Home Tekno Ternyata Ini Keahlian Pengelolaan Toko Online ala Indonesia yang Berhasil Masuk Pasar...

Ternyata Ini Keahlian Pengelolaan Toko Online ala Indonesia yang Berhasil Masuk Pasar Regional!

8
0
Ternyata Ini Keahlian Pengelolaan Toko Online ala Indonesia yang Berhasil Masuk Pasar Regional!
Chief Executive Officer AHA Commerce Stephen Lawrence (kiri) bersama Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce Andre Chouw (kanan). AHA Commerce resmi memperluas operasinya ke Thailand sebagai langkah perusahaan membawa kapabilitas pengelolaan bisnis digital berbasis data ke pasar Asia Tenggara. Foto: istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hai urbie’s! Pernah nggak sih lu melihat sebuah brand yang tiba-tiba semakin sering muncul di berbagai kampanye marketplace, menawarkan promo berbeda, atau produknya terus hadir di halaman rekomendasi? Di balik aktivitas yang terlihat sederhana tersebut, ternyata ada strategi pengelolaan e-commerce yang cukup kompleks dan membutuhkan keputusan berbasis data.

Mulai dari menentukan produk yang akan dipromosikan, memilih kampanye marketplace yang tepat, menyusun strategi diskon, sampai memantau performa penjualan, semuanya membutuhkan pengelolaan yang terukur. Proses inilah yang menjadi bagian dari layanan AHA Commerce, perusahaan asal Indonesia yang menyediakan pengelolaan e-commerce secara terintegrasi.

Setelah membangun pengalaman selama lebih dari satu dekade di Indonesia, AHA Commerce kini mulai membawa keahliannya ke Thailand. Ekspansi ini menjadi langkah baru perusahaan untuk memperluas layanan pengelolaan toko online sekaligus memperkenalkan pengalaman bisnis digital Indonesia ke pasar Asia Tenggara.

Dari Indonesia, Merambah Pasar Thailand

Di Indonesia, AHA Commerce telah mengelola lebih dari 280 brand dengan dukungan lebih dari 220 tenaga ahli. Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan menangani lebih dari 8,1 juta pesanan dengan total omzet yang dikelola mencapai lebih dari Rp453 miliar.

Menariknya, perjalanan AHA Commerce menuju pasar Thailand sebenarnya sudah dimulai sebelum perusahaan memiliki operasional lokal di negara tersebut.

Pada September 2025, AHA Commerce mulai mengelola toko online pertamanya di Thailand setelah ditunjuk untuk menangani operasional marketplace sebuah brand. Dalam periode tersebut, brand yang dikelola mencatatkan pertumbuhan omzet hingga 221 persen.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong AHA Commerce melihat Thailand sebagai pasar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Kini, AHA Commerce Thailand telah memiliki badan usaha resmi, kantor operasional, serta tim lokal yang direkrut dari Thailand. Pengelolaan bisnis dilakukan secara hybrid dengan menggabungkan tenaga ahli Indonesia dan Thailand.

Menggabungkan Teknologi dan Pemahaman Lokal

Masuk ke pasar baru tentu nggak cukup hanya dengan membawa sistem yang sudah berhasil digunakan di negara asal. Setiap pasar memiliki karakter konsumen, pola belanja, kebiasaan promosi, hingga karakteristik marketplace yang berbeda.

Karena itu, AHA Commerce menggabungkan pengalaman dan sistem yang dikembangkan di Indonesia dengan pemahaman pasar dari tim lokal Thailand.

Kami tidak datang ke Thailand hanya dengan pengalaman operasional, tetapi membawa sistem yang telah dibangun dan diuji selama bertahun-tahun. Tentu implementasinya tetap disesuaikan dengan perilaku konsumen, karakter marketplace, serta kebutuhan masing-masing brand di Thailand.” kata Andre Chouw, Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce.

Pada tahap awal, AHA Commerce Thailand berfokus memberikan layanan pengelolaan toko online bagi brand lokal. Tim Indonesia berperan dalam memberikan dukungan sistem dan pengalaman operasional, sedangkan tim Thailand membantu memastikan strategi yang diterapkan tetap sesuai dengan kondisi pasar setempat.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi bisnis digital bukan sekadar memindahkan sistem dari satu negara ke negara lain. Pemahaman terhadap konsumen lokal tetap menjadi bagian penting agar strategi e-commerce bisa berjalan secara efektif.

Baca Juga:

Mengandalkan Teknologi AI untuk Pengelolaan Marketplace

Salah satu teknologi yang turut dibawa ke Thailand adalah AHABOT™, sistem AI Marketing yang dikembangkan berdasarkan data dari ratusan toko online yang sebelumnya telah dikelola AHA Commerce.

Teknologi tersebut membantu proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan toko online, termasuk menentukan produk yang perlu mendapatkan promosi, kampanye marketplace yang sesuai, hingga besaran diskon berdasarkan data.

Buat lu yang sering melihat perubahan promo, produk unggulan, atau strategi diskon di marketplace, proses seperti ini menjadi salah satu bagian penting di balik performa sebuah toko online. Keputusan promosi tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga dapat menggunakan data sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Sistem yang Dibangun dari Pengalaman Panjang

Keahlian tersebut bukan sesuatu yang dibangun dalam waktu singkat. AHA Commerce telah melewati perjalanan panjang di industri e-commerce.

Pada 2021, perusahaan melakukan transformasi dari model distribusi menjadi model layanan. Setelah transformasi tersebut, AHA Commerce terus mengembangkan sistem pengelolaan yang menggabungkan pengalaman operasional dengan pendekatan berbasis data.

Salah satu penerapannya adalah skema garansi yang diberikan kepada klien. AHA Commerce menjamin peningkatan omzet minimal 20 persen dibandingkan rata-rata enam bulan sebelumnya. Dengan asumsi struktur HPP yang berlaku, peningkatan omzet tersebut ditargetkan dapat mendorong pertumbuhan profit.

Jika target tersebut tidak tercapai, klien dibebaskan dari biaya komisi. Skema ini juga diterapkan dalam layanan AHA Commerce di Thailand.

Menurut Andre Chouw, fokus perusahaan bukan hanya mengejar peningkatan penjualan dalam waktu singkat, tetapi membantu brand membangun pertumbuhan omzet dan profitabilitas yang berkelanjutan.

Membawa Keahlian Lokal Indonesia ke Asia Tenggara

Ekspansi AHA Commerce ke Thailand memperlihatkan bagaimana pengalaman mengelola e-commerce di Indonesia dapat menjadi modal untuk memasuki pasar regional. Namun, keberhasilan tersebut tetap membutuhkan penyesuaian dengan karakter konsumen dan ekosistem marketplace di masing-masing negara.

Ke depan, AHA Commerce akan terus memperkuat tim Thailand sekaligus menyempurnakan sistem dan layanan berdasarkan kebutuhan pasar lokal. Perusahaan juga melanjutkan proses akuisisi brand Thailand yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan bisnis melalui berbagai platform e-commerce.

Dari Indonesia, perusahaan yang selama ini bekerja di balik layar dalam membantu pertumbuhan berbagai brand di marketplace tersebut kini mulai memperluas langkahnya ke pasar Asia Tenggara.

Bagi industri e-commerce Indonesia, langkah ini juga menjadi gambaran bahwa keahlian dalam mengelola toko online tidak hanya memiliki nilai di pasar domestik. Dengan dukungan teknologi, pengalaman operasional, serta pemahaman lokal yang tepat, kemampuan tersebut berpotensi menjadi bagian dari ekspansi bisnis Indonesia ke tingkat regional.