Home Entertainment Dari Bandung ke Jakarta, Aruma Susun Ulang Cara Berkarya dan Hidup

Dari Bandung ke Jakarta, Aruma Susun Ulang Cara Berkarya dan Hidup

118
0
Dari Bandung ke Jakarta, Aruma Susun Ulang Cara Berkarya dan Hidup
Dari Bandung ke Jakarta, Aruma Susun Ulang Cara Berkarya dan Hidup. Foto: istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s,

Tinggal sendiri di kota besar seperti Jakarta seringkali jadi titik balik penting dalam kehidupan seseorang. Hal itu juga dirasakan oleh Aruma, musisi muda yang kini tengah menikmati fase hidup mandiri sekaligus menata ulang ritme kesehariannya. Setelah lama terbiasa dengan suasana Bandung, Aruma kini mulai membangun rutinitas baru yang sepenuhnya ia kendalikan sendiri.

Sebagai peraih AMI Awards 2023 kategori Pendatang Baru Terbaik, Aruma tidak lagi berada di fase mengejar perubahan besar secara instan. Justru, ia memilih pendekatan yang lebih tenang dengan menyusun ulang kebiasaan, cara bekerja, hingga cara memahami dirinya sendiri. Fase ini juga sangat berpengaruh pada proses kreatifnya sebagai musisi.

Dalam kesehariannya, Aruma kini memberi perhatian lebih pada self-care dan pengelolaan energi. Ia mulai menjaga pola tidur, menyisihkan waktu istirahat di tengah aktivitas, serta lebih disiplin mengatur jadwal. Baginya, menjaga kondisi fisik dan mental menjadi fondasi penting sebelum masuk ke proses kreatif di studio. Dengan kondisi emosional yang lebih stabil, Aruma merasa bisa lebih jujur dalam menulis dan mengekspresikan perasaannya lewat musik.

Selain itu, cara Aruma dalam berkarya juga mengalami perubahan. Ia kini lebih sering mengumpulkan potongan ide, membuat catatan kecil, dan menyusun lirik secara perlahan sebelum masuk tahap rekaman. Diskusi dengan circle kreatifnya tetap berjalan, namun dengan pendekatan yang lebih reflektif. Tema-tema yang ia angkat pun terasa semakin personal, mulai dari menjaga batas diri, menerima jeda, hingga berdamai dengan ritme hidup yang tidak selalu cepat.

Baca Juga:

Pendekatan ini menjadi kelanjutan dari perjalanan musikalnya setelah merilis lagu Muak. Lagu tersebut menjadi salah satu titik penting yang membuka arah baru dalam eksplorasi cerita yang ingin ia hadirkan ke depannya. Kini, Aruma ingin memastikan bahwa setiap karya yang ia rilis benar-benar memiliki kedekatan emosional dengan dirinya.

Tak hanya fokus pada musik, Aruma juga mulai memperluas eksplorasi ke bidang lain seperti desain, fesyen, dan seni visual. Mahasiswi Institut Teknologi Bandung ini aktif mengikuti kelas dan seminar untuk memperdalam pemahamannya di industri kreatif. Langkah ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membantunya membangun identitas artistik yang lebih kuat dan konsisten.

Menariknya, eksplorasi lintas bidang ini juga mulai ia integrasikan ke dalam karya musiknya, terutama dalam pengembangan konsep visual. Aruma ingin menghadirkan karya yang tidak hanya kuat secara audio, tetapi juga memiliki storytelling visual yang selaras.

Dalam hal bekerja dan berkolaborasi, Aruma kini juga lebih selektif. Ia menyusun jadwal dengan lebih rapi dan memilih proyek yang sesuai dengan visinya. Namun di sisi lain, ia tetap terbuka untuk berkolaborasi dan meminta bantuan, baik dalam hal teknis maupun emosional. Baginya, meskipun musik adalah ruang personal, proses di baliknya tetap membutuhkan dukungan dari banyak pihak.

Lewat fase hidup mandiri ini, Aruma tidak hanya menata ulang keseharian, tetapi juga arah kariernya sebagai musisi. Ia berharap, karya-karya yang lahir dari fase ini bisa menjadi ruang refleksi bagi para pendengarnya. Sebuah perjalanan yang mungkin terasa personal, namun tetap relevan bagi banyak orang yang juga sedang mencari ritme hidup mereka sendiri.