Home Highlight Pagar Tinggi di Kota Kasablanka Resmi Dilepas! Himbauan Gubernur Pramono Anung Dilaksanakan

Pagar Tinggi di Kota Kasablanka Resmi Dilepas! Himbauan Gubernur Pramono Anung Dilaksanakan

21
0
Mal Kota Kasablanka - sumber foto istimewa
Mal Kota Kasablanka - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Pemandangan berbeda terlihat di depan Mal Kota Kasablanka (Kokas) pada Minggu (2/8/2026) pagi. Pagar logam berwarna abu-abu yang selama beberapa hari terakhir membatasi area depan pusat perbelanjaan itu kini sudah tidak lagi terlihat. Ruang yang sebelumnya tertutup kembali terbuka, membuat akses menuju salah satu mal tersibuk di Jakarta Selatan terasa lebih lapang.

Pembongkaran pagar tersebut menjadi perhatian masyarakat karena sebelumnya keberadaannya sempat memicu berbagai spekulasi di media sosial. Tak sedikit warga yang mempertanyakan alasan pemasangan pagar setinggi sekitar 2,5 meter itu, bahkan menganggapnya sebagai simbol kekhawatiran berlebihan terhadap situasi keamanan ibu kota.

Kini, setelah pagar resmi dilepas, suasana di sekitar Kota Kasablanka kembali terlihat seperti biasa. Kendaraan keluar masuk tanpa terhalang pembatas tambahan, sementara pejalan kaki juga dapat mengakses area depan mal dengan lebih leluasa.

Pagar Kokas Sempat Jadi Sorotan Publik

Beberapa waktu lalu, pengelola Mal Kota Kasablanka memasang pagar logam sepanjang kurang lebih 100 meter di sisi depan area mal, tepatnya di sepanjang akses kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.

Keberadaan pagar tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet membagikan foto maupun video yang memperlihatkan perubahan tampilan area depan mal. Sebagian mempertanyakan apakah pemasangan itu berkaitan dengan kondisi keamanan Jakarta, sementara yang lain menilai langkah tersebut terlalu berlebihan.

Fenomena serupa juga sempat terlihat di beberapa pusat perbelanjaan lain di ibu kota, sehingga memunculkan anggapan bahwa sejumlah pengelola sedang meningkatkan langkah antisipasi keamanan.

Meski demikian, hingga akhirnya pagar dibongkar, aktivitas di dalam maupun sekitar pusat perbelanjaan tetap berlangsung normal.

Pramono Anung: Jakarta Aman, Tak Perlu Kekhawatiran Berlebihan

Sorotan terhadap pagar-pagar tinggi di sejumlah mal akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Pramono mengaku telah mengamati fenomena tersebut. Menurutnya, ia memahami jika pemasangan pagar dilakukan sebagai bentuk antisipasi, namun rasa khawatir tidak seharusnya ditunjukkan secara berlebihan.

Ia bahkan menyampaikan harapannya agar pagar-pagar tersebut nantinya dilepas kembali.

Menurut Pramono, keberadaan pagar tinggi justru dapat menciptakan persepsi bahwa Jakarta berada dalam kondisi tidak aman, padahal pemerintah bersama aparat keamanan terus bekerja menjaga situasi tetap kondusif.

Baginya, ruang publik seharusnya tetap menghadirkan rasa nyaman dan terbuka bagi masyarakat.

Baca Juga:

Resmi Dibongkar pada Minggu Pagi

Imbauan tersebut tampaknya segera ditindaklanjuti.

Pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026, warga sekitar serta para pedagang yang biasa beraktivitas di kawasan Kota Kasablanka mendapati pagar abu-abu tersebut sudah tidak lagi berdiri.

Seluruh pagar yang sebelumnya membentang di depan area mal telah dicopot oleh pihak pengelola.

Pembongkaran ini langsung disambut positif oleh banyak masyarakat. Bukan hanya karena akses kembali terbuka, tetapi juga karena memberikan kesan bahwa situasi Jakarta tetap berada dalam kondisi yang aman dan terkendali.

Beberapa warga bahkan mengaku merasa lebih nyaman melihat area depan mal kembali seperti semula tanpa pembatas tinggi yang sebelumnya cukup mencolok.

Keamanan Jakarta Jadi Tanggung Jawab Bersama

Dalam keterangannya, Pramono menegaskan bahwa keamanan ibu kota bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya.

Ia memastikan seluruh unsur tersebut terus bekerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan Jakarta agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan karena pemerintah terus memantau situasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan ibu kota tetap kondusif.

Pramono juga berharap Jakarta selalu menjadi kota yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga maupun para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Ruang Publik yang Terbuka Bangun Rasa Aman

Pembongkaran pagar di Kota Kasablanka juga memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai wajah ruang publik di perkotaan.

Banyak pengamat tata kota menilai bahwa ruang publik yang terbuka dapat memberikan rasa nyaman sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat. Sebaliknya, pembatas fisik yang terlalu masif sering kali memunculkan persepsi adanya ancaman, meskipun kondisi sebenarnya tetap terkendali.

Kasus di Kota Kasablanka menjadi contoh bagaimana desain ruang publik juga dapat memengaruhi rasa aman masyarakat.

Kini, dengan pagar yang telah dilepas, kawasan depan mal kembali menghadirkan suasana yang lebih terbuka dan ramah bagi pengunjung.

Bagi banyak warga Jakarta, perubahan ini bukan sekadar soal pembongkaran pagar logam. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi simbol bahwa rasa aman dibangun melalui kepercayaan, koordinasi antarinstansi, serta komunikasi yang baik kepada masyarakat—bukan semata-mata lewat tembok atau pembatas yang tinggi.