
Hi Urbie’s! Sidang proposal tesis biasanya identik dengan suasana formal, pakaian rapi, presentasi serius, dan wajah-wajah tegang. Namun, pemandangan berbeda justru terjadi di Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma. Seorang mahasiswa bernama Yogi Fajar Darmawan sukses mencuri perhatian publik setelah menjalani sidang proposal tesis sambil mengenakan kostum Kamen Rider Black, atau yang lebih dikenal masyarakat Indonesia sebagai Ksatria Baja Hitam.
Aksi unik tersebut bukan dilakukan untuk mencari sensasi. Justru, kostum ikonik pahlawan bertopeng asal Jepang itu menjadi bagian dari pendekatan akademis yang selaras dengan tema penelitian yang sedang ia angkat, yakni tentang fenomena cosplay.
Foto-foto sidang yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pun langsung menarik perhatian warganet karena memperlihatkan sosok Yogi mempresentasikan proposal tesis di depan dosen penguji lengkap dengan helm dan armor Kamen Rider Black.
Sidang Tesis yang Tak Biasa Viral
Di dalam unggahannya, Yogi membagikan momen yang menurutnya menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan akademiknya.
Alih-alih datang dengan setelan jas atau kemeja formal, ia memilih tampil sebagai Kamen Rider Black ketika mempresentasikan proposal tesisnya pada Senin, 20 Juli 2026.
Pilihan tersebut ternyata bukan tanpa alasan.
Topik penelitian yang diangkat Yogi memang berfokus pada budaya cosplay, sehingga kostum yang dikenakannya menjadi representasi langsung dari objek kajian yang sedang ia teliti.
Melalui unggahan tersebut, ia bahkan menuliskan kalimat yang langsung mengundang senyum banyak orang.
“Sidang proposal tesis sambil tegang ❎. Sidang proposal tesis sambil cosplay ✅.”
Kalimat sederhana itu menggambarkan bagaimana ruang akademik tidak selalu harus kaku, tetapi tetap dapat menjadi tempat lahirnya pendekatan penelitian yang kreatif dan relevan dengan perkembangan budaya populer.
Meneliti Cosplay dari Perspektif Kajian Budaya
Dalam sidangnya, Yogi mengangkat penelitian mengenai cosplay sebagai fenomena budaya.
Materi presentasi yang tampak pada layar proyektor menunjukkan judul penelitian “Menjadi Cosplayer dalam Stigma Masyarakat: Studi Fenomenologis pada Komunitas Cosplayer di Bandar Lampung.”
Penelitian tersebut mencoba melihat bagaimana para cosplayer menjalani identitas mereka di tengah berbagai pandangan masyarakat, mulai dari apresiasi hingga stigma yang masih melekat terhadap komunitas penggemar budaya pop Jepang.
Dengan mengenakan kostum Kamen Rider Black saat presentasi, Yogi tidak hanya membahas cosplay secara teoritis, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang memperkuat konteks penelitian di hadapan dosen penguji.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa budaya populer dapat dikaji secara ilmiah dan memiliki ruang dalam dunia akademik.
Baca Juga:
- Sering Dianggap Masuk Angin, Nyeri Pinggang Bisa Jadi Batu Saluran Kemih, Dokter Ungkap Tanda Bahayanya
- Inspiratif! Kisah Dokter Yusuf di Cianjur, Pasien Bisa Bayar Berobat dengan Hasil Panen hingga Botol Plastik
- Joko Anwar Beri Bocoran Pengabdi Setan 3: Origins, Asmara Abigail dan Fachri Albar Siap Ungkap Misteri Darminah dan Batara?
Ketika Budaya Pop Bertemu Dunia Akademik
Dalam keterangannya di Instagram, Yogi mengaku pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama menjalani studi magister.
Menurutnya, mengenakan kostum cosplay saat sidang menjadi pengingat bahwa ruang akademik juga dapat menjadi tempat berdialog secara kritis dengan budaya populer.
“Mungkin, ini salah satu sidang proposal yang tidak biasa. Yang membuatnya berkesan, saya mempresentasikan proposal sambil mengenakan kostum Kamen Rider Black sebagai bagian dari tema penelitian tentang cosplay.”
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuktikan penelitian tidak harus selalu berjarak dengan kehidupan sehari-hari. Justru fenomena yang tumbuh di tengah masyarakat, termasuk budaya cosplay, layak menjadi objek kajian ilmiah yang serius.
Dosen Pembimbing Beri Masukan Berharga
Di balik momen unik tersebut, Yogi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen pembimbing dan penguji yang telah memberikan banyak kritik serta masukan selama proses sidang.
Ia secara khusus menyebut Romo Banar dan Ibu Dewi yang menurutnya membuka perspektif baru dalam penyusunan proposal tesis.
Baginya, setiap pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sidang menjadi bekal penting untuk menyempurnakan penelitian yang akan dijalankannya ke tahap berikutnya.
Yogi berharap proses ini menjadi awal dari penelitian yang lebih bermakna, tidak hanya bagi dirinya sebagai mahasiswa, tetapi juga bagi perkembangan kajian budaya populer di Indonesia.
Viral karena Berani Tampil Berbeda
Foto Yogi yang mengenakan kostum Kamen Rider Black saat duduk di depan laptop dengan mikrofon presentasi di ruang sidang menjadi daya tarik tersendiri di media sosial.
Di balik tampilan yang unik, suasana sidang tetap berlangsung serius. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengurangi esensi akademik, melainkan menjadi cara baru untuk menyampaikan gagasan sesuai dengan konteks penelitian.
Banyak warganet pun memberikan apresiasi karena Yogi dinilai berhasil menghubungkan dunia akademik dengan budaya pop secara elegan dan tetap profesional.
Bagi sebagian orang, cosplay mungkin hanya dipandang sebagai hobi. Namun melalui penelitian ini, Yogi menunjukkan bahwa fenomena tersebut juga menyimpan banyak aspek sosial, identitas, hingga dinamika budaya yang layak diteliti secara mendalam.
Siapa sangka, sosok Ksatria Baja Hitam yang dulu menjadi pahlawan masa kecil banyak orang kini justru hadir di ruang sidang tesis sebagai simbol bahwa ilmu pengetahuan dapat lahir dari mana saja, termasuk dari dunia cosplay yang selama ini sering dipandang sebelah mata.












































