Home Entertainment Vokalis System of a Down Serj Tankian Kritik Pemerintah Israel soal Pengakuan...

Vokalis System of a Down Serj Tankian Kritik Pemerintah Israel soal Pengakuan Genosida Armenia, Singgung Gaza dan Lebanon

34
0
Vokalis System of a Down Serj Tankian Kritik Pemerintah Israel - sumber foto instagram Serj Tankian
Vokalis System of a Down Serj Tankian Kritik Pemerintah Israel - sumber foto instagram Serj Tankian
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Vokalis System of a Down, Serj Tankian, kembali menjadi sorotan dunia setelah melontarkan kritik tajam terhadap keputusan kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait pengakuan atas Genosida Armenia 1915.

Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial, Tankian mempertanyakan motif di balik langkah pemerintah Israel tersebut. Musisi berdarah Armenia itu menilai pengakuan tersebut bukan semata-mata bentuk penghormatan terhadap sejarah, melainkan memiliki kepentingan politik di tengah situasi geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Pernyataan Tankian pun langsung memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian pihak mendukung kritiknya, sementara yang lain menilai pengakuan terhadap tragedi sejarah tetap merupakan langkah penting, apa pun latar belakang politiknya.

Serj Tankian: Sejarah Armenia Jangan Dijadikan Alat Politik

Sebagai keturunan Armenia, Serj Tankian selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu figur publik yang paling vokal dalam memperjuangkan pengakuan internasional terhadap Genosida Armenia 1915.

Bagi Tankian, tragedi yang menewaskan dan menyebabkan deportasi massal warga Armenia pada masa Kesultanan Utsmaniyah bukan sekadar catatan sejarah, melainkan bagian dari identitas dan perjuangan masyarakat Armenia hingga saat ini.

Karena itu, ketika pemerintah Israel mengambil langkah untuk mengakui Genosida Armenia, Tankian justru merespons dengan kritik keras.

Menurutnya, keputusan tersebut terkesan memanfaatkan penderitaan rakyat Armenia sebagai bagian dari kepentingan politik yang lebih luas.

Ia juga mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun Israel tidak mengakui Genosida Armenia, yang menurut berbagai pengamat sering dikaitkan dengan hubungan diplomatik dan strategis negara tersebut dengan Turki.

Dalam pandangan Tankian, perubahan sikap tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan di balik waktu pengumumannya.

Vokalis System of a Down Serj Tankian Kritik Pemerintah Israel - sumber foto X
Vokalis System of a Down Serj Tankian Kritik Pemerintah Israel – sumber foto X

Singgung Konflik di Gaza dan Lebanon

Kritik Tankian tidak berhenti pada isu pengakuan Genosida Armenia.

Dalam pernyataannya, ia juga mengaitkan keputusan pemerintah Israel dengan konflik yang hingga kini masih berlangsung di Gaza dan Lebanon.

Tankian menyampaikan pandangannya bahwa keputusan tersebut tidak dapat dipisahkan dari dinamika politik kawasan yang sedang berkembang.

Ia menilai langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap situasi kemanusiaan di Timur Tengah.

Di akhir pernyataannya, Tankian menutup pesan tersebut dengan ungkapan bernada sangat keras yang ditujukan kepada pihak yang ia kritik.

Pernyataan tersebut kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam respons dari publik internasional.

Baca Juga:

Siapa Serj Tankian?

Bagi penggemar musik rock dan metal, nama Serj Tankian tentu sudah tidak asing lagi.

Ia dikenal sebagai vokalis utama System of a Down, band alternative metal asal Amerika Serikat yang memiliki akar budaya Armenia.

Selain dikenal lewat lagu-lagu seperti Chop Suey!, Toxicity, hingga B.Y.O.B., Tankian juga aktif dalam berbagai isu kemanusiaan, hak asasi manusia, lingkungan, serta perjuangan masyarakat Armenia.

Selama lebih dari dua dekade, ia secara konsisten menggunakan platformnya sebagai musisi untuk menyuarakan berbagai isu politik dan sosial yang dianggap penting.

Salah satu fokus utamanya adalah memperjuangkan pengakuan internasional terhadap Genosida Armenia.

Isu Genosida Armenia Masih Menjadi Perdebatan

Genosida Armenia merupakan salah satu isu sejarah yang hingga kini masih menjadi perdebatan di tingkat internasional.

Banyak negara telah mengakui peristiwa yang terjadi pada tahun 1915 tersebut sebagai genosida, sementara pemerintah Turki secara konsisten menolak penggunaan istilah tersebut dan memiliki pandangan berbeda mengenai peristiwa itu.

Perbedaan sikap antarnegara menjadikan isu ini tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga diplomasi internasional.

Karena itu, setiap pengakuan resmi dari suatu negara sering kali memunculkan respons politik maupun diplomatik yang cukup besar.

Reaksi di Media Sosial Terbelah

Tak lama setelah pernyataan Tankian beredar, media sosial dipenuhi berbagai tanggapan.

Sebagian pengguna internet mendukung pandangan Tankian dan menilai bahwa pengakuan terhadap tragedi sejarah seharusnya benar-benar didasarkan pada komitmen terhadap nilai kemanusiaan, bukan kepentingan politik.

Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa pengakuan resmi terhadap Genosida Armenia tetap merupakan langkah penting, terlepas dari alasan politik yang mungkin melatarbelakanginya.

Perdebatan tersebut kembali memperlihatkan betapa kompleksnya hubungan antara sejarah, diplomasi, dan konflik geopolitik yang masih berlangsung hingga saat ini.

Musik dan Aktivisme yang Sulit Dipisahkan

Bagi para penggemar System of a Down, sikap Serj Tankian sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan.

Sejak awal kariernya, ia memang dikenal sebagai musisi yang kerap menyuarakan isu-isu kemanusiaan melalui musik maupun pernyataan publik.

Banyak lagu System of a Down sendiri mengangkat tema perang, kekerasan, ketidakadilan, hingga kritik terhadap kebijakan politik berbagai negara.

Karena itu, komentar terbaru Tankian dinilai konsisten dengan sikap yang selama ini ia tunjukkan sebagai seorang seniman sekaligus aktivis.

Bagi Urbie’s, pernyataan Serj Tankian kali ini kembali memperlihatkan bagaimana seorang musisi dapat menggunakan pengaruhnya untuk menyampaikan pandangan terhadap isu global. Di sisi lain, respons publik yang beragam menunjukkan bahwa persoalan seperti pengakuan Genosida Armenia dan konflik di Timur Tengah merupakan isu yang kompleks, dengan berbagai perspektif politik, sejarah, dan kemanusiaan yang terus menjadi bahan perdebatan di tingkat internasional.