Home Highlight Kenalan Dengan Microduck, Robot Bebek Seharga Rp6 Jutaan Ini Siap Jadi Teman...

Kenalan Dengan Microduck, Robot Bebek Seharga Rp6 Jutaan Ini Siap Jadi Teman Baru di Rumah!

3
0
Microduck robot bebek - sumber foto microduck.net
Microduck robot bebek - sumber foto microduck.net
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Bayangkan suatu hari nanti ada robot mungil yang berjalan-jalan di ruang tamu, bermain di sekitar anak-anak, menghindari hewan peliharaan, lalu tiba-tiba mengambil benda kecil yang jatuh di lantai. Bukan adegan dari film sci-fi, robot seperti itu kini mulai benar-benar mendekati kehidupan sehari-hari lewat Microduck, robot bipedal mungil yang dibanderol US$399 atau sekitar Rp6 jutaan.

Robot ini dikembangkan oleh Pollen Robotics, perusahaan yang berada di bawah ekosistem Hugging Face, dan kini sudah membuka pre-order untuk Microduck. Ukurannya mungkin tidak membuatnya terlihat mengintimidasi karena hanya memiliki tinggi sekitar 25 sentimeter dengan bobot kurang dari 800 gram, tetapi perangkat yang dibawanya menunjukkan bahwa robot mungil ini bukan sekadar mainan elektronik.

Microduck Punya Tubuh Kecil, Tapi Sensor Melimpah

Sekilas, Microduck justru terlihat seperti karakter dari animasi. Bentuknya mungil dengan dua kaki dan sebuah paruh yang bisa digerakkan, membuat robot ini terasa jauh lebih friendly dibandingkan gambaran robot humanoid yang biasanya berukuran besar dan terlihat serius.

Di balik tubuh mungil tersebut, Pollen Robotics membekalinya dengan 15 motor yang membantu menggerakkan berbagai bagian tubuh. Microduck juga memiliki kamera, LiDAR, serta dua IMU atau inertial measurement unit yang berfungsi membantu robot memahami pergerakan dan orientasinya.

Kombinasi sensor tersebut menjadi bagian penting jika robot ingin beroperasi di lingkungan rumah. Ruang keluarga, misalnya, jauh lebih tidak terduga dibandingkan lantai pabrik karena selalu ada kursi yang berpindah, mainan anak di lantai, hingga kucing yang tiba-tiba melintas.

Karena itulah, pendekatan Microduck cukup menarik. Robot ini sejak awal dirancang sebagai perangkat berukuran kecil yang lebih mudah ditempatkan di lingkungan sehari-hari, termasuk area yang dihuni anak-anak dan hewan peliharaan.

Bukan Cuma Bisa Jalan, Microduck Sudah Punya 7 Perilaku

Microduck juga tidak datang sebagai robot kosong yang baru bisa bergerak setelah diprogram dari awal. Pollen Robotics sudah membekalinya dengan tujuh perilaku yang telah dilatih sebelumnya.

Kemampuannya mencakup berjalan, menendang, hingga roller skating. Ya, Urbie’s tidak salah baca—robot mungil ini bahkan bisa bermain roller skating.

Kehadiran berbagai perilaku tersebut memperlihatkan bagaimana robot modern mulai diarahkan bukan hanya untuk menjalankan satu pekerjaan spesifik, tetapi juga berinteraksi dengan lingkungan melalui gerakan yang lebih fleksibel.

Paruh artikulasinya pun bukan sekadar aksesori untuk memperkuat desainnya yang menyerupai bebek. Bagian tersebut dapat digunakan untuk mengambil benda, sehingga Microduck memiliki kemampuan manipulasi sederhana yang membuatnya terasa lebih seperti robot daripada sekadar perangkat berjalan.

Justru Open Source yang Bikin Microduck Menarik

Harga US$399 memang menjadi salah satu daya tarik terbesar Microduck. Namun, kalau hanya mengandalkan harga murah, robot ini mungkin tidak akan menjadi pembicaraan panjang di kalangan developer.

Hal yang membuat Microduck jauh lebih menarik adalah ekosistem pengembangannya yang terbuka. Pollen Robotics membuka SDK, simulator, hingga pipeline reinforcement learning untuk robot ini dengan lisensi Apache-2.0.

Baca juga:

Artinya, developer memiliki ruang yang jauh lebih besar untuk bereksperimen. Mereka tidak harus berhenti pada tujuh perilaku yang sudah tersedia karena Microduck dapat menjadi platform untuk mengajarkan kemampuan baru.

Konsep ini cukup penting dalam perkembangan robot rumah tangga. Sebuah robot yang hanya memiliki kemampuan bawaan akan cepat terasa terbatas, sementara robot yang dapat dikembangkan komunitas berpotensi terus mendapatkan kemampuan baru seiring waktu.

Apakah Robot Rumah Murah Akhirnya Mulai Terwujud?

Selama bertahun-tahun, robot rumah sering digambarkan sebagai teknologi masa depan yang keren tetapi terlalu mahal untuk dimiliki orang biasa. Robot humanoid berukuran besar memang semakin berkembang, tetapi harga, ukuran, keamanan, dan kompleksitas masih menjadi tantangan untuk penggunaan di rumah.

Microduck mengambil jalur yang berbeda. Alih-alih mencoba menjadi robot humanoid serba bisa sejak awal, ia hadir dalam bentuk kecil dengan fungsi yang lebih sederhana dan harga yang jauh lebih terjangkau.

Dengan harga US$399, Microduck berpotensi menjadi salah satu contoh awal bagaimana robot rumahan bisa masuk ke pasar konsumen secara lebih realistis. Ukurannya juga membuat robot ini lebih mudah dibayangkan berada di ruang keluarga dibandingkan robot humanoid berukuran manusia.

Tentu saja, masih ada pertanyaan yang harus dijawab. Seberapa pintar Microduck ketika menghadapi situasi rumah yang benar-benar acak? Seberapa aman interaksinya dengan anak-anak dan hewan? Dan yang paling penting, apakah pengguna biasa nantinya dapat dengan mudah mengajarkan kemampuan baru tanpa harus memahami pemrograman robot?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut justru membuat perjalanan Microduck menarik untuk diikuti.

Masa Depan Robot Mungkin Tidak Berawal dari Robot Besar

Selama ini, ketika membicarakan robot masa depan, bayangan kita sering langsung tertuju pada robot humanoid yang tingginya hampir seperti manusia. Microduck menawarkan perspektif berbeda: mungkin revolusi robot rumah tangga justru dimulai dari perangkat mungil yang tidak terlihat terlalu mengancam dan harganya tidak membuat dompet langsung menyerah.

Dengan tubuh 25 sentimeter, bobot di bawah 800 gram, berbagai sensor, kemampuan bergerak, serta ekosistem open source, Microduck menjadi semacam eksperimen awal menuju rumah yang lebih robotik. Ia mungkin belum bisa memasak makan malam, mencuci piring, atau membereskan seluruh rumah, tetapi kemampuannya menunjukkan satu hal penting: robot rumahan mulai bergerak dari sekadar konsep futuristik menuju produk yang bisa benar-benar dimiliki.

Dan kalau robot pertama yang masuk ke rumah kita justru berbentuk bebek mungil yang bisa berjalan, menendang, bahkan bermain roller skating, rasanya masa depan memang punya selera humor yang cukup lucu, Urbie’s!