
Hi Urbie’s! Ada kabar manis sekaligus magis buat para penggemar film fantasi. Setelah hampir tiga dekade berlalu sejak Practical Magic pertama dirilis pada 1998, keluarga Owens akhirnya kembali membawa drama kutukan, cinta, sihir, dan tentu saja chemistry ikonik Sandra Bullock dan Nicole Kidman ke layar lebar.
Sekuel yang dipasarkan sebagai Practical Magic 2 dan tercatat di Indonesia dengan judul Practical Magic: The Book of Magic ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 9 September 2026. Film berdurasi 130 menit ini kembali mengajak penonton masuk ke dunia keluarga Owens yang penuh mantra, rahasia keluarga, kisah cinta, sekaligus kutukan yang ternyata belum benar-benar berakhir.
Buat kamu yang dulu ikut terhanyut dalam kisah kakak-adik penyihir Owens, ini tentu menjadi momen reuni yang cukup spesial. Apalagi, film terbaru ini bukan cuma menghadirkan kembali Sally dan Gillian Owens, tetapi juga membawa kisah keluarga mereka ke generasi berikutnya.
Lantas, seperti apa cerita Practical Magic 2? Apakah keluarga Owens akhirnya berhasil memutus kutukan cinta yang selama ini menghantui mereka? Simak sinopsisnya berikut ini.
Sinopsis Practical Magic 2
Kisah Practical Magic 2 membawa penonton kembali ke keluarga Owens bertahun-tahun setelah kejadian dalam film pertama.
Kali ini, Sally Owens, yang kembali diperankan Sandra Bullock, dan saudara perempuannya, Gillian Owens yang dimainkan Nicole Kidman, harus menghadapi babak baru dalam kehidupan keluarga mereka.
Sally selama ini berusaha melindungi kedua putrinya, Kylie dan Antonia, dari rahasia serta warisan sihir keluarga Owens. Namun, seperti yang sudah bisa ditebak, rahasia keluarga ternyata tidak semudah itu untuk dikubur.
Kylie, putri Sally yang diperankan Joey King, mulai berhadapan dengan kekuatan dan misteri yang berkaitan dengan garis keturunan keluarganya. Situasi menjadi semakin rumit ketika hubungannya dengan sang kekasih, Gideon, yang dimainkan Xolo Maridueña, ikut terseret ke dalam persoalan kutukan Owens.
Alih-alih bisa menjalani kehidupan normal, Kylie justru harus berhadapan dengan warisan magis yang selama ini coba dijauhkan oleh ibunya.
Perjalanan tersebut kemudian membawa Kylie hingga ke Inggris. Sally dan Gillian pun harus kembali turun tangan untuk melindungi Kylie sekaligus mencari cara menghadapi ancaman yang berkaitan dengan kutukan keluarga mereka.
Di Inggris, perjalanan mereka mempertemukan keluarga Owens dengan karakter-karakter baru, termasuk Profesor Ian Wright, yang diperankan Lee Pace, serta Thomas Lockland, sosok misterius yang dimainkan Solly McLeod.
Dengan begitu, konflik dalam Practical Magic 2 bukan cuma tentang sihir dan kutukan, tetapi juga tentang bagaimana generasi baru keluarga Owens harus menentukan sendiri apakah mereka akan menerima atau justru melawan warisan keluarga tersebut.
Sandra Bullock dan Nicole Kidman Kembali Jadi Duo Ikonik
Salah satu alasan terbesar kenapa Practical Magic 2 terasa seperti reuni yang wajib ditunggu adalah kembalinya Sandra Bullock sebagai Sally Owens dan Nicole Kidman sebagai Gillian Owens.
Hampir 30 tahun setelah film pertamanya, keduanya kembali memerankan saudari Owens dengan dinamika yang menjadi salah satu daya tarik utama waralaba ini.
Reuni Bullock dan Kidman memberikan sensasi nostalgia yang cukup kuat, terutama bagi penonton yang mengenal Sally dan Gillian sejak film pertama.
Namun, film ini tidak berhenti pada nostalgia. Kehadiran Joey King dan Maisie Williams sebagai generasi baru keluarga Owens membuat ceritanya bergerak ke arah yang berbeda. Kali ini, persoalan keluarga tidak lagi hanya menjadi urusan Sally dan Gillian, tetapi mulai diwariskan kepada anak-anak mereka.
Dari Salem ke Inggris, Sihir Keluarga Owens Belum Selesai
Yang menarik dari Practical Magic 2 adalah film ini tidak sekadar mengulang formula film pertama.
Cerita kali ini memperluas dunia keluarga Owens hingga ke Inggris sekaligus menggeser fokus kepada generasi berikutnya. Kylie dan Antonia menjadi pintu masuk baru untuk mengeksplorasi bagaimana warisan sihir keluarga dapat memengaruhi kehidupan mereka.
Baca Juga:
- Memang Beda! Jean-Jacques Ndjoli Menemukan Sisi Indonesia yang Terasa Seperti Dunia Lain
- AI Makin Ngebut, Tapi Kenapa Masa Depan Tetap Butuh Manusia?
