak-anak down syndrome dan keluarga mereka.
Bagi Urbie’s, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa inklusivitas bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang memberikan ruang yang setara untuk tumbuh, belajar, dan berkarya bersama. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak kegiatan positif yang dapat membuka peluang dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.



















































