Home Travel Ketika Sushi Bertemu Rendang, Hotel di Bintaro ini Bawa Kuliner Nusantara ke...

Ketika Sushi Bertemu Rendang, Hotel di Bintaro ini Bawa Kuliner Nusantara ke Level Baru

12
0
Chef Amzar membuat shushi rendang di Sajantara: Treasure of the Archipelago - sumber foto urbanvibes/adi
Chef Amzar membuat shushi rendang di Sajantara: Treasure of the Archipelago - sumber foto urbanvibes/adi
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s!, bagaimana jadinya kalau sushi khas Jepang bertemu ayam pelalah, udang bumbu Bali, rendang, hingga tuna sambal matah? Pertanyaan sederhana itulah yang kemudian menjadi salah satu ide paling menarik dalam Sajantara: Treasure of the Archipelago, sebuah perayaan kuliner Indonesia yang digelar Aston Bintaro Hotel & Conference Center pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Bukan sekadar menghadirkan menu Nusantara dalam format buffet, Chef Amzar justru mencoba mempertemukan teknik dan elemen kuliner Jepang dengan kekayaan rasa Indonesia. Hasilnya adalah konsep “Sushi but Indonesian Ways”, sebuah interpretasi modern yang membuat sajian familiar terasa berbeda tanpa kehilangan identitas aslinya.

Dari Lemper ke “Sushi but Indonesian Ways”

Berangkat dari latar belakang Chef Amzar yang banyak bersentuhan dengan Japanese cuisine, muncul sebuah gagasan untuk mencari bentuk lain dari makanan Indonesia yang memiliki kemiripan dengan sushi. Jawabannya kemudian mengarah pada lemper, makanan tradisional berbahan dasar ketan yang dibungkus dengan isian bercita rasa gurih.

Namun, dalam Sajantara, konsep tersebut tidak dibuat menggunakan ketan seperti lemper pada umumnya. Chef Amzar menggunakan nasi Jepang asli, lengkap dengan kondimen khas Jepang yang sebelumnya telah melalui proses research and development atau R&D untuk memastikan karakter rasanya tetap cocok ketika dipadukan dengan bumbu Nusantara.

Isian yang disiapkan pun jauh dari kata biasa. Ada ayam pelalah, udang bumbu Bali, beef rendang, hingga tuna sambal matah yang memberikan kejutan di setiap gigitan.

Konsep ini menarik karena bukan sekadar “membuat makanan Indonesia terlihat Jepang”, melainkan mencoba mempertemukan dua karakter kuliner yang berbeda. Tekstur nasi Jepang menjadi medium baru untuk membawa rasa-rasa Indonesia yang sudah akrab di lidah.

Buffet yang Tidak Cuma Prasmanan

Salah satu hal yang membuat Sajantara terasa berbeda adalah kehadiran live à la carte di tengah area buffet. Jika pengalaman buffet biasanya identik dengan mengambil makanan sendiri dari deretan chafing dish, Aston Bintaro menghadirkan pengalaman tambahan yang membuat tamu bisa menyaksikan sajian dibuat dan disajikan secara langsung.

overnight marinated beef steak rempiga - sumber foto urbanvibes/adi
overnight marinated beef steak rempiga – sumber foto urbanvibes/adi

Salah satu bintang dari live station tersebut adalah overnight marinated beef steak rempiga, yang mengambil inspirasi dari kuliner Nusa Tenggara Barat. Chef Amzar menggunakan tenderloin Wagyu, lalu memberikan sentuhan modern tanpa menghilangkan karakter rempiga sebagai identitas hidangannya.

Pendampingnya pun dibuat tidak kalah menarik. Ada sambal beberu berbahan terong, tempe yang diolah menjadi crumble, serta saus rempiga dan saus mangut yang memperkaya rasa. Perpaduan tersebut menjadi contoh bagaimana bahan dan rasa tradisional bisa tampil lebih modern tanpa harus kehilangan akarnya.