- Sering Stres dan Diet Tinggi Protein? Ini Alasan Bau Mulut dan Gigi Sensitif Bisa Ganggu Kehidupan Sosial
Sally dan Gillian pun kembali menjadi pusat cerita ketika mereka harus menghadapi persoalan yang sebelumnya berusaha mereka tinggalkan.
Secara sederhana, film ini berbicara tentang satu pertanyaan besar: bisakah seseorang benar-benar lari dari warisan keluarganya sendiri?
Dan tentu saja, dalam dunia keluarga Owens, jawabannya kemungkinan besar adalah: tidak semudah itu.
Visual Magis dan Nostalgia Jadi Senjata Utama
Kalau ada satu hal yang membuat Practical Magic 2 mudah menarik perhatian sejak awal, jawabannya adalah nostalgia.
Chemistry Sandra Bullock dan Nicole Kidman menjadi salah satu daya tarik terbesar film ini. Reuni mereka memberikan sensasi seperti bertemu kembali dengan karakter lama yang sudah lama tidak terlihat.
Film ini juga tetap membawa elemen visual yang identik dengan dunia Practical Magic: atmosfer magis, nuansa romantis, humor quirky, hingga estetika yang memadukan kesan bohemian dan gotik.
Namun, nostalgia sekaligus menjadi pedang bermata dua.
Sejumlah ulasan awal menilai film ini terlalu mengandalkan fan service dan callback terhadap film pertama. Karena itu, pengalaman menontonnya kemungkinan akan terasa jauh lebih menyenangkan bagi penggemar lama yang sudah memiliki keterikatan emosional dengan karakter Sally dan Gillian.
Kelebihan dan Kekurangan Practical Magic 2
Dari sisi kelebihan, kekuatan terbesar film ini jelas terletak pada chemistry Sandra Bullock dan Nicole Kidman. Keduanya masih mampu menghadirkan dinamika Sally dan Gillian yang terasa natural, hangat, sekaligus menghibur. Reuni tersebut menjadi suntikan nostalgia yang cukup efektif bagi penonton yang sudah mengikuti kisah keluarga Owens sejak film pertama.
Film ini juga memiliki daya tarik visual yang cukup kuat. Dunia sihir keluarga Owens kembali dikemas dengan atmosfer yang dreamy, romantis, sedikit gotik, dan penuh detail magis. Perpaduan visual tersebut membuat Practical Magic 2 tetap punya identitas tersendiri sebagai film fantasi yang tidak sepenuhnya serius.
Selain itu, tema tentang sisterhood dan solidaritas perempuan masih menjadi salah satu fondasi ceritanya. Hubungan antara Sally, Gillian, dan generasi baru keluarga Owens membuat film ini tidak hanya berbicara tentang mantra atau kutukan, tetapi juga tentang keluarga, pilihan hidup, serta bagaimana perempuan saling mendukung ketika menghadapi masalah.
Meski begitu, film ini bukan tanpa kekurangan. Salah satu kritik yang muncul adalah alurnya terasa belum selalu solid. Beberapa konflik dianggap bergerak terlalu cepat, sementara sejumlah elemen cerita terasa seperti sengaja dimasukkan untuk mengingatkan penonton pada film pertama.
Ketergantungan pada nostalgia juga bisa menjadi kelemahan tersendiri. Callback terhadap momen-momen ikonik dari film sebelumnya memang menyenangkan untuk penggemar lama, tetapi bagi sebagian penonton bisa terasa seperti fan service yang terlalu dipaksakan.
Eksplorasi karakter generasi baru juga belum tentu memuaskan semua penonton. Beberapa karakter memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh, tetapi fokus cerita tetap banyak kembali kepada Sally dan Gillian.
Worth It-kah Untuk Ditonton?
Kalau kamu termasuk penonton yang tumbuh bersama Practical Magic, sekuel ini jelas punya alasan kuat untuk masuk watchlist.
Bayangkan kembali melihat Sandra Bullock dan Nicole Kidman sebagai Sally dan Gillian setelah hampir 30 tahun, tetapi kali ini mereka harus menghadapi persoalan yang diwariskan kepada generasi anak-anak mereka.
Buat penonton baru, film ini menawarkan paket fantasi, drama keluarga, romance, komedi, dan sedikit dark magic dalam satu perjalanan.
Sementara bagi penggemar lama, daya tarik terbesarnya mungkin bukan sekadar apakah kutukannya berhasil dipatahkan, tetapi bagaimana keluarga Owens berevolusi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Jadi, siapkan popcorn dan jangan kaget kalau setelah keluar bioskop kamu tiba-tiba ingin mencari kembali film Practical Magic versi 1998.
Karena satu hal sudah jelas: sihir keluarga Owens ternyata belum benar-benar selesai.
Practical Magic: The Book of Magic atau Practical Magic 2 sudah tayang di bioskop Indonesia mulai 9 September 2026. Dengan kembalinya Sandra Bullock dan Nicole Kidman, film ini menawarkan perpaduan nostalgia, fantasi, romance, komedi, serta kisah tentang keluarga yang berusaha berdamai dengan warisan masa lalu.
















































