Hi Urbie’s! Ada satu detail kecil dari sejarah para Avengers yang ternyata menyimpan cerita cukup seru di balik layar, yaitu tato matching yang dibuat para pemerannya setelah bertahun-tahun bersama di Marvel Cinematic Universe. Chris Evans akhirnya membongkar cerita di balik tato tersebut dan ternyata Scarlett Johansson alias Black Widow adalah salah satu orang yang paling bersemangat mewujudkan ide tersebut.
Buat penggemar Marvel, tato itu bukan sekadar gambar permanen di tubuh para aktor. Di baliknya ada simbol persahabatan, perjalanan panjang, dan ikatan para pemain yang sejak awal harus menghidupkan karakter-karakter superhero paling populer di dunia.
Scarlett Johansson Ternyata yang Paling Semangat
Chris Evans mengungkap bahwa ide membuat tato bersama muncul sebagai cara untuk merayakan perjalanan mereka sebagai pemeran inti Avengers. Dari sekian banyak pemain, Scarlett Johansson disebut menjadi salah satu orang yang paling antusias ketika gagasan tersebut mulai dibicarakan.
Evans bahkan mengatakan Johansson benar-benar “really into it” ketika ide tato matching itu muncul. Dengan kata lain, kalau proyek Avengers punya sosok yang membantu menggerakkan rencana kecil di balik layar ini, Johansson tampaknya punya peran besar dalam membuat semuanya benar-benar terjadi.
Menariknya, keputusan tersebut terasa cukup personal karena para pemeran Avengers sudah melewati perjalanan panjang bersama. Mereka tidak hanya berbagi layar dalam satu atau dua film, tetapi membangun sebuah era perfilman yang membuat nama karakter dan aktornya melekat di ingatan jutaan penonton.
Tato tersebut akhirnya menjadi semacam memorabilia yang tidak bisa disimpan di lemari atau dipajang di rumah. Ia melekat secara harfiah di tubuh mereka dan menjadi pengingat tentang masa ketika mereka bersama-sama menjadi bagian dari fenomena budaya pop global.
Masalahnya: Mark Ruffalo Tidak Mau Ikutan
Kalau Urbie’s membayangkan semua pemeran Avengers langsung kompak mengangkat tangan dan berkata, “Gas tato!”, ternyata kenyataannya tidak semulus itu. Chris Evans mengungkap bahwa ada satu nama yang cukup sulit diajak masuk ke dalam rencana tersebut, yaitu Mark Ruffalo.
Ruffalo dikenal sebagai pemeran Bruce Banner alias Hulk dalam MCU dan menjadi bagian penting dari tim Avengers. Namun, ketika ide tato matching tersebut mulai dijalankan, Evans mengatakan mereka kesulitan mendapatkan persetujuan Ruffalo.
“We couldn’t get Ruffalo,” ujar Evans sambil bercanda. Kalimat pendek tersebut justru membuat cerita di balik tato Avengers menjadi jauh lebih menarik karena ternyata bahkan superhero sekalipun bisa punya satu anggota tim yang paling susah diajak kompak.
Bayangkan saja situasinya, Urbie’s: para pemeran utama Avengers sudah sepakat membuat tato sebagai tanda kebersamaan, tetapi satu orang masih belum memberikan lampu hijau. Kalau ini terjadi di film Avengers, mungkin sudah waktunya Tony Stark mengeluarkan satu-dua lelucon untuk mencairkan suasana.
Baca juga:
- Bocoran Avengers: Doomsday Viral! Battleworld Disebut Jadi Akhir Multiverse, Benarkah?
- Avengers: Doomsday Disebut Penuh Fan-Service, Siap Jadi Jembatan Infinity Saga dan Multiverse Saga?
Tato yang Lebih dari Sekadar Gambar
Pada akhirnya, para pemeran yang terlibat melihat tato tersebut sebagai bentuk perayaan terhadap perjalanan mereka di MCU. Setelah bertahun-tahun memainkan karakter superhero yang sama, hubungan di antara mereka berkembang menjadi persahabatan yang melampaui lokasi syuting.
Ada sesuatu yang menarik dari cara para aktor memilih mengabadikan sebuah fase karier mereka. Film bisa berakhir, karakter bisa berganti, bahkan sebuah franchise bisa memasuki era baru, tetapi tato tetap menjadi pengingat bahwa mereka pernah berada di pusat salah satu perjalanan sinematik terbesar.
Bagi Chris Evans, Scarlett Johansson, dan pemeran lainnya, tato tersebut juga menjadi simbol dari sebuah masa yang tidak mungkin sepenuhnya terulang. Avengers yang dulu memenuhi layar bioskop dengan karakter seperti Iron Man, Captain America, Black Widow, Thor, Hawkeye, dan Hulk pada akhirnya juga menciptakan ikatan nyata di antara orang-orang yang memerankannya.
Scarlett Johansson, Black Widow, Sekaligus “Mastermind”
Kalau selama ini Urbie’s mengenal Scarlett Johansson sebagai Natasha Romanoff alias Black Widow, ternyata di balik layar ia punya peran lain yang cukup mengejutkan. Johansson justru disebut sebagai salah satu sosok yang paling bersemangat mendorong ide tato matching tersebut.
Cerita ini juga terasa cocok dengan karakter Black Widow yang diperankannya. Natasha mungkin tidak selalu menjadi orang yang paling banyak bicara di dalam tim, tetapi ketika sebuah misi sudah dimulai, ia tahu bagaimana memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Tentu saja, kisah tersebut disampaikan dengan nada ringan oleh Evans. Namun, fakta bahwa para pemeran Avengers memilih melakukan sesuatu yang permanen bersama menunjukkan seberapa kuat hubungan yang terbentuk setelah bertahun-tahun bekerja dalam franchise tersebut.
Dan Mark Ruffalo? Nah, dialah yang membuat cerita ini semakin lucu. Ketika satu tim superhero terbesar di dunia saja membutuhkan usaha ekstra untuk membujuk satu anggotanya ikut tato bersama, ternyata dinamika mereka di luar layar tidak jauh berbeda dari kelompok pertemanan biasa.
Pada akhirnya, tato Avengers mungkin hanya terlihat sebagai sebuah gambar ketika muncul di layar atau foto para pemain. Namun di baliknya terdapat cerita tentang persahabatan, nostalgia, dan sebuah era Marvel yang berhasil mempertemukan para aktor dalam perjalanan yang jauh lebih besar daripada satu film.
Jadi, Urbie’s, kalau suatu hari melihat tato matching para pemeran Avengers, ingat bahwa ada cerita panjang di balik tinta tersebut. Dan seperti pengakuan Chris Evans, ternyata Scarlett Johansson punya andil besar dalam memulai semuanya, sementara Mark Ruffalo sempat menjadi satu-satunya anggota tim yang paling sulit diajak berkata, “I’m in.”


















