Baramundi dengan Mashed Potato Bercita Rasa Indonesia

Eksperimen kuliner juga hadir dalam sajian ikan. Untuk menu live lainnya, Chef Amzar menggunakan baramundi atau yang lebih familiar dikenal sebagai white snapper.

Menariknya, ikan tersebut tidak disandingkan dengan nasi, melainkan mashed potato yang diberi sentuhan rempah Indonesia. Ketumbar, lada, dan pala dimasukkan ke dalam kondimen sehingga mashed potato tidak terasa seperti pendamping western biasa.

Baca juga:

Ketika dipadukan dengan protein dan saus, karakter rempah tersebut diharapkan memberikan sensasi rasa yang menyatu. Konsep inilah yang menjadi kekuatan Sajantara: teknik dan presentasi boleh modern, tetapi rasa Indonesia tetap menjadi pemeran utamanya.

Semua Indonesia dalam Satu Meja

Untuk buffet utama, Chef Amzar sengaja tidak mengunci Sajantara pada satu daerah tertentu. Tidak hanya Jawa Tengah, Sumatra, Bali, atau Sulawesi, ia ingin membuat Aston Bintaro menjadi semacam pertemuan berbagai rasa Indonesia dalam satu meja.

Menu yang hadir bahkan menyentuh makanan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ada bihun goreng cabai hijau yang identik dengan warung dan warteg, buncis sambal terasi, hingga gorengan yang menurut Chef Amzar menjadi menu yang sulit dihilangkan dari meja makan orang Indonesia.

Bedanya, hidangan-hidangan tersebut mendapatkan pengolahan kembali agar tampil lebih elevated. Ada pula ayam woku blanga yang kaya rempah serta lidah sapi krengsengan Hasura sebagai pilihan lain bagi pencinta hidangan bercita rasa kuat.

Dessert Indonesia dengan Twist yang Tak Terduga

Perjalanan Sajantara belum selesai ketika makanan utama berakhir. Area dessert justru membawa kejutan lain melalui berbagai jajanan dan kudapan Indonesia yang dikemas dengan pendekatan modern.

Salah satu yang paling unik adalah tape macaron. Jika macaron identik dengan pastry Prancis, Chef Amzar mengisinya dengan filling tape yang sangat Indonesia.

tape macaron - sumber foto urbanvibes/adi
tape macaron – sumber foto urbanvibes/adi

Ada pula kelepon cake yang diolah menjadi bentuk cake, krol tape, jajanan pasar yang ditata lebih menarik, sarang semut, kue kojo khas Palembang, hingga es cendol. Untuk cendol, Chef Amzar juga mengingatkan bahwa penyebutannya bisa berbeda berdasarkan daerah—dikenal sebagai cendol di Jawa Barat dan dawet di Jawa Tengah.

Mega Mendung dan Embun Pertiwi Jadi Rahasia Terakhir

Untuk melengkapi pengalaman malam kemerdekaan, Sajantara juga menyiapkan minuman spesial bernama Mega Mendung dan Embun Pertiwi. Namun, detail racikan Mega Mendung masih menjadi kejutan yang sengaja disimpan hingga acara berlangsung.

Dengan nuansa yang tetap berkaitan dengan semangat kemerdekaan, minuman tersebut menjadi bagian dari konsep besar Sajantara yang ingin membuat perayaan 17 Agustus terasa lebih dari sekadar makan malam.

Bagi Chef Amzar, Sajantara juga bukan akhir dari eksperimen. Ia bersama Dimas, Marketing Communication Manager, beserta pimpinan hotel General Manager Aston Bintaro membuka kemungkinan menghadirkan konsep-konsep baru pada special event berikutnya.

Dan mungkin, itulah daya tarik utama Sajantara: kuliner Indonesia tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang harus terus-menerus dipertahankan dalam bentuk lama, tetapi sebagai kekayaan rasa yang masih bisa dimainkan, ditafsirkan ulang, dan diperkenalkan melalui pengalaman yang lebih modern.