
Hi Urbie’s! Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, akan hadir Festival Pahlawan Anak 2026 yang mengajak pengunjung berhenti sejenak untuk memahami bagaimana setiap orang dapat berperan dalam menciptakan dunia yang lebih aman bagi anak-anak.
Semangat yang dibawa Festival Pahlawan Anak tersebut merupakan sebuah perayaan yang digelar Save the Children Indonesia untuk menandai 50 tahun kiprahnya mendampingi anak-anak Indonesia. Festival ini akan berlangsung pada 13–16 Agustus 2026 di Gandaria City, Jakarta Selatan, dengan menghadirkan berbagai pengalaman interaktif yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
Lebih dari sekadar festival, perhelatan ini menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat bahwa melindungi anak bukan hanya tugas orang tua ataupun pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan selama lima dekade organisasinya belajar bahwa perubahan besar selalu lahir dari kerja sama berbagai pihak.
“Selama 50 tahun, Save the Children Indonesia belajar bahwa perubahan yang paling bermakna tidak pernah lahir dari satu pihak, melainkan dari kolaborasi. Berbagai capaian yang telah diraih menunjukkan bahwa perubahan nyata bagi anak dapat terwujud ketika semua pihak bergerak bersama,” ujarnya dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Dessy, peringatan usia emas organisasi tersebut bukan hanya menjadi momen mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat gerakan bersama dalam memastikan hak-hak anak terus terpenuhi di Indonesia.
“Peringatan 50 tahun ini bukan sekadar refleksi perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam mengawal pemenuhan hak-hak anak di Indonesia,” katanya.

Bukan Sekadar Festival, tetapi Ruang Belajar yang Menyenangkan
Festival Pahlawan Anak dirancang agar setiap pengunjung dapat terlibat secara aktif. Anak-anak dapat bermain sekaligus belajar, sementara orang dewasa diajak memahami berbagai isu yang memengaruhi tumbuh kembang anak melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan.
Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas mulai dari pameran imersif, sesi bincang inspiratif bersama para narasumber, permainan interaktif, hingga pertunjukan musik yang dapat dinikmati seluruh keluarga.
Melalui konsep tersebut, Save the Children Indonesia berharap pesan mengenai pentingnya perlindungan anak dapat diterima lebih luas oleh masyarakat tanpa terasa menggurui.
Baca Juga:
- Puluhan ARMY Diduga Jadi Korban Penipuan Jastip Tiket Konser BTS di Jakarta, Kerugian Ditaksir Tembus Rp500 Juta
- Studi Ungkap 78 Persen Pria Merasa Lega Saat Dimarahi Pasangan, Kok Bisa?
- David Beckham dan Victoria Beckham Viral Saat Nonton Timnas Inggris, Momen di Tribun VIP Malah Jadi Bahan Meme Netizen
Lima Dekade Mendampingi Anak Indonesia
Perjalanan Save the Children Indonesia dimulai pada 1976. Selama 50 tahun, organisasi ini terus mengembangkan berbagai program yang berfokus pada kesehatan dan gizi, pendidikan dasar, perlindungan anak, penguatan ketangguhan masyarakat, hingga kesiapsiagaan dan respons bencana.
Tak hanya bekerja langsung di lapangan, Save the Children Indonesia juga aktif mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang memperkuat sistem perlindungan anak, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Sejumlah kontribusi penting yang telah dilakukan di antaranya mendorong penguatan pola pengasuhan berbasis keluarga melalui regulasi nasional, memperluas partisipasi anak melalui Children and Youth Advisory Network (CYAN) dalam isu perubahan iklim dan keamanan digital, serta mendukung pengembangan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di berbagai wilayah Indonesia.
Dari Kampanye hingga Kebijakan Nasional
Salah satu kontribusi yang dinilai membawa dampak luas adalah kampanye Stop Pneumonia yang dijalankan sepanjang 2019 hingga 2022.
Melalui kampanye tersebut, Save the Children Indonesia turut mendorong pemerintah memasukkan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) ke dalam program imunisasi dasar nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian balita akibat pneumonia yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu penyebab utama kematian anak.
Berbagai pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali lahir dari kolaborasi yang berlangsung secara konsisten.
Kini, melalui Festival Pahlawan Anak, Save the Children Indonesia ingin mengajak lebih banyak orang mengambil bagian dalam perjalanan berikutnya. Sebab, menjadi pahlawan bagi anak tidak selalu harus melalui langkah besar. Kepedulian, perhatian, dan kemauan untuk menciptakan lingkungan yang aman bisa menjadi awal dari perubahan yang berarti bagi masa depan generasi Indonesia. (Ima)












































